apa itu sahabat?

W punya cerita tentang “sahabat”. Menurut w temen itu adalah sesosok manusia yang memiliki hari selembut sutra yang diciptakan Tuhan untuk melengkapi kekurangan temen lainnya menemani saat sedih ada saat suka berbagi cerita tentang apapun yang dia punya, tak pernah berhenti menyemangati ketika kita sudah mulai lelah dengan kehidupan, mendengarkan segala keluh kesah yang kita rasa, menghapus setiap air mata kita yang jatuh, keras ketika kita mulai nakal atas nasehat lembutnya, selalu mengingatkan pada hal-hal baik, mengatakan yang sebenarnya tentang diri kita karena sahabat tak ingin memakai topeng untuk menutupi kesalahan kita dia mengingatkan dengan bijak. itulah Sahabat.
Di kehidupan ini kita bisa memiliki banyak teman namun hanya memiliki sedikit sahabat. Karena sahabat adalah malaikat berbentuk manusia yang dipilihkan Tuhan khusus untuk setiap orang. Ya w yakin semua orang punya sahabat mereka masing-masing. Entah disadari ataupun tidak pasti ada orang yang akan selalu memperhatikan kita. Karena Tuhan ga mungkin membiarkan hambanya sendirian. Dia begitu baik untuk mencampakan hamba-hambanya.
Ini cerita nyata tentang w dan kehidupan w yang mencari arti dari sahabat. Selama 10 tahun w hidup w baru mengerti sepenuhnya siapa orang yang pantas disebut sahabat, teman, dan kawan.
W tipikal orang yang senang menjadi pusat perhatian. Hal ini terlihat ketika bakat ceramah w terasah di tsanawiyah. Saat w pidato w seneng semua mata orang-orang hanya terfokus kepada w dan memberikan tepuk tangannya buat w. tapi hal itu tidak permanen ada masanya dimana orang-orang tidak mempedulikan w, apa yang w perbuat, w omongin, dan w inginkan. Mereka ga peduli.
Dan akhirnya w memilih untuk bergabung dengan kelompok kelompok atau geng yang menurut w popoler dikalangan sekitarnya. Dengan begitu w akan permanen eksis dan diketahui orang-orang. Tapi ternyata hal itu salah. Karena ambisi w itu, w gak bisa membedakan mana orang yang benar sahabat dan mana lawan.
Dari sejak w sekolah dasar w suka bergabung dengan geng yang populer dikalangan sekolah sampai akhirnya w mencampakan sahabat sahabat w. saat w masuk tsanawiyah dan aliyah hal itu pun terulang kembali. W lebih senang gabung dengan mereka yang populer dikalangan sekitar padahal mereka hanya memanfaatkan w. tapi itu ga menjadi masalah buat w pada saat itu yang terpenting adalah kepopuleran apapun akan w lakukan untuk dapat kepopuleran dikalangan sekitar.
Dari setiap perjalanan  hidup manusia,  Tuhan pasti memberikan pelajaran berharga yang seharusnya dapat kita pelajari agar tidak terjadi kesalahan yang terulang dikehidupan berikutnya. Itulah yang w rasakan. Tuhan mengajarkan w, bahwa kepopuleran bukanlah segalanya itu bukan cara untuk terlihat sukses di depan mata manusia. Kepopuleran itu bersifat sementara taka da yang abadi. Bahkan seorang actor pun bisa redup kepopulerannya di suatu saat nanti. Karena sejatinya yang menjadikan orang itu terkenal dan dikenang orang bukanlah dari kepopulerannya tapi berasal dari dalam dirinya yang senantiasa melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi banyak orang, sering membahagiakan orang lain dengan kekuatan yang ada dalam dirinya. Hal inilah yang membuat setiap orang akan mengenal dan mengenangnya.
Hal ini juga membuat aku sadar bahwa obsesiku itu membuat aku kehilangan orang-orang terdekat ku namun ternyata mereka tidak pernah marah mereka selalu ada bahkan disaat aku sedang terpuruk karena mereka adalah sahabat.

0 komentar: