Di kehidupan
ini kita bisa memiliki banyak teman namun hanya memiliki sedikit sahabat.
Karena sahabat adalah malaikat berbentuk manusia yang dipilihkan Tuhan khusus
untuk setiap orang. Ya w yakin semua orang punya sahabat mereka masing-masing.
Entah disadari ataupun tidak pasti ada orang yang akan selalu memperhatikan
kita. Karena Tuhan ga mungkin membiarkan hambanya sendirian. Dia begitu baik
untuk mencampakan hamba-hambanya.
Ini cerita
nyata tentang w dan kehidupan w yang mencari arti dari sahabat. Selama 10 tahun
w hidup w baru mengerti sepenuhnya siapa orang yang pantas disebut sahabat,
teman, dan kawan.
W tipikal
orang yang senang menjadi pusat perhatian. Hal ini terlihat ketika bakat
ceramah w terasah di tsanawiyah. Saat w pidato w seneng semua mata orang-orang
hanya terfokus kepada w dan memberikan tepuk tangannya buat w. tapi hal itu
tidak permanen ada masanya dimana orang-orang tidak mempedulikan w, apa yang w
perbuat, w omongin, dan w inginkan. Mereka ga peduli.
Dan akhirnya w
memilih untuk bergabung dengan kelompok kelompok atau geng yang menurut w popoler
dikalangan sekitarnya. Dengan begitu w akan permanen eksis dan diketahui
orang-orang. Tapi ternyata hal itu salah. Karena ambisi w itu, w gak bisa
membedakan mana orang yang benar sahabat dan mana lawan.
Dari sejak w
sekolah dasar w suka bergabung dengan geng yang populer dikalangan sekolah
sampai akhirnya w mencampakan sahabat sahabat w. saat w masuk tsanawiyah dan
aliyah hal itu pun terulang kembali. W lebih senang gabung dengan mereka yang
populer dikalangan sekitar padahal mereka hanya memanfaatkan w. tapi itu ga
menjadi masalah buat w pada saat itu yang terpenting adalah kepopuleran apapun
akan w lakukan untuk dapat kepopuleran dikalangan sekitar.
Dari setiap
perjalanan hidup manusia, Tuhan pasti memberikan pelajaran berharga
yang seharusnya dapat kita pelajari agar tidak terjadi kesalahan yang terulang
dikehidupan berikutnya. Itulah yang w rasakan. Tuhan mengajarkan w, bahwa
kepopuleran bukanlah segalanya itu bukan cara untuk terlihat sukses di depan
mata manusia. Kepopuleran itu bersifat sementara taka da yang abadi. Bahkan
seorang actor pun bisa redup kepopulerannya di suatu saat nanti. Karena
sejatinya yang menjadikan orang itu terkenal dan dikenang orang bukanlah dari
kepopulerannya tapi berasal dari dalam dirinya yang senantiasa melakukan hal-hal
yang bermanfaat bagi banyak orang, sering membahagiakan orang lain dengan
kekuatan yang ada dalam dirinya. Hal inilah yang membuat setiap orang akan
mengenal dan mengenangnya.
Hal ini juga
membuat aku sadar bahwa obsesiku itu membuat aku kehilangan orang-orang
terdekat ku namun ternyata mereka tidak pernah marah mereka selalu ada bahkan
disaat aku sedang terpuruk karena mereka adalah sahabat.
0 komentar:
Posting Komentar