MY resuscitation

MY resuscitation Aku gga tau dari mana aku harus memulainya, namun yang ku rasakan telah sangat menyesakan dada dan pemikiran ku. Aku muak dengan semua ini. Lelah dengan hal ini! Namun aku layaknya seorang yang bodoh sudah tau tempat itu tidak nyaman tapi aku tak mau pergi dan bangkit untuk mencari jalan keluar dari tempat itu. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Bukankah umurku semakin terkikis sementara waktu ku terbatas. Lalu mengapa wahai diri kau masih betah berada disana? Mari bangkit bersama ku kita wujudkan semua mimpi mu?mengapa kau tiba-tiba menjadi takut akan semua impian mu? Kau ragu tak bisa untuk mewujudkannya? Kau pengecut! Bukankah dirimu yang bilang bahwa jangan menyerah sebelum mencobanya. Ya memang benar kau telah mencoba namun perjalanan mu menuju impian mu belum ada setengahnya, masih jauh! Kau baru memulai melangkah namun kemudian mundur kembali karena takut akan berbagai rintangan yang nantinya akan kau hadapi. Padahal kau mengetahuinya bahwa setiap orang sukses memiliki sejuta rintangan yang ditemui nya sampai ia dinobatkan sukses. Lalu mengapa semua itu tidak bisa menyadarkanmu dan merubah pola pikir mu? Mengapa? Bukankah semua hal itu kau benci? Namun mengapa sekarang kau yang melakukannya? Wahai diri! Kau sangat pandai untuk berkata namun sangat lemah untuk bertindak! Hentikan setiap perkataan mu itu! Bangkit! Dan mulai lah kembali menyusun serpihan impian yang telah kau hancurkan itu! Untuk apa kau banyak mencari kata-kata motivasi yang hanya memberikanmu semangat sementara waktu?! Motivasi terhebat ada di dalam diri mu sendiri! Mari kita lihat sudah berapa banyak waktu yang telah kau buang untuk hal-hal yang tak semestinya dilakukan? Masukan semua ini kedalam alam bawah sadarmu! Tunggu apa lagi? Jangan sampai kau mengalami penyesalan yang tiada akhir sampai kau mati! Bisakah kau bersyukur akan kehidupanmu dan akan kesempurnaan yang telah Allah ciptakan didalam dirimu? Mengapa? Kau masih merasa kurang?! Bukan kah itu semua hanya akan mengkerdilkan dirimu? Aku tak akan banyak berkata seperti mu! Aku hanya bagian dari dirimu yang peduli akan nasibmu nanti! Pikirkan dan renungkan itu!

0 komentar: