“Ms.Fire”
Part 1
Part 1
“Ms. Fire” malam ini semakin menjadi – jadi, entah apa yang membuat dia selalu berani untuk menentang orang-orang yang menasehatinya, jangankan teman pihak keluarga baik itu ibunya, kakak perempuannya adik laki-lakinya bahkan ayahnya sendiripun berani ia bentak. Seakan taka da orang yang disegani olehnya. Siapa yang menentang ucapan ataupun perilakunya selalu ia tentang balik bahkan terkadang orang-orang merasa capek beruurusan dengannya.
“Harus
bagaimana lagi aku menghadapinya?” lirih ibunya sambil menangis di dalam hati.
Mungkin jika ada mesin hitung untuk air mata sudah tak dapat lagi air mata
ibunya yang keluar itu dihitung karena seringnya menangis bingung apa yang
harus ia perbuat untuk “Ms.Fire”.
Entah apa
yang membuat Ms.Fire begitu berani membentak-bentak ibunya sering pula diiringi
dengan kata-kata kotor yang tak pantas diucapkan seorang anak kepada ibunya.
Setiap orang yang melihat dan mendengar bentakan amarah Ms.Fire kepada ibunya
pun pasti ikut kesal kepada Ms. Fire, bahkan rasanya ingin ikut untuk menampar
mulut Ms.Fire berkali-kali sebagai ganjaran dari ucapan yang tak pantas itu.
Namun seorang
ibu tetaplah menjadi ibu bagi anak-anaknya. Walau sakit hatinya tapi tetap ia
menyayangi anaknya yaitu Ms.fire. terbukti dari perhatiannya saat Ms. Fire yang
akan masuk ke dunia putih abu-abu, ibunya lah yang terus menerus mengingatkan
Ms.fire untuk mempersiapkan dirinya demi diterimanya Ms.fire disekolah yang Ms.
Fire inginkan.
Tapi apa?
Ternyata Ms. Fire hanya berleha-leha setiap harinya dikasur dengan tidur
seenaknya dan bangun hanya untuk makan dan memaikan handphonenya.
Apalagi
yang kurang dari ibunya? Padahal sebagai ibu, ia ingin Ms. Fire sekolah
dipesantren seperti kakak perempuan Ms. Fire tapi karena Ms. Fire tidak mau di
pesantren maka ibunya menuruti apa mau Ms. Fire.
Segala
yang Ms. Fire inginkan selalu berusaha dituruti oleh ibunya. Tapi Ms. Fire
seakan tidak mempunyai hati! Ia sama sekali tak peduli pada perintah, dan
nasehat dari ibunya bahkan jika ibunya menasehati untuk belajar sungguh-sungguh
agar punya masa depan yang sukses, Ms. Fire dengan ringan menjawab “Ya, Lihat
saja nanti”!
Ibunya
pernah juga mencoba berlaku keras dan tegas pada Ms. Fire tapi watak buruk
Ms.Fire adalah Jika dia ditentang atau di marahi maka ia akan membalas lebih
dahsyat lagi dan jika ia terus dibiarkan maka ia akan semakin menikmati. Maka
cara mana lagi yang harus dijalankan oleh ibunya dalam mendidik dan merubah
watak buruk Ms.fire itu.
Seringg
ibunya mengeluh “kamu maunya apa toh ndo? Disayang salah digalakin juga salah”.
Namun tetap Ms.fire berlalu tanpa memperdulikan ucapan ibunya. Tak jarang juga
ibunya sering berucap dalam hatinya sendiri “Padahal aku ngasih makan dia
(Ms.fire) dengan uang yang halal tapi mengapa ia seperti itu, apa ini karma?
Tak mungkin aku selalu patuh dan nurut dulu pada ibu tapi kenapa anakku begini,
Tuhan Jika memang ini ujian maka beri aku cara untuk menyelesaikan ujian ini
agar aku lolos pada tahap berikutnya, apa yang harus aku perbuat untuk
mengarahkan anakku pada jalan Mu dan mau mematuhi ku segala cara telah kucoba
sampai titik kesabaran manusia awan seperti ku inipun telah merasakan kejenuhan
menghadapi kelakuan anakku” Gumam Ibunya dalam hati kecilnya.
Dirumah
pun Ms.fire tak pernah ikut membantu membereskan pekerjaan rumah. Dari mulai
menyapu, ngepel, nyuci baju, jemur baju, semua dilakukan oleh ibunya. Kadang
Ms.fire yang melakukan itu juga harus terjadi perkelahian ucapan dulu dengan
ibunya baru ia mau mengerjakannya, Ms.fire tak pernah sadar dengan sendirinya
bahwa ia harusnya bias meringankan pekerjaan ibunya karena dia sudah berusia 15
tahun.
Walau
begitu buruknya kelakuan, dan ucapan Ms. Fire kepada ibunya, tetap sebagai
ibunya ia masih terus berharap anaknya akan berubah suatu saat nanti.
besambung…………………………………………………….
Ø
Menurutmu apa yang harus dilakukan
ibunya kepada Ms.Fire?
Bantu
carikan solusi ya! Ditunggu komentarnya…
0 komentar:
Posting Komentar