Disleksia adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami
kesulitan dalam mebaca dan menulis.Pola kesalahan dalam tulisan yang dilakukan oleh anak-anak disleksia selalu
berulang pada kesalahan yang sama contohnya dia bingung b ‘untuk’ d ‘dan’ d
‘untuk’ b’ atau S dan R terbalik, H dan
T.
Pada kasus umum di masyarakat, ketika ada seorang anak yang
sulit untuk focus pada suatu tema, pelajaran dan sulit untuk diminta belajar
membaca dan menulis dianggap sebagai anak yang malas. Padahal anak disleksia
tidak bodoh ataupun malas. Namun dia
hanya Sulit untuk mengenali huruf, anak-anak atau orang yang mengalami
disleksia tidak bisa membaca kata, oleh karena itu maka dia tidak bisa mengerti
artinya. Mereka juga kesulitannya Tidak dapat mengenali huruf, kesulitan untuk
menerima beberapa instruksi, contohnya ketika seorang guru memerintahkan untuk
membuka halaman 13 bab 9 baris 2 alianea 1. Dalam hal intruksi kepada mereka
harus dilakukan secara bertahap. Agar mereka tidak kebingungan.
Jika pada orang kebanyakan ketika diucapkan apple maka dia
akan memikirkan apel tapi anak disleksia kesulitan karena dia tidak dapat
mebaca kata maka dia tidak bisa mengerti artinya. Selain itu, membaca dan
menulis itu penting untuk menghubungkan suara dengan simbol harus tahu arti
kata-kata. Dan anak disleksia tidak mampu memenuhi persyaratan dasar itu.
Contohnya ketika seorang normal yang tidak berasal dari cina
atau tidak memiliki pengetahuan dasar disuruh membaca tulisan kanji (tulisan
cina) maka ia tidak bisa membacanya. Begitu jugaa dengan anak disleksia dia
tidak dapat membaca karena dia tidak memahami apa yang ia baca. Namun ada beberapa
guru yang memaksa anak disleksia untuk berkonsentrasi, dan menyuruh membaca,
lalu anak itu berkata bagaimana aku bisa membacanya? Dan guru itu berkata kamu
nakal dan bodoh.
Anak disleksia Sulit untuk mengikat tali sepatu. Dia juga
tidak bisa berhubungan dengan ukuran jarak dan kecepatan. Anak-anak disleksia
bermur hampir 8 atau 9 tahun tidak dapat mebaca dan menulis, tidak dapat
melakukan hal-hal biasa. Gagal untuk melakukan hal-hal yang anak seusiannya
dapat melakukannya, kepercayaan dirinya akan hancur.
Oleh karena itu orang tua, guru, atau siapapun menyadari
bahwa ada orang yang mengalami kriteria disleksia pada seseorang, harus
diperlakukan secara baik. Jangan sampai meruntuhkan kepercayaan dirinya.
Apalagi menghina dan menghardiknya dengan kata-kata yang dapat melemahkannya.
Disleksia dapat terjadi pada siapa saja, bisa dari faktor
keturunan, atau masalah kabel kecil di otak saja. penulis menekankan Anak
disleksia bukanlah anak yang mempunyai keterbelakangan mental ataupun abnormal,
bahkan seorang anak disleksia yang mempunyai keahlian mendalam dan dapat
menganalisis sesuatu dengan tajam dangan imajinasi yang jelas. Jauh berbakat
dari anak-anak yang lainnya.
Setiap anak memiliki
ketrampilan yang unik, kemampuan dan impian yang berbeda. Dan walaupun sama impiannya tapi berbeda cara
mencapainya. Jangan memakasa anak-anak untuk mewujudkan impiannya.
Albert einstein adalah seorang laki-laki yang sulit untuk
mebaca dan menulis, namun dia berusaha keras untuk bisa, dia tidak bisa
mengingat huruf x datang sebelum huruf Y, kata-kata itu musuh baginya, mereka
menari-nari didepannya, menakutkan dan menyiksa dirinya, otanya penuh alfabet
menari-nari dan suatu hari anak itu gagal dalam sekolahnya, setiap orang
menertwakan dia dan ia tetap memasang wajah berani, kemudian suatu hari ia
mengeluarkan teorinya, dan ia membuat duni tercengang dengan teorinya. Teori
relativitas efek fotolistrik, dihargai hadiah nobel tahun 1921
Penemu besar Leonardo Da Vinci sebuah sketsa helikopter,
pada abad ke-15 leonardo Da Vinci kesulitan membaca dan menulis, Thomas Alva
Edison penemu listrik seorang chap miskin yang tidak bisa menghafal alfabet. Abhishek
Bachchan Sebagai anak dia sulit untuk mebaca dan menulis. Pablo picasso pelukis
kubisme terkenal dia pernah tidak memahami nomor 7.
Merka bisa melihat di dunia yang berbeda, mereka berfikir
unik dan tidak semua orang mengerti mereka, mereka menentang tapi mereka muncul
sebagai pemenang dan dunia takjub.
Ciri-ciri
anak disleksia pada anak
sebenarnya
gejala disleksia bisa didekteksi sejak anak berusia dini, misalnya pada usia
prasekolah atau sekolah dasar dengan memperhatikn beberapa ciri berikut ini:
1. Anak
mengalami kesulitan bicara serta mengucapkan kata-kata panjang secara benar.
2. Kesulitan
mempelajari susunan alfabet, mengurutkan hari dalam seminggu, serta mengenali
warna, bentuk dan angka
3. Kesulitan
mengenali dan melafalkan buny huruf
4. Tidak
mampu mebaca dan menuliskan namanya sendiri
5. Kesulitan
dalam mengeja kata atau suara
6. Tidak
bisa membedkan antara kanan dan kiri
7. Sering
menuliskan huruf atau angka terbalik
8. Menemui
kesulitan dalam pelajaran berhitung
9. Kesulitan
mengikuti intruksi yang terdiri atas beberapa langkah
Tanda-tanda disleksia pada usia pra sekolah
antara lain
1.
Suka mencampur adukan kata-kata dan frasa
2.
Kesulitan mempelajari rima (pengulangan bunyi)
dan rtme (irama)
3.
Sulit mengingat nama atau sebuah obyek
4.
Perkembangan kemampuan berbahasa yang
terlambat
5.
Senang dibacakan buku, tai tak tertarik pada
huruf atau kata-kata
6.
Sulit untuk berpakaian
Pada
usia prasekolah, adanya riwayat keterlambatan berbahasa atau tidak tampaknya
bunyi dari suatu kata (kesulitan bermain kata-kata yang berirama,)
-
Kebingungan dalam menghadapi kata-kata yang
mirip,
-
Kesulitan mengenal huruf disertai dengan adanya
riwayat keluarga yang menderita disleksia.
Tanda-tanda disleksia di usia sekolah
dasar:
1. Sulit
membaca dan mengeja
2. Sering
trtukar huruf dan angka
3. Q1
4. Sulit
mengingat alfabet atu mempelajari tbel
5. Sulit
mengert tulisan yang ia baca
6. lambat menulis
7. Tidak
bisa membedkan antara kanan dan kiri
8. Sulit
mengingat hari dalam sepekan
9. Kesulitan
dalam berpakaian
Pada anak usia sekolah biasannya keluhan berupa kurangnya
tampilan di sekolah tetapi sering orang tua dan guru tidak menyadari bahwa anak
tersebut mengalami kesulitan membaca. Biasanya anak akan terlihat terlambat
berbicara, tidak belajar huruf di taman kanak-kanak dan tidak belajar membaca
pada sekolah dasar. Anak tersebut akan makin tertinggal dalam hal pelajaran
sedangkan guru dan orangtuabiasanya makin heran mengapa anak dengan tingkat kepandaian
yang baik mengalami kesulitan mebaca.
Anak disleksia anak yang pintar dia hanya memiliki sedikit
masalah dengan membaca dan menulis. Dia memiliki kecerdasan diatas rata-rata,
dia memiliki hak sekolah ditempat anak-anak yang normal dia hanya mebutuhkan
sedikit bantuan
Membiarkan dalam beberapa waktu tulisan tangan ejaannya
diabaikan biarkan dia kan diuji secara lisan, karena pengetahuan adalah tulisan
dan lisan dan seorang guru akan mengajarkannya membaca dan menulis lambat laun
ia akan membaik.
Menangani
anak disleksia
Anak disleksia bisa belajar di sekolah biasa ataupun sekolah khusus tergantung dari efek disleksia tersebut. Bila anak masih dapat mengikuti pelajaran dengan nilai “cukup” dan perkembangan sosial emosinya tidak terganggu, anak masih mungkin belajar di sekolah biasa. Tetapi jika disleksia amat mengganggu prestasi belajar, bahkan sampai tidak naik kelas, sebaiknya disekolahkan di tempat khusus agar ditangani lebih terfokus. Di rumah Anda pun bisa melatih meningkatkan kekuarangannya.
Membaca
Menangani anak disleksia yang memiliki kesulitan membaca teknis (sering terbalik-balik –ibu menjadi ubi-, bingung dengan huruf yang bentuknya mirip, kehilangan jejak saat membaca), bisa diatasi dengan cara:
Memulai dari hal yang sudah dikuasai anak. Misalnya mulai dari pengenalan huruf, suku kata, kata yang terdiri dari dua suku kata, dan seterusnya.
Metode dikte. Guru atau orang tua mendiktekan kata atau kalimat, lalu anak menuliskannya. Hal ini juga bisa dilakukan terbalik yaitu anak yang mendiktekan kemudian ditulis oleh orang lain, lalu ia diminta membacakannya kembali.
Membaca wacana dan menjawab pertanyaan tentang wacana tersebut. Sumbernya bisa berupa buku cerita bergambar, cerita tanpa gambar, atau membaca bersama dan perlahan-lahan anak dibiarkan mendominasi bacaan.
Membedakan b dan d dengan bantuan ibu jari kiri dan kanan.
Membuat huruf dengan lilin.
Banyak diberikan tugas yang melatih rangsang visualnya.
Saat di kelas, anak disleksia diberi giliran membaca paling akhir agar bisa mendengarkan teman-temannya terlebih dahulu.
Usahakan saat ujian, tulisan untuk anak disleksia diperbesar.
Guru membantu anak disleksia untuk membaca soal saat ujian yang dikurangi secara bertahap sesuai kemampuan anak.
Pengurangan jumlah soal ujian.
Anak disleksia juga dapat memiliki kesulitan memahami bacaan, biasanya karena ia mengalami gangguan berpikir konsep. Bisa juga ia kurang memahami kata demi kata dalam bacaan tersebut. Apa yang bisa dilakukan?
Memberikan bantuan gambar pada saat menjelaskan sebuah konsep
Pemetaan pikiran (mind mapping) agar anak bisa memperoleh gambaran umum tentang suatu konsep sebelum mulai belajar.
Sebelum membaca sebuah cerita, dengan melihat judulnya biasakan anak untuk bertanya apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana.
Menjelaskan langsung. Bila anak mengalami suatu kejadian, misalnya berkelahi dengan teman, jelaskan secara langsung sebab akibatnya.
Menulis
Beberapa anak disleksi memiliki tulisan yang jelek karena kontrol motoriknya kurang baik. Strategi yang bisa dilakukan antara lain:
Latihan menulis halus, berupa pola ataupun kalimat. Latihan bisa dilakukan sebagai hukuman atau saat anak sedang santai.
Menghubungkan titik dengan titik untuk melatih kemampuan motorik halusnya.
Menggunakan pencil grip
Menggunakan pensil yang tebal (misalnya pensil 2B) pada anak yang tekanannya terlalu lemah dan pensil yang tipis (pensil H) pada anak yang tekanan pada kertasnya terlalu kuat.
Memahami urutan
Sebagian anak disleksia sulit mengingat urutan hari dalam satu minggu atau bulan dalam satu tahun. Mereka juga sulit mengingat deretan angka. Apa yang bisa dilakukan?
Mintalah ia menceritakan kembali secara runtut sebuah cerita yang baru saja diterangkan padanya atau film pendek yang baru ditontonnya, atau kejadian yang baru dialaminya.
Lakukan permainan yang melatih memampuannya mengurutkan, misalnya menyusun angka, kalimat, dan sebagainya.
Memahami orientasi
Anak disleksia juga sering kali ragu tentang orientasi ruang seperti kanan-kiri, depan-belakang, ataupun atas-bawah. Bahkan ada yang tidak mengerti waktu atau tempat di mana mereka berada. Bagaimana meningkatkan kemampuan orientasinya?
Permainan baris berbaris
Bila anak benar-benar bingung mana kanan dan kiri, berilah tanda seperti gelang pada salah satu tangannya.
ngatkan ia setiap hari tentang tanggal ataupun hari saat ini.
Lakukan permainan yang melatih kemampuan orientasinya, misalnya “Pegang telinga kiri dengan tangan kananmu!”
Memahami angka
Ada pula anak disleksia yang sulit memahami matematika, biasanya karena kurangnya kemampuan bahasa, mengurutkan, dan memahami simbol. Terkadang, mereka juga sulit menghitung mundur dan salah menempatkan angka. Gunakan kertas berpetak untuk melakukan penjumlahan atau pengurangan, dan permudah lambang-lambang yang sulit misalnya simbol <> dilambangkan seperti mulut buaya, katakan mulut buaya selalu menghadap ke angka yang lebih besar.
0 komentar:
Posting Komentar