Sudah satu hari ini Ms.Fire sakit, entah apa yang membuatnya seharian muntah-muntah. Dalam ketulusan seoran ibu, ia merawat anaknya dengan penuh perhatian. Sarapan pagi pun tidak dimakan Ms.fire karena ia baru belum bangun dari tidurnya, ia baru bangun dari tidurnya tepat saat adzan dzuhur berkumandang. Dengan rasa khawatir ibunya pun menyuruh Ms.fire untuk segera mengisi perutnya dengan makan siang yang telah disiapkan ibunya. Tapi lagi-lagi Ms.fire malah membalas kasar perhatian yang diberikan ibunya, ia malah berkata “Aku ga mau makan! Nanti kalo aku makan percuma akan aku muntahkan kembali. Bentaknya pada ibunya
Dengan sabar ibunya pun menjawab “Makanlah
biar sedikit agar tubuhmu tidak lemas, karena daritadi kamu muntah-muntah
terus, pinta ibunya dengan lembut. Tanpa berkata apapun Ms.fire langsung
membanting keras pintu kamarnya sambil berteriak “Lu ga ngerti apa? W udah
bilang nanti kalo w makan percuma pasti keluar lagi!
Lagi-lagi ibunya menjawab dengan
sangat sabar, “Karena itu nak, kamu harus mengisi perutmu! Apa kamu mau ibu
antar untuk berobat nak? Tanya ibunya perhatian
“Sudahlah diam aku capek! Jawab Ms.fire
dengan ketus.
Apalagi yang harus aku lakukan Ya
Allah, sembuhkan anakku dari sakitnya… lirih ibunya dalam doanya.
Sampai habis magrib Ms.fire tidak
keluar dari kamarnya, ibunya pun semakin panik. Di dobrak lah pintu kamar
Ms.fire.
Ternyata didalam kamar Ms.fire
tertidur dengan keadaan suhu tubuh yang sangat panas. Ms.fire pun dilarikan
kerumah sakit terdekat oleh ibunya. Dokter juga tidak mengetahui kenapa Ms.fire
muntah-muntah. Dan dokter hanya memberikan obat penghilang mual kepada ibunya.
Selang dua hari, Ms.fire kembali
sehat. Sehatnya Ms.fire ternyata membuat perangai buruknya kembali lagi ke
asal. Kali ini sasaran kemarahannya adalah adik laki-lakinya. Tak tahu jelas
apa penyebab kesalah adiknya ia langsung memukul juga memerahi adiknya. Selidik
di selidik ternyata Ms.fire sedang bermasalah dengan pacarnya, dan menumpahkan
kekesalannya pada adiknya.
Selepas magrib, ayahnya pun tiba
dirumah. Ms.fire tidak sama sekali menjawab salam ayahnya, ia malah asyik
mengobrol dengan orang yang dibalik telepon. Saat adzan isya berkumandang
ayahnya menyuruhnya untuk segera shalat
isya, tapi kembali lagi Ms.fire malah membentak ayahnya, “ia saya tau tidak
usah disuruh juga saya akan shalat! Ucapnya dengan nada yang keras.
Ayahnya tak mau banyak bicara
karena ia masih lelah sepulang dari kantornya. Ayahnya pun langsung bergegas
mandi dan menunaikan shalat isya. Selepas shalat ayahnya pun berdoa “Ya Allah
Engkaulah tempat manusia bergantung dan mengadu, aku merasa gagal mendidik
anakku Ya Allah. Apa yang sebenarnya harus aku lakukan untuk mengubah sifatnya
itu, lembutkan hatinya wahai Dzat yang Maha Lembut. Amin
Bersambung……………………………………….
0 komentar:
Posting Komentar