Ms.Fire Part 3



Menangis sejadi-jadinya dan merasa sesak di dada itulah yang dirasakan kakak perempuan Ms.fire. bukan malam ini saja sebenarnya malam-malam kemarin juga sama itu yang sesak yang dirasakan oleh kakaknya akibat tingkah laku Ms.fire.
Ms.fire sering membentak kakaknya jika kakaknya menyuruh ia untuk tidak tidur pagi, dan ia juga sering bilang kakaknya bawel jika kakaknya meminta bantuan Ms.fire untuk merapikan rumah. Karena setiap harinya kakak perempuan Ms.fire harus mencuci satu bak besar pakaian kotor, mencuci piring, menyetrika, nyapu, ngepel, serta membantu ibunya di warung nasi. Sementara Ms.fire setiap harinya setelah bangun tidur ia hanya akan tidur kembali sampai waktu dzuhur tiba setelah itu ia makan tanpa rasa malu setelah kenyang ia masuk kembali ke kamarnya bersantai sambil sms juga teleponan dengan pacarnya sampai waktu ashar, lalu ia keluar dari kamarnya untuk menonton tv sampai magrib tiba ia baru mandi setelah itu ia lanjut nonton sampai ia ngantuk untuk tidur. Itulah pekerjaan Ms.fire setiap harinya ia tidak pernah mau membereskan rumah kecuali jika disuruh itu juga harus ada percekcokan mulut dulu baru ia mau mengerjakan dengan rasa kesal di dalam hatinya.
Itulah yang membuat kakaknya kadang marah melihat kelakuan adiknya, belum lagi ketika kakaknya meminta bantuan Ms.fire malah menentang dan tidak mendengarkan ucapan kakaknya. Kakanya memang belum bisa sabar seperti ibunya, ia masih kadang terbawa marah atas ucapan adiknya yang menyakitkan hatinya yang sering pula Ms.fire mengusir kakaknya “Balik aja lo sana ke Bandung! Ngapain lo pake disini, ga ada lo hidup w damai, ada lo hidup w berantakan, bawe banget si lo! Kata-kata itu yang menyakitkan hati kakaknya. Padahal kakak perempuan Ms.fire sangat jaranng berada di rumah karena dari tsanawiyah sampai kuliah ia selalu berada jauh dari rumahnya. Tidak seperti Ms.fire ia tidak mesantren jadi dia selalu dirumah.
Diakui kakaknya rumah bukanlah menjadi tempatnya beristirahat ketika liburan datang. Maklum kakaknya memang Cuma ada dirumah ketika liburan sekolah dan sekarang liburan 3 bulan kuliah genapnya. Tak banyak yang diinginkan oleh kakaknya selain mendapat ketenangan ketika ia berada dirumah karena keberadaannya sangat jarang sekali.
Sebenarnya liburan kali ini ia tak mau berdiam dirumah, karena semua gambaran pertengkaran dengan Ms.fire telah terbayang. Dan itu membuatnya malas untuk berlibur dirumah, tapi lagi-lagi ia tetap harus pulang, sebagai anak pertama ia merasa bertanggungjawab penuh untuk membantu ibunya dirumah. Karena walaupun Ms.fire telah menginjak usia 15 tahun ia masih belum bias merapikan rumah dengan baik dan cekatan tidak seperti kakaknya.
Celakanya rencana kakaknya untuk mencari kerja sambilan untuk tiga bulan ini tidak didapatkannya, ia terpaksa terpenjara dalam rumah bersama semua ucapan-ucapan Ms.fire yang dirasanya cukup menyakitkan.
Puncaknya dimalam ini, tepat 2 minggu sudah kakaknya berlibur dirumah. Dan mala mini juga ia menangis sejadi-jadinya. Ia datang kepada Allah melalui doanya. “Ya Allah aku tak bisa sekuat mamah menghadapi adikku, maka kuatkanlah aku, ikhlaskanlah sabarkanlah aku menghadapi adikku, berikanlah adikku kelembutan hati dan kelembutan dalam ucapannya, Ya Allah bantu aku untuk mencari solusi untuk bisa menghadapi adikku. Amin.
Dengan perasaan yang masih sesak kakaknya pun mencoba untuk mengambil nafas dan menghembuskannya kembali dengan pelan-pelan sampai ia merasa tenang dan kakaknya pun bisa tertidur dalam tetesan air mata yang masih tersisa di ujung matanya.

0 komentar: