Pilah pilih bahan publikasi

Postingan kali ini ditujukan bagi setiap orang yang belum merasa bahwa dirinya itu labil. kenapa si aku bilang gitu? karena emang seharusnya kita harus bisa pilah pilih mana hal yang perlu dipublikasi mana yang cukup jadi privasi.

salah satunya hal yang ga perlu di publikasi itu, status pacaran kita, photo2 berdua, ucapan2 yang sok2 romantis, atau apapun yang seharusnya cuma diketahui sama berdua tapi malah dipublikasi ke umum.

ga masalah juga kalau emang pembaca mau ngelakuin hal itu, cuma menurutku perbuatan gtu ga ada manfaatnya, hahaha bikin capek aja tau, kalau udah putus jadi harus delete2 segala postingan tentang hubungan sebelumnya.. semua ini berdasarkan pengalaman penulis. hehehe

asli capek. hahaha.

tulisan apa ya ini?

gausah dipusingin.. cuma pengen nulis apa yang ada di hati dan pikiran aku.

Bosan tanpa kejelasan

Pagii..


Tanpa kejelasan, jobdesk harian mingguan bulanan tahunan ngebuat aku bete di kantor. Mau diem salah mau kerja salah. Salahnya apa ? karena semua tanpa arahan! Sering banget nih hal yang begini ngebuat aku bete dan ga betah di kantor. Tanpa rincian yang jelas.
Mau jadi pura-pura ngerjain sesuatu juga bingung mau buat apa. Akhirnya luntang lantung ga jelas. Padahal tepat bulan ini aku udah selesai dari masa percobaan 3 bulan menjadi karyawan tapi kerjaanku masih juga belum ada kejelasan.
Gimana harus gimana? Membosankan!

Muncul kembali ke permukaan bumi!

salam kangen tulis menulis..

owalah ini blog udah lama banget dicuekin untung aja ga minta kejelasan status trus minta putus gitu, hahaha. apalah apalah ini si aku nulis.

 kabar baik buat pembaca yang pernah mampir ke blog ini. hihihi
setelah sekian abad ga nulis sekarang si aku mau mulai curhat sembarang lagi, share artikel2 lagi, dan lain-lain berkaitan dengan apa aja yang lagi mood di share sama aku. hahaha

okelah ini masih masuk hitungan awal di tahun 2016 walaupun sudah menginjak bulan februari. hehe. baiklah mari kita mulai update cerita harianku.. haha

2016
 tahun yang segalanya baru buat si aku ini, mulai tahun ini nama belakangku ada ujungnya jadi S.Sy hahaha setelah diwisuda kemarin bulan september.. apalah apalah padahal kesehariannya mah ga pernah dipake tuh gelar akhir..
trus juga di tahun ini si aku ini udah jadi karyawan di BPRS HIK Cibitung hahha,, pengalaman pertam kerja tapi di bulan februari ini aku udah masuk bulan ke 4 kerja.
lalu... di tahun ini juga aku mulai jadi sosok perempuan anti baper.. hahaha.. kenapa?? tahun ini aku mulai move dari cinta cinta gaya novel fiksi itu.. cukup sudahlah bermain main dengan perasaan kasian ini hatii kalau sering sakit nanti jadi peyoot. haha.. jadi tahun ini aku juga memutuskan setelah menimbang matang-matang untuk menolak segala bentuk pacaran! hahaha. kalau ada yang dateng ngajakin taarufan terus setelah itu cocok besoknya juga hayu aja kalau di ajak nikah. hahaha.

udaah ah nulis nya cape .. ahahha.. geje ya? biarin ajalah orang blog pribadi aku ini.. 

curhatsidia



17 februari 2015
Malam ini aku begitu merindukanmu, aku tak paham mengapa bisa terlalu merindu. Kupinjam kembali handpone adikku karena dia memiliki kartu operator yang sama denganmu. Tak masalah setiap malam harus membeli paket untuk telepon yang penting rinduku terobati.
Aku masih ingat ucapanmu sewaktu itu kamu bilang tak masalah jika dalam cinta orang-orang sering tak menggunakan logika begitulah inti ucapanmu yang aku ingat.
Dan saat malam ini aku merindukanmu aku mulai memahami bahwa rindu ini tak perlu ditanyakan mengapa terasa terlalu merindu karena disana cinta berperan tanpa logika.
Malam ini aku hanya ingin mencurahkan kerinduanku dengan sedikit berbicang tentang hari – hari yang begitu membosankan untukku lalui. Tapi ternyata tak sesuai dengan yang aku harapkan.
Dirimu sepertinya lupa dengan apa yang sudah kau ucapkan waktu itu. Dengan berkata padaku kita kan sudah dewasa, maka berdewasalah dalam cinta dan rindu.
Sungguh saat itu aku tak mengerti apa maksud perkataanmu. Sejenak aku jadi berpikir apa maksud berdewasalah?? Karena malam ini aku begitu merindu dan tak bisa kugunakan logikaku sehingga tak dapat ku berpikir berdewasa dalam cinta dan rindu.
Aaah.. aku benci,,, kau sungguh pintar memutar balik kata kau mempermaikan perasaan dan pikiranku. Saat waktu dulu kau bertingkah seperti anak smp yang sedang dilanda rindu dengan segala tingkahmu , dan aku berkata padamu jangan bersikap seperti itu , jangan terlalu mencinta dan merindu. Tapi kau bilang tak ada waktu bagi cinta untuk menggunakan akal nya untuk berpikir bagaimana bersikap ketika rindu tiba. Ketika ada rasa cinta, seseorang seringkali tak menggunakan logikanya untuk bersikap dan berucap. Semua unsur raga tunduk kepada cinta.
Tapi malam ini aku kecewa, mendengarmu menyuruhku untuk dewasa menyikapi cinta dan rindu tak cuman itu kau bilang padaku untuk merekayasa rasa sesuai dengan tempat dimana ku berada.
Baiklah.. itu permintaanmu, dan hari ini aku berterimakasih padamu telah mengembalikan sikapku dalam menangani cinta, mulai hari ini segala tentang cinta akan ku perhitungkan dengan logika hal-hal yang tak perlu ku ucapkan dan ku lakukan tak akan ku lakukan.
Jangan bertanya mengapa aku berubah padamu, kau yang meminta padaku untuk berlaku seperti ini. Aku tak bersikap dingin padamu tapi aku melogikan hal-hal yang perlu ku lakukan dan tidak ku lakukan.

18 February 2015

Pagi ini di warung nasi mamahku, kembali aku ditegur dengan logika cintaku. Kali ini dan mulai tadi malam cinta tak perlu menggunakan hati, karena hati begitu lemah maka logikalah yang akan memegang kendali cinta.
Aku teringat tentang sosokmu yang begitu baik tapi dilain sisi sering juga aku berpikir tentang sisi lain darimu, kamu yang masih saja dengan sikapmu aku tak melihat sosok pemimpin dalam dirimu, yang kulihat sosok ketua yang sangat angkuh dan bersikap pragmatis serta memetingkan keuntungan diri sendiri. Lalu dalam dirimu ada jiwa partiarki yang begitu kuat terbukti dengan sampai seumur 22 tahun kamu masih bergantung kepada orang lain untuk mencuci pakaianmu, kamu masih memilah ini pekerjaan perempuan dan tak pantas laki-laki melakukannya.
Kau harus tau aku seorang feminis, dalam hidup perempuan aku telah mempelajari bagaimana islam begitu indah dalam memperlakukan perempuan. Tak pernah ada dominasi dalam ayat mana pun bahwa laki-laki lebih superior dan perempuan interior. Keduanya sama, kedudukan yang sama Cuma takwa yang membedakan. Bahkan taka da satu dalil pun ku temuka yang mejelaskan tentang pembagian tugas bagi perempuan dan laki-laki.
Laki-laki dan perempuan keduanya sama harus bisa terjun di ranah domestik dan public. Kedua jenis manusia ini harus sama-sama memiliki rasa saling membantu dan saling melengkapi. Bahkan hakikat pernikahan adalah ikatan lahir batin yang mendeskripkan adanya kesalingan dalam ikata lahir batin tersebut.
Selain itu, aku tak suka dirimu yang begitu menjadi sosok fundamentalis agama. Islam itu ramah bukan penuh marah. Islam rahmat bagi semesta alam ayat-ayat yang diturunkan adalah untuk mengajarkan tentang keramahtamahan islam. Aku tak suka kau sering bilang ini dosa itu haram ini kafir itu sesat . tak kau tau benar sosok dari sesuatu yang kau justifikasi itu.
Kau hanya mendengar katanya, katanya dan katanya. Dan dengan logika dan pengetahuan yang terbatas kau berani bersikap seperti itu.
Aku juga sama diriku masih jauh diatas sempurna, dan itu yang menjadi perisai bagiku untuk berperilaku.
Jika dirimu masih saja begitu, aku tak akan pernah bisa memilihmu untuk bersanding denganmu. Aku tak pernah sedikitpun menaifkan kebaikanmu aku terima dan aku berterima kasih untuk semua itu.
Karena membangun keluarga tak cukup hanya dengan baik. aku butuh laki-laki yang bisa memimpin aku dan anak-anakku dengan arif dan bijaksana mengajarkan dan menuntun kami menuju hidup yang penuh makna. Karena pernikahan tak cukup dengan cinta. Aku ingin pernikahanku hidup dengan keberkahan dan karya serta abdi nyata bagi kehidupan di bumi ini. Agar aku siap untuk mempertanggungjawabkan semua di akhirat nanti, tentang tugas khalifah ku di bumi ini.
Aku tak ingin hanya sekedar hidup dan Berjaya untuk diri sendiri.
Hakikat manusia diciptakan untuk menjadi khalifah di muka bumi ini, serta menyembah kepada Nya.
Dan aku sudah seringkali mengingatkanmu untuk berubah tapi kamu malah harehare.
Ga ada yang bisa diharapkan.

Ms.Fire Part 3



Menangis sejadi-jadinya dan merasa sesak di dada itulah yang dirasakan kakak perempuan Ms.fire. bukan malam ini saja sebenarnya malam-malam kemarin juga sama itu yang sesak yang dirasakan oleh kakaknya akibat tingkah laku Ms.fire.
Ms.fire sering membentak kakaknya jika kakaknya menyuruh ia untuk tidak tidur pagi, dan ia juga sering bilang kakaknya bawel jika kakaknya meminta bantuan Ms.fire untuk merapikan rumah. Karena setiap harinya kakak perempuan Ms.fire harus mencuci satu bak besar pakaian kotor, mencuci piring, menyetrika, nyapu, ngepel, serta membantu ibunya di warung nasi. Sementara Ms.fire setiap harinya setelah bangun tidur ia hanya akan tidur kembali sampai waktu dzuhur tiba setelah itu ia makan tanpa rasa malu setelah kenyang ia masuk kembali ke kamarnya bersantai sambil sms juga teleponan dengan pacarnya sampai waktu ashar, lalu ia keluar dari kamarnya untuk menonton tv sampai magrib tiba ia baru mandi setelah itu ia lanjut nonton sampai ia ngantuk untuk tidur. Itulah pekerjaan Ms.fire setiap harinya ia tidak pernah mau membereskan rumah kecuali jika disuruh itu juga harus ada percekcokan mulut dulu baru ia mau mengerjakan dengan rasa kesal di dalam hatinya.
Itulah yang membuat kakaknya kadang marah melihat kelakuan adiknya, belum lagi ketika kakaknya meminta bantuan Ms.fire malah menentang dan tidak mendengarkan ucapan kakaknya. Kakanya memang belum bisa sabar seperti ibunya, ia masih kadang terbawa marah atas ucapan adiknya yang menyakitkan hatinya yang sering pula Ms.fire mengusir kakaknya “Balik aja lo sana ke Bandung! Ngapain lo pake disini, ga ada lo hidup w damai, ada lo hidup w berantakan, bawe banget si lo! Kata-kata itu yang menyakitkan hati kakaknya. Padahal kakak perempuan Ms.fire sangat jaranng berada di rumah karena dari tsanawiyah sampai kuliah ia selalu berada jauh dari rumahnya. Tidak seperti Ms.fire ia tidak mesantren jadi dia selalu dirumah.
Diakui kakaknya rumah bukanlah menjadi tempatnya beristirahat ketika liburan datang. Maklum kakaknya memang Cuma ada dirumah ketika liburan sekolah dan sekarang liburan 3 bulan kuliah genapnya. Tak banyak yang diinginkan oleh kakaknya selain mendapat ketenangan ketika ia berada dirumah karena keberadaannya sangat jarang sekali.
Sebenarnya liburan kali ini ia tak mau berdiam dirumah, karena semua gambaran pertengkaran dengan Ms.fire telah terbayang. Dan itu membuatnya malas untuk berlibur dirumah, tapi lagi-lagi ia tetap harus pulang, sebagai anak pertama ia merasa bertanggungjawab penuh untuk membantu ibunya dirumah. Karena walaupun Ms.fire telah menginjak usia 15 tahun ia masih belum bias merapikan rumah dengan baik dan cekatan tidak seperti kakaknya.
Celakanya rencana kakaknya untuk mencari kerja sambilan untuk tiga bulan ini tidak didapatkannya, ia terpaksa terpenjara dalam rumah bersama semua ucapan-ucapan Ms.fire yang dirasanya cukup menyakitkan.
Puncaknya dimalam ini, tepat 2 minggu sudah kakaknya berlibur dirumah. Dan mala mini juga ia menangis sejadi-jadinya. Ia datang kepada Allah melalui doanya. “Ya Allah aku tak bisa sekuat mamah menghadapi adikku, maka kuatkanlah aku, ikhlaskanlah sabarkanlah aku menghadapi adikku, berikanlah adikku kelembutan hati dan kelembutan dalam ucapannya, Ya Allah bantu aku untuk mencari solusi untuk bisa menghadapi adikku. Amin.
Dengan perasaan yang masih sesak kakaknya pun mencoba untuk mengambil nafas dan menghembuskannya kembali dengan pelan-pelan sampai ia merasa tenang dan kakaknya pun bisa tertidur dalam tetesan air mata yang masih tersisa di ujung matanya.

Tiada angin tiada hujan



Dikala daun yang terlahir lepas
Melayang sudah jatuh ke bumi
Suatu senja saat kemarau lalu
Dan terjadilah…..

Putuslah sudah rantai kasihku
yang telah kita jalani bersama
sejak tujuh belas purnama lalu
seiring berakhirnya tahun itu

Masih kuingat dan terbayang
saat pertama kita berjumpa
sikapmu itu jadi tak menentu 
wajahmu merah merona

Mengapa oh mengapa sayang
perpisahan harus  terjadi
tiada angina tiada hujan
bagaikan petir diterik mentari

Mengapa oh mengapa kasih
rasanya bagaikan didalam mimpi
terang hati ini menjadi suram
bagai mata tak bersinar lagi
sungguh tiada ku duga
semua ini akan terjadi

By : Syaeful Rahman

Ms.Fire Part2



Sudah satu hari ini Ms.Fire sakit, entah apa yang membuatnya seharian muntah-muntah. Dalam ketulusan seoran ibu, ia merawat anaknya dengan penuh perhatian. Sarapan pagi pun tidak dimakan Ms.fire karena ia baru belum bangun dari tidurnya, ia baru bangun dari tidurnya tepat saat adzan dzuhur berkumandang. Dengan rasa khawatir ibunya pun menyuruh Ms.fire untuk segera mengisi perutnya dengan makan siang yang telah disiapkan ibunya. Tapi lagi-lagi Ms.fire malah membalas kasar perhatian yang diberikan ibunya, ia malah berkata “Aku ga mau makan! Nanti kalo aku makan percuma akan aku muntahkan kembali. Bentaknya pada ibunya
Dengan sabar ibunya pun menjawab “Makanlah biar sedikit agar tubuhmu tidak lemas, karena daritadi kamu muntah-muntah terus, pinta ibunya dengan lembut. Tanpa berkata apapun Ms.fire langsung membanting keras pintu kamarnya sambil berteriak “Lu ga ngerti apa? W udah bilang nanti kalo w makan percuma pasti keluar lagi!
Lagi-lagi ibunya menjawab dengan sangat sabar, “Karena itu nak, kamu harus mengisi perutmu! Apa kamu mau ibu antar untuk berobat nak? Tanya ibunya perhatian
“Sudahlah diam aku capek! Jawab Ms.fire dengan ketus.
Apalagi yang harus aku lakukan Ya Allah, sembuhkan anakku dari sakitnya… lirih ibunya dalam doanya.
Sampai habis magrib Ms.fire tidak keluar dari kamarnya, ibunya pun semakin panik. Di dobrak lah pintu kamar Ms.fire.
Ternyata didalam kamar Ms.fire tertidur dengan keadaan suhu tubuh yang sangat panas. Ms.fire pun dilarikan kerumah sakit terdekat oleh ibunya. Dokter juga tidak mengetahui kenapa Ms.fire muntah-muntah. Dan dokter hanya memberikan obat penghilang mual kepada ibunya.
Selang dua hari, Ms.fire kembali sehat. Sehatnya Ms.fire ternyata membuat perangai buruknya kembali lagi ke asal. Kali ini sasaran kemarahannya adalah adik laki-lakinya. Tak tahu jelas apa penyebab kesalah adiknya ia langsung memukul juga memerahi adiknya. Selidik di selidik ternyata Ms.fire sedang bermasalah dengan pacarnya, dan menumpahkan kekesalannya pada adiknya.
Selepas magrib, ayahnya pun tiba dirumah. Ms.fire tidak sama sekali menjawab salam ayahnya, ia malah asyik mengobrol dengan orang yang dibalik telepon. Saat adzan isya berkumandang ayahnya menyuruhnya  untuk segera shalat isya, tapi kembali lagi Ms.fire malah membentak ayahnya, “ia saya tau tidak usah disuruh juga saya akan shalat! Ucapnya dengan nada yang keras.
Ayahnya tak mau banyak bicara karena ia masih lelah sepulang dari kantornya. Ayahnya pun langsung bergegas mandi dan menunaikan shalat isya. Selepas shalat ayahnya pun berdoa “Ya Allah Engkaulah tempat manusia bergantung dan mengadu, aku merasa gagal mendidik anakku Ya Allah. Apa yang sebenarnya harus aku lakukan untuk mengubah sifatnya itu, lembutkan hatinya wahai Dzat yang Maha Lembut. Amin

Bersambung……………………………………….