Tiada angin tiada hujan



Dikala daun yang terlahir lepas
Melayang sudah jatuh ke bumi
Suatu senja saat kemarau lalu
Dan terjadilah…..

Putuslah sudah rantai kasihku
yang telah kita jalani bersama
sejak tujuh belas purnama lalu
seiring berakhirnya tahun itu

Masih kuingat dan terbayang
saat pertama kita berjumpa
sikapmu itu jadi tak menentu 
wajahmu merah merona

Mengapa oh mengapa sayang
perpisahan harus  terjadi
tiada angina tiada hujan
bagaikan petir diterik mentari

Mengapa oh mengapa kasih
rasanya bagaikan didalam mimpi
terang hati ini menjadi suram
bagai mata tak bersinar lagi
sungguh tiada ku duga
semua ini akan terjadi

By : Syaeful Rahman

0 komentar: