Ms.Fire Part2



Sudah satu hari ini Ms.Fire sakit, entah apa yang membuatnya seharian muntah-muntah. Dalam ketulusan seoran ibu, ia merawat anaknya dengan penuh perhatian. Sarapan pagi pun tidak dimakan Ms.fire karena ia baru belum bangun dari tidurnya, ia baru bangun dari tidurnya tepat saat adzan dzuhur berkumandang. Dengan rasa khawatir ibunya pun menyuruh Ms.fire untuk segera mengisi perutnya dengan makan siang yang telah disiapkan ibunya. Tapi lagi-lagi Ms.fire malah membalas kasar perhatian yang diberikan ibunya, ia malah berkata “Aku ga mau makan! Nanti kalo aku makan percuma akan aku muntahkan kembali. Bentaknya pada ibunya
Dengan sabar ibunya pun menjawab “Makanlah biar sedikit agar tubuhmu tidak lemas, karena daritadi kamu muntah-muntah terus, pinta ibunya dengan lembut. Tanpa berkata apapun Ms.fire langsung membanting keras pintu kamarnya sambil berteriak “Lu ga ngerti apa? W udah bilang nanti kalo w makan percuma pasti keluar lagi!
Lagi-lagi ibunya menjawab dengan sangat sabar, “Karena itu nak, kamu harus mengisi perutmu! Apa kamu mau ibu antar untuk berobat nak? Tanya ibunya perhatian
“Sudahlah diam aku capek! Jawab Ms.fire dengan ketus.
Apalagi yang harus aku lakukan Ya Allah, sembuhkan anakku dari sakitnya… lirih ibunya dalam doanya.
Sampai habis magrib Ms.fire tidak keluar dari kamarnya, ibunya pun semakin panik. Di dobrak lah pintu kamar Ms.fire.
Ternyata didalam kamar Ms.fire tertidur dengan keadaan suhu tubuh yang sangat panas. Ms.fire pun dilarikan kerumah sakit terdekat oleh ibunya. Dokter juga tidak mengetahui kenapa Ms.fire muntah-muntah. Dan dokter hanya memberikan obat penghilang mual kepada ibunya.
Selang dua hari, Ms.fire kembali sehat. Sehatnya Ms.fire ternyata membuat perangai buruknya kembali lagi ke asal. Kali ini sasaran kemarahannya adalah adik laki-lakinya. Tak tahu jelas apa penyebab kesalah adiknya ia langsung memukul juga memerahi adiknya. Selidik di selidik ternyata Ms.fire sedang bermasalah dengan pacarnya, dan menumpahkan kekesalannya pada adiknya.
Selepas magrib, ayahnya pun tiba dirumah. Ms.fire tidak sama sekali menjawab salam ayahnya, ia malah asyik mengobrol dengan orang yang dibalik telepon. Saat adzan isya berkumandang ayahnya menyuruhnya  untuk segera shalat isya, tapi kembali lagi Ms.fire malah membentak ayahnya, “ia saya tau tidak usah disuruh juga saya akan shalat! Ucapnya dengan nada yang keras.
Ayahnya tak mau banyak bicara karena ia masih lelah sepulang dari kantornya. Ayahnya pun langsung bergegas mandi dan menunaikan shalat isya. Selepas shalat ayahnya pun berdoa “Ya Allah Engkaulah tempat manusia bergantung dan mengadu, aku merasa gagal mendidik anakku Ya Allah. Apa yang sebenarnya harus aku lakukan untuk mengubah sifatnya itu, lembutkan hatinya wahai Dzat yang Maha Lembut. Amin

Bersambung……………………………………….

0 komentar: