“Ada cerita dibalik Foto studio......”

“Ada cerita dibalik Foto studio......” Berakhirnya materi kuliah Perikatan Islam hari ini, merupakan awal dari rencana kami untuk pergi foto studio di Jonas (Bandung.) 10 menit berdiskusi ternyata tidak mendapatkan keputusan yang memuaskan bagi masing-masing pihak, baik dari pihak wanita maupun laki-laki (ngelus dada bentar...! sabar-sabar). Hampir saja rencana kami untuk pergi photo studio dibatalkan. Karena terjadi beberapa kesalahpahaman, (sempett, ada acara jambak-jambakan.. hahaha tapiii boong) namun akhirnya kami mulai berdiskusi kembali dan keputusan akhirnya kami jadi pergi photo studio! Asyiikkkkk! Teriakku kala itu, “Sayang banget ya leni, abang karmen, dan ridwan ga ikut”. Ucapku pada Sonia. “Iya juga siih,, tapi kalau ga sekarang bisa-bisa kita ga akan pernah bisa foto kelas.” Ucap Sonia sambil nyegir kuda. “Ayooo iihh siap-siap kita langsung berangkat sekarang! Ucap Sonia kepada teman-teman setibanya di kosan ku. “Okokok.” Jawab mereka. Kami memutuskan untuk naik TMB selain harga ongkosnya yang sangat ekonomis, kendaraan itu pun telah sigap di depan haltenya untuk mengantarkan para penumpang nya ke setiap halte yang telah ditentukan petugas TMB. “Akhirnya sampai juga.” Ucapku dalam hati. Ternyata didepan Jonas sudah duduk dua orang laki-laki yang bisa dibilang sok Gahoooll.. (Lutfi dan Agung, dengan sedikit senyum meringis mereka.. HAHAHA) 5 menit kami menunggu teman-teman yang lainnya tiba, tapi ternyata mereka belum juga sampai. Kami memutuskan untuk sholat terlebih dahulu di mushola yang disediakan di Jonas. 15 menit kemudian kami sudah siap di foto. (dengan bedak setebal 5cm dan bulu mata anti badai _Khusus cewee.... hahaha) ketika kami menunggu di lantai bawah untuk menunggu giliran foto.ternyata kami harus menunggu satu orang teman kami lagi, kania. Kania kesasar katanya, tepatnya di Jalan Merdeka. 20 menit kemudian dia pun datang, “Maaf yaa aku tadi gatau jalan” ucap kania. Ya aku bersama Ria, Mulfi,Vivit, Sonia, Irfah, resna, Agung, lutfi, Yafi dan segenap teman-teman HBS yang lainnya yang gga bisa aku sebutkan satu –persatu (Hahaha maaaf yaaaa :D) ga masalah juga kania terlambat karena kami daritadi berlomba-lomba narsis di depan kamera (ggkgkgkgk) lampiran! 1 2 3 bilang aaaaaa... 1 2 3 gaya bebas! Itu kata yang terucap dari mba tukang foto (sebut saja begitu). Akhirnya kami selesai foto kelas! Selanjutnya kami memilih foto yang akan dicetak. Sekali lagi terjadi perdebatan dengan ditambah adu argument untuk memilih foto yang akan dicetak! Sekitar 7 menit berdebat kami akhirnya diputuskan satu foto yang bergaya bebas untuk dicetak. Selesai sudah acara kelas HBS B sore ini. Didepan Jonas kami sempat berbincang ringan entah tentang apa mungkin hanya untuk menambah kehangatan suasana saja. Kami (Aku, mulfi, vivit, imu, rita,) memutuskan untuk pulang lebih awal. “Tau kan jalan pulang nya?” tanya kosma kami. “Tau!” jawabku percaya diri. Hahhh! Ternyata kami ga tahu harus dari mana naek mobil Riung Dago. Kami memutuskan untuk terus jalan berharap akan bertemu dengan sang angkot (agak lebay). 10 menit berjalan dan tidak menemukan juga angkot yang diharapkan, kami memutuskan untuk bertanya pada tukang becak. “Mang kalo mau naek angkot riung dago yang mau ke samsat dari arah mana ya?” Tanya imu kepada tukang becak. “Ooh lurus saja nenng ke depan! Jawab tukang becak menjelaskan sambil mengancungkan telunjuknya kearah depan. Kami melanjutkan kembali perjalanan mencari sang angkot (cukup drama, hahaha). “Ketemu!” ucap kami dalam hati (Hahaha.. sotoy! Tapi sepertinya gitu). Di dalam angkot kami kembali berbincang ringan (ngobrol sederhananya, :&) tak terasa kami sudah sampai disamsat! Haduuh lagi-lagi kami harus menunggu TMB sampai, akhirnya (aku dan mpi) memutuskan kembali nekat narsis dipinggir jalan raya. Jepret sana jepret sini (hahaha... ga peduli mata orang-orang yang melintas dipinggir kami). 30 menit TMB yang ditunggu baru tiba. Bergegas kami naik ke dalamnya. (ternyata derita kami belum berakhir.... kami harus berdiri di dalam TMB) “Huuhh...” aku menghela nafas. “Brugg!” satu persatu penumpang TMB turun dengan cara meloncat, karena sekarang pemberhentian terakhir TMB di Cibiru, dari arah Elang tidak diturunkan di halte TMB melainkan di Bunderan cibiru. “Alhamdulillah akhirnya sampai juga.” Ucapku dalam hati. Vivit meneruskan perjalanan pulang ke Al-Ihsan dan Rita memilih untuk shalat ashar terlebih dahulu di kosan mulfi. Dan akhirnya aku kira, saat ini kami (HBS B) memikirkan hal yang sama yaitu: “GIMANA YA BESOK UTS PAK PIPIN?” (hahahaha ayooo padaa ngaku!!!) Ini cerita ku apa cerita mu? (:D)

0 komentar: