KETIKA CINTA HARUS MEMILIH............



KETIKA CINTA HARUS MEMILIH............

Rasa yang tak dapat ku ceritakan dengan kata-kata, rasa yang tetap bertahan walau hari, minggu, bulan, bahkan tahun telah berganti. Rasa yang aku sendiri tak mengerti kapan mulai ada dalam hati ku ini. Ya Allah izinkan aku untuk dapat merasakannya lebih dalam lagi.
###########
“Fatimaaaaaaaah...” teriakan zaza membuat ku tersadar dari lamunan ku, “kamu ngapain sih disini?” tanya zaza gereget, “ aku sedang menikmati indahnya pemandangan sore ini” jawabku bohong. “bohooooong kan kamu?” tanya zaza sedikit membentak. “Iya-iya aku ngaku, tadi aku lagi melamun”. “ngelamunin apa siih fatimah sayang?” tanya zaza sedikit melemah. “Cerita doong,, lanjut zaza merayu” “gak ah,, rahasia..!” jawabku canda. “awas ya kamu.!” Kata zaza sambil menggelitik ku. “ampun-ampun... iya deh aku cerita, “nah gitu dong jawab zaza. “aku juga gatau harus mulai cerita dari mana za, yang aku tau sekarang aku lebih kuat merasakan perasaan itu, aku kira rasa itu akan hilang dengan sendirinya tapi ternyata semenjak aku melihat dia waktu kelas 1tsanawiyah saat acara dzikir bersama aku merasakan cinta monyet itu, dan rasa itu bertahan sampai sekarang za, “apa? Kamu cidaha sama dia udah hampir 3 tahun? Siapa sih dia? “said” ku jawab dengan sedikit malu, “hahhh???? NUR SAID RAHMATULLAH??? Teriak za histeris. “iya za, kamu jangan keras-keras dong,, nanti kalau kedengeran yang lain kan aku malu, jawab ku merendah. “ fatimah ku sayang, teman terbaikku, aku mohon banget kamu mulai sekarang harus lupain dia, sebab apa? Dia gak mungkin bakal jadi sama kamu. Dia kan salah satu laki-laki favorite di angkatan kita, bahkan adik kelas dan kakak kelas juga banyak yang menyukainya. Jadi aku mohon kamu lupain dia ya, aku takut nantinya kamu malah terluka karena gak bisa mendapatkan dia. “ tapi..... za aku benar-benar menyayangiya  aku udah coba buat ngelupain dia tapi rasa itu seakan gamau pergi dari hatiku.” Jawabku tertatih dan tak terasa aku meneteskan air mata. “fat, aku tau, kamu pasti merasa berat untuk melakukannya tapi aku cuman gak mau ngeliat kamu terluka. Ucap za sambil merangkul ku. “akan ku coba za,” jawabku melemah.
###########

Dear diary,,,,
3 bulan sebelum Ujian Negara aku seneng banget bisa deket sama dia, ya walaupun aku harus merahasiakannya dari za tapi gak apalah kan satu hal aku sembunyiin dari dia bukan masalah besar.
Tintonhtingtingtingtong.. “sms siapa ya,? “waah dari said
Malem, fatimah, kamu lagi apa? Aku mau curhat nih.
Ya nanti aku telepon kamu
Yes.. telepon si dia lagi” ucapku senang.
Halo.. assalamualaikum
Iya halo waalaikkumuzsalam
Ada apa?
Fatimah aku lagi ada masalah nih, aku suka banget sama eka, kamu kenal kan?
Brruggggg....... terasa seperti sebuah benda berat jatuh mengenai ku dan aku merasa hati seperti tersayat sebuah pisau paling tajam. Aku tiba-tiba membisu dan merasakan sesak yang sangat di dadaku dan aku menangis.
Fatimah..?? fatimah???
iii...iya kenapa?
Aku yang harusnya tanya ke kamu, kamu kenapa? Ko diam dan suara mu terdengar begitu berat.
Ooh gga pa2 ko, Cuma sedikit pusing nih
Oh gtu, maaf ya udah ganggu kamu istirahatin ajja dulu
Iiya makasiih
Ya Allah kenapa tiba-tiba dadaku begitu sesak dan sakit. Ucapku merintih dan ku baringkan tubuhku.
############
Dear diary
Sejak kejadian waktu itu aku berusaha untuk mengutkan diriku, atas apapun yang nantinya akan terjadi padaku. Bukankah aku yang telah memilih jalan ini. Dan sekarang genap 2 bulan sudah aku mendengarkan curhatan said disetiap malam ku, tentang wanita pujaannya yang sekarang berhasil menjadi kekasihnya. Ya walau terasa begitu menyayat hati ini, karena menurutku waktu 2 bulan bukanlah waktu yang sebentar untuk mendengarkan curahan hati orang yang kita sayang tentang wanita lain. Hmmm tapi inilah jalan cerita yang telah ku pilih. Biarpun aku merasakan sakit tak terkira namun aku tetap bahagia dapat merasakannya, yya.. meraakan begitu kuatnya cinta ini.
##############
“Hei fat, ga terasa ya ternyata sebulan lagi kita akan bertemu dengan makhluk yang begitu ditakuti para siswa kelas 3 tsanawiyah.
“Ah kamu, lebay banget deh Cuma mau bilang bentar lagi UN aja pake herpobolis gitu”
“hahahahaa.. gak apa2 dong”
“oiya kamu mau lanjut kemana setelah ini?
“rencana ku mau ke bogor, disana ada pesantren yang lumayan bagus kata mamah ku.”
“mmm... gtu, fat masuk kelas yyuk, udah bel nih.” Ucap za padaku
Aku harus jujur pada said sebelum lulus. Ya walau aku tahu bahwa yan dia sukai eka, namun tetap aku harus jujur. Ucapku dalam hati
Bel pulang sekolah pun berbunyi, dan seluruh siswa keluar dari kelas mereka.
#############
Dear diary
Uuhhh.. ternyata aku gak berani bilang ke dia nih, padahal UN tinggal satu minggu lagi, gimana ya,, Ya Allah beri aku keberanian.
Tinuttinuttinuttinutitnut
Hallo, assalamualaikum?
Iya hallo, waalaikumuzsalam
Fat, apa kabar?
Baik donk, gimana kamu sendiri
Aku lebih baik..
(Apa aku sampaikan sekarang saja yah?) pikir ku                        
Fat.. fat.. fatimahhh
Iiiiyaaa...
Kamu kenapa sih belakangan ini selalu bengong kamu ditelepon
Ah , ga papa aku cuman kaget aja tumben gitu kamu nelpon, kan biasanya juga aku
Hahaha kamu ngeledek ya, ya gak apa-apa kali kali mah
mmmmmm..... said..
ya?
Aku boleh jujur gak?
Iiya bolehlah.. masa orang mau jujur dilarang!
mmmmm... said,,, sebenernya,,, mmmm,,, sebenernya,,,, mmm
apaaan sih kamu? Daritadii mmmm mmmm terus, kapan mau ngomongnya?
Maaf deh, aku gugup. Seenernya aku sayang sama kamu, udah lama banget dari aku kelas 1tsanawiyah sampai sekarang. Dan aku beraniin ngomong ini ke kamu, karena aku udah gak bisa menahan perasaan ini lagi. Aku tahu kalo kamu suka sama eka, tapi aku gak minta apa-apa kok aku Cuma pengen kamu tau aja udah cukup bagi aku.
(air mataku tak tertahankan,,begitu saja tumpah dengan derasnya,)
Aku gak nyangka fath, kamu gitu.
Apa aku salah? Salah ya bilang ini ke kamu?
Aku udah anggap kamu sahabat baik aku, malah aku anggap kamu adik aku sendiri, dan sekarang kamu ngomong gini, kenapa gak dari awal kamu jujurnya, kenapa baru sekarang? Mungkin ini tetepon terakhir ku,
Kenapaa? Kenapa kamu malah ninggalin aku? Saiid? Saaiid?? Aaaaargghhhhh....
Telepon itu tiba-tiba terputus.
Ku rebahkan tubuhku di atas kasurku, ku biarkan air mataku turun dan aku biarkan rasa sakit itu memenuhi hati ku, sesak dan sakit yang kurasa. Aku menangis sejadi-jadinya. Ya Allah,,, kenapa said malah menjauhi ku ketika aku jujur padanya tentang perasaanku, kenapa Ya Allah? Padahal aku rela merasakan sakit hati dimalam-malam kemarin karena mendengarkan curahan hainya tentang eka, tapi kenapa sekarang aku malah mendapatkan ini semua? Ya Allah terimakasih engkau telah izinkan aku untuk merasakannya, walaupun pahit diperjalanan dan akhirnya. Aku sangat berteimakasih.
###########
“za, ga kerasa ya ini udah hari terakhir kita UN” rintih ku pada za
“kamu kenapa fath? Kok sepeti sedih sekali? Tanya za dalam
“aku sedih jika harus berpisah dengan mu, aku akan kehilangan sahabat sebaik kamu”
Jangan ngomong gitu dong, walau nanti kita gak satu sekolah lagi, kita kan masih bisa hubungan via telepon. Jangan sedih gitu dong say,
”Iya ya za.. kamu bener.!
“yuk kita pulang,
Aku mengikuti langkah za, dan masuk kedalam angkot. Dan saat itu aku berusaha mencari said, ternyata dia ada dilantai 3 sekolah dan aku bersyukur angkotnya tidak langsung jalan. Terimakasih Ya Allah kau berikan aku izin untuk melihat senyumnya untuk yang terakhir kali, karena setelah ini aku pasti langsung ke bogor.
“fath, kenapa nangis?” tanya za heran
“enng... enggak apa-apa ko cuman agak perih nih mataku” jawabku mengalihkan pembicaraan
Angkotpun mulai berjalan
Selamat tinggal said, selamat tinggal cinta pertamaku. Ya benar cinta pertama bukan pacar pertama. Lirih ku dalam hati.
########
“hhmmm... menyakitkan ternyata cinta pertamaku itu.” Ucapku seraya menutup buku deary ku yang telah begitu usang.
“sayang, sudah beres-beres gudangnya? Teriakan mamah dari arah dapur.
“Hampir selesai mah, jawabku padanya.
##########
mah, insyaAllah besok aku akan pergi ke cairo untuk melanjutkan S2 ku disana,  restui aku ya mah”
“pasti sayang,” jawab mamah seraya mencium keningku.
Aku pun masuk ke dalam kamar, Ya Allah efek baca buku deary tadi aku jadi ngerasa gelisah banget, jadi seperti mengalami rasa sakit yang dulu pernah ku rasa, astagfirullah,, tenangkan hati ku ini Ya Allah jangan biarkan aku kembali meratapi masa-masa itu lagi. Biar cerita 7 tahun lalu itu hanya menjadi bagian kenangan ku saja, bukan hidup kembali dalam masa sekarang ku ini. Pintaku pada zat yang Maha Agung .
############
“Sayang, hati-hati ya disana, jangan lupa banyak makan buah, disana pasti panas.” Pesan mamah padaku
“ iya mamah, mamah aku pergi dulu,  pesawatnya sudah mau pergi.” Ucapku sambil mengambi tangal perempuan itu dan mencium tanganya.
Aku pun masuk ke dalam pesawat. Mencari dimana tempat dudukku, setelah aku menemukannya, tak sengaja mataku melihat seorang laki-laki yang tak asing bagiku sedang melihat kearah luar. Aku pun duduk, alis mataku menggerenyut berusaha mengingat siapa laki-laki yang sepertinya begitu aku kenal namun aku sedikit lupa. “said!” teriak hati kecilku seakan dia ikut membatu aku mengingatnya.
“benar itu said,” sambil sedikit menoleh padanya.
“benar-benar tak kusangka aku dapat bertemu kembali denganya” sambil menyandarkan tubuhku, dan tiba-tiba segumpulan kenangan itu kembali muncul dan rasa rindu ku itu terhalang oleh besarnya rasa sakit hati ku. Wahai hati, ternyata engkau lebih memenangkan rasa sakitmu dibanding rindu dan sayang mu padanya, maafkanlah dia, mungkin kala itu dia memiliki alasan meninggalkan ku, ucapku pada diri ku sendiri. Dan seakan hati ku menjawab ucapanku, dia masih enggan untuk memaafkanya,
#############

Bruuggggg..... suara keras itu membangunkan ku dari tidur lelap ku, ada sebuah cairan mengalir di dahiku, ku sentuh cairan itu dan kulihat, ternyata darah. “ada apa ini? Ucapku seraya memegang kepala ku yang terasa begitu pening. Ku coba membuka mata pelan-pelan tapi tak bisa. Terdengar beberapa suara tangis dan suara yang memanggil, “mba... mba.. bangun mba.. sadar..” suara itu terasa ada didekatku. Ku buka mata ku perlahan remang-remang ku lihat sebuah wajah yang tak asing bagiku. “Sa’id.. lirih ku dalam hati”, “mba, ga pa pa kan?” tanya laki-laki itu hawatir. “tidak, Cuma sedikit pusing kepala ku, apa yang terjadi?” ucap ku mencari tahu. “saya juga tidak tahu persis apa yang terjadi karena saat itu saya sedang membaca buku, tiba-tiba pesawat kehilangan kendali dan menabrak gunung itu.” Ucap laki-laki itu. Aku pun mencoba melihat sekeliling, ternyata aku hanya melihat bagian-bagian retakan pesawat itu dan ada sektar dua tiga orang sedang menangis, “kenapa mereka menangis? “ beberapa teman atau saudara mereka belum ditemukan cuman beberapa orang saja yang terselamatkan, sekarang kita masih menunggu pertolongan dari tim SAR, bersabarlah mba” “iya, terimakasih.” Aku pun menyandarkan tubuhku disebuah pohon besar, sambil menatap wajah laki-laki itu untuk meyakinkan siapa dia. Ternya memang itu said, dia tidak mengenaliku, aah memang sejak aku mulai menyukainya waktu MTS dia tidak pernah melihatku sekalipun.  Wajar kalau dia tidak mengenaliku, walau aku masih tetap mengenalinya. “mba..” suara itu membuyarkan lamunan ku, “iya,” “mba kalau boleh tau, tujuan mba mau kemana ya?” “saya mau ke Mesir, mau lanjut kuliah S2 saya di Al-Azhar University. Jawabku adanya. “wah, berarti kita sama ya, saya juga niatnya akan melanjutkan S2 saya disana, seraya tersenyum manis padaku. “oiya, mba S1 dimana?” “di UIN, belum sempat aku melanjutkan jawaban ku, tiba-tiba laki-laki itu berkata “mba tim SAR sudah datang, ayo kita beri mereka petunjuk supaya mereka tahu dimana kita, “ dan dia pun mengumpulkan beberapa kayu dan daun yang dapat dibakar. Tak lama kemudian tim SAR melihat asap yang ditimbulkan kayu itu. aku pun dibawa menggunakan kasur seperti keranda itu. “pusing yang kurasakan semakin menjadi-jadi, dan aku pun tak sadarkan diri.”

“lemas sekali..” lirihku, dalam hati sambil perlahan membuka mata. “mba, gimana udah enakan? Tanya seorang laki-laki. “lemas sekali, jawabku” “gimana gak lemas, mba tadi mengeluarkan darah yang cukup banyak dari kepala mba”. Aku bingung, “sekarang aku dimana?” tanyaku padanya. “dirumah sakit mba.” “aww,, teriak laki-laki itu sambil memegang tangan kirinya, “kenapa?” “gak apa-apa kok mba, Cuma sedikit terluka aja. Tapi tadi udah di obatin suster ko. “jawabnya polos. “oiya mba, boleh tau namanya gak?” aku pun mengangguk, “boleh, aku fatimah,” jawabku sambil menoleh kepadanya. “kenapa?” tanya ku kepada laki-laki itu yang memasang wajah heran. “oh tak apa mba, aku nur said rahmatulloh, panggilnya bisa said atau rama terserah mba deh, ucapnya seraya tersenyum. Aku membiarkannya memanggil mba, mungkin dia lebih nyaman dengan itu, “mba fatimah, ehh,, fatim aja deh, boleh kan?” “boleh” jawabku. Tadi mba bilang S1 mba di UIN? UIN mana ya? Jangan-jangan kita sama lagi? Tanya nya bersemangat. “gak ko, aku di UIN Bandung, kamu di UIN Jakarta kan? Tanya ku padanya. Dan teryata pertanyaan ku membuat dua alis nya mengerecut heran. Sebelum keheranan semakin jadi aku pun menimpali. “tapi aku Cuma sampe semester 3 disana, semester 4 aku mendapat beasiswa ke Amerika. “wiih,,, keren,, ya, jawabnya “tapi aku heran deh kenapa fatim tau kalau aku di UIN jakarta? Tanyanya “oh itu, ya aku nebak ajah, karena dari fisik ajah kamu udah keliatan pasti kuliah di Jakarta bukan di Malang atau Jogja, “ jawabku sekenanya. Entah dari mana jawaban itu, yang jelas aku gak mau dia tahu aku takut dia pergi. Aku masih ingin bersamanya ngobrol-ngobrol. “fath, kamu tidak ingin menghubungi orangtuamu atau saudara mu untu memberi kabar ini? Tanya nya “aku masih lemas untuk menelpon keluar, “gak usah, biar aku aja yang telepon, dan kabarin kondisi kamu ke orangtuamu. “oke,baik kalau begitu.” Jawabku singkat, sambil berusaha menulis nomer hp mamah.
“fath, orang tua mu tadi sudah ku telepon mereka bilang akan segera datang”. Ucap said. “Oiya, terimakasih ya, kamu sudah mau menelpon kedua orang tuaku. Ucapku padanya. “ga papa fath, nyantai aja lagi!.
“hhuuh.. musibaah emang gabisa direncanakan ya? Aku ga pernah sebelumnya kepikiran bakal jatoh dari pesawat, dan Allhamdulillahnya aku ga apa-apa. Segala puji untuk Allah tuhan semesta alam yang telah menyelamatkan ku dari maut.” Begitu juga menyelamatkan mu fath,! Ucap said sambil tersenyum senang. “Ya aku bersyukur Allah masih memberiku kesempatan untuk hidup.” Ucapku menimpali.
“oiya fath, kamu tau gga aku sepertinya gga asing ngeliat wajah kamu, aku seperti pernah bertemu sebelumnya dengan mu tapi entah dimana! Ucap said sambil menatap wajahku dengan tatapan aneh. Saat itu aku langsung terkejut mendengar ucapannya, aku bingung bagaimana menjawab pertanyaan sekaligus pernyataan yang iya ucapkan, aku gam au dia ingat masa itu, karena sepertinya pada saat itu dia sangat ingin menjauhkan dirinya dari ku. Aku gak mau kalo dia tau bahwa aku adalah teman tsanawiyahnya yang pernah dekat dengannya dan pernah mencintainya. “serius banget fath, Ah, aku bercanda fath! Ucap said menganggetkan ku, “Hahaha.. kamu seperti orang yang kebingunngan gitu, aku tuh Cuma bercanda tadi, ! kena deh kamu aku tipu!” ucap said sampai tertawa lepas. “Huuh..syukurlah!” lirihku dalam hati.
“Assalamu’alaikum, sayang, maaf ya mamah telat” ucap mamah ku yang baru saja datang. “iya mah, gapapa! “kamu ga papa sayang?” Tanya mamah kepadaku. “Alhamdulillah mah aku baik-baik aja”.
############
“Mah, aku ingin pergi ke Mesir secepatnya, sudah 1 minggu lebih aku tidak masuk kuliah, padahal itu kuliah perdana ku. Ucapku pada mamah malam hari. “yaudah sayang, besok pagi kamu bisa langsung pergi ke Mesir, mamah liat kamu juga udah sehat.” Jawab mamah ku. “makasih ya mah, aku pergi tidur dulu, ucapku pada mamah”
Esok harinya aku pergi ke bandara dengan tujuan, mesir cairo.
Sesampainya disana, ustadz ku, sekaligus dosen ku di UIN tempat aku dulu studi S1 menyapa. “kamu kenapa datangnya telat? Tanya nya padaku. “saya kecelakaan ustad, pesawat yang tumpangi jatuh” “oh, begitu, Allhamdulillah kamu ta apa-apa ya? “ya ustad, Allhamdulillah.
#############
Kuliah S2 ku pun selesai, dengan nilai terbaik. “ini adalah kado terindah bagi sang pemimpi yang telah berusaha mewujudkan mimpinya” lirih ku dalam hati. “Hey, senang dapat melihat mu lagi! Suara itu mengagetkanku, “said,? Ucapku kaget sambil menoleh ke sumber suara. “Wah, senang rasanya kamu masih mengingatku”. Ucap nya. “Takan pernah ku lupa tentang mu,” jawabku dalam hati. “apa kabar kamu? Ucapku menimpalinya. “baik, sehat dan sukses! Hehehe. Jawabnya riang. “Allhamdulillah, aku senang mendengarnya” jawabku padanya. “Maaf sekali aku harus pergi ada seseuatu yang penting, sayang padahal aku masih ingin berbincang-bncang dengan mu, ucapku pada said. “ oiya, taka pa lain waktu kita bertemu lagi, ucap said sambil memasang muka kecewa dan dia juga meeminta nomor ponsel ku.
###############
Dikamar said,                        
Ya Rabb, mengapa tak kunjung kau pertemukan aku dengan wanita yang selalu ada dalam mimpi ku itu, dan mengapa juga kau memperlihatkan dalam mimpi ku wajahnya yang buram sehingga aku tak tau siapa sebenarnya wanita itu, wanita yang setiap malam ada di mimpi, yang membuatku tak dapat berpaling darinya, walau dia begitu indah hanya dalam mimpi ku, tapi aku yakin dia akan kutemukan di alam nyata ini. Said menutup blognya setelah ia menulis curahan hatinya.
Said begitu penasaran dengan sosok wanita yang selalu hadirnya di mimpinya, wanita yang mempunyai cinta yang tulus, tak mudah menyerah, berani berbeda dengan yang lain demi menegakan panji Islam, dan tak suka dengan cinta yang tak halal baginya. Ya begitulah kiranya sosok wanita yang selalu hadir dalam mimpinya sejak dia duduk di bangku SMA.
Kring...kring... hp said berbunyi, “Hallo? Suara said menyapa. “Assalamualaikum sahabat, ini aku riko teman MTS mu dulu. Jawab suara diseberang sana. “wa’alaikumuzsalam, iya2 aku ingat. Apa kabar mu ko? “baik”
Cukup panjang pembicaraan yang mereka lakukan ditelepon dan pada akhirnya riko memberi tahu bahwa Fatimah anak MTS yang dulu pernah suka kepada said juga kuliah di al-azhar cairo,
“lantas apa hubungannya aku dengan dia? Kejadian itu sudah lama sekali, mana aku ingat, ucap said pad riko. “bukan begitu id, tapi aku hanya ngasih tau aja, kali aja kamu ketemu dia. “ kalo, aku ketemu sama dia emang apa untungnya buat kamu ko? Tanya said kesal. “wah-wah kenapa kamu jadi marah- marah begini? Ternyata kamu masih ingin menjauhkan dirimu dari dia. Emang apa sih salah dia id? Dia wanita baik yang benar-bena tulus mencintaimu tapi kenapa kamu selalu menghindar? Cintanya telah memilih mu untuk dicintainya. Itu kata-kata terakhir yang aku dengar ketika aku bertanya kenapa dia begitu mencintaimu, padahal kamu sama sekali tak mempedulikan cintanya, dia bilang kalo cinta sudah memilih taka da yang bisa menghentikannya. Dan cintaku telah memilihnya untuk mencintai said. Itu kata-kata terakhir dia id, “aaahh.... udah-udah kamu tuh masih aja bahas masalah yang udah lampau itu, ucap said marah. “okeoke maafkan aku id, kalo aku membuat mu kesal, aku ga bermaksud. “oiya sekarang apa rencana mu? Tanya riko “aku masih ingin melanjutakn studi ku ko, sampai professor. Oiya ko, jangan sekali-kali lagi ya kamu membahas masalah ini. Aku sudah melupakannya dari dulu. Ucap said dengan nada yang masih kesal. “oiya id, siap-siap maaf ya tadi, nanti lain kali main lah kerumah ku, “InsyaAllah ko, kalo sempat aku pasti kesana untuk memakan kue buatan ibu mu yang enak itu, “hahaha,,, boleh-boleh, id sudah dulu ya, ga kerasa 2 jam lewat kitaa ngobrol pantas saja telinga ku panas” ucap riko. Oiya benar, aku juga lupa waktu, sampai nanti sahabat. “assalamu’alaikum, ucap riko menutup telepon. “wa’alaikumussalam jawab said.
#############
6 bulan berlalu, said semakin mengenal watak Fatimah. Dia merasa bahwa Fatimah mirip sekali dengan watak wanita yang selalu diimpikannya. Tak terasa cinta mulai tumbuh di hati said. Waktu terus berlalu, dia pun telah menentukan waktu untuk mengutrakan niatnya untuk mempersunting Fatimah. Karena menurutnya menikah adalah lebih baik daripada pacaran apalagi umur keduanya sudah tidak lagi muda.
Riko datang mengabarkan bahwa minggu depan dia akan menikah dengan Fatimah, teman MTS riko dan said. Wanita yang pernah menyukai said.
“huuh akhirnya, riko nikah juga dengan Fatimah, padahal dia yang begitu sangat membela dan mencomblang kan aku dengan Fatimah, wanita yang tak pernah aku lihat wajahnya. Lucu juga, aku juga mencintai wanita yang bernama Fatimah, tapi aku yakin Fatimah ku lebih baik daripada Fatimah yang akan dinikahi riko. Ucap said.
“Sebaiknya aku persiapkan kata-kata buat mengutarakan niatku pada Fatimah” biar ga terlalu gugup nantinya. Said pun membuka laptop nya dan mulai mengetik.
Untuk kamu wanita yang selalu ada dalam mimpiku,
Aku memang tak tahu siapa sebenarnya kamu, namun aku yakin kau lah wanita yang selama ini ku impikan. Wanita yang mampu membuatku jatuh cinta walau kita hanya bertemu dalam mimpi-mimpi ku. Aku mncintai akhlakmu, aku yakin kau lah wanita yang mampu menjadi ibu bagi anak-anak ku nanti. Mungkin ini terlalu berlebihan menurutmu, tapi inilah faktanya, fakta dimana aku benar-benar merindukan sosok nyata dari wanita yang ada dalam mimpi ku, wanita yang mampu membuat hati tergetar dengan tutur katanya lembut namun tegas, wanita yang senantiasa menjaga ketulusan cintanya. Dan aku telah menemukan engkau dalam alam nyata ku, aku yakin itu karena akhlakmu begitu membuatku terpesona.
Tapi jikalau kau bukanlah wanita yang ada dalam mimpi ku aku tetap jatuh hati padamu, karena akhlak yang kau miliki itu, hati ini telah menentukan, dan cintaku telah memilih mu untuk aku cintai, mau kah kau menjadi pendamping hidupku selamanya dan menjadi ibu bagi anak-anak ku nanti?
“Cukup lah, setidaknya aku sudah ada persiapan apa aja yang aku ucapkan nanti kepada Fatimah. Ucap said. Aku akan mengungkapkannya ketika selesai datang ke pernikahan riko, biar riko bisa gentian datang ke pernikahan ku. Yang nantinya aku dan riko punya istri yang memiliki naman yang serupa. Hahaha lucu juga ya! Ucap said dalam hatinya.
############
Dipernikahan riko,
Hey ko, selamat ya! Semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah dan diberikan anak-anak yang soleh. Maaf ya aku datang nya telat, jadi tak melihat saat kamu akad. Cie,cie. Jadi juga kamu sama Fatimah. Maka nya jangan suka comblangin orang sendirinya kan yang kena, hehehe. Mana dia? Aku belum pernah liat dia semenjak MTS. Ucap said sambil menepuk pundak sahabatnya. “ kamu dating aja udah makasih banget, nanti dia lagi ke dalam dulu, kamu nanti juga tau. Ucap riko.
“Fatimah? Ucap said saat melihat Fatimah yang dia kenal ternyata adalah Fatimah yang dulu pernah mencintainya, hati said kacau tak percaya dengan fakta yang terjadi. Faktanya said dan riko bukan hanya mencintai wanita yang namanya sama tapi kepada orang yang sama juga. Dia juga tak menyangka bahwa Fatimah yang telah dipilih cintanya untuk menjadi calon istrinya itu adalah istri dari sahabatnya. Hati said sudah tak bisa tergambarkan lagi, hancur, sakit, kecewa, benci itu yang dia rasa.
Begitu juga Fatimah, dia kaget ketika melihat said hadir dipernikahnnya. Dia tak mengira bahwa riko suaminya akan mengundangnya di pernikahan mereka. Tapi perasaan Fatimah Cuma sekedar kaget saja tak seperti said yang merasa kecewa, sakih hati dan lainnya. Karena Fatimah telah menentukan hati dan memilih cintanya untuk mencintai riko suamiya dan berhenti mencintai semua masa lalu tentang said.
Fath? Panggil said lirih. Kenapa kamu gabilang kalo kita adalah teman semasa MTS? Kenapa kamu diam fath? Kamu seperti orang yang baru mengenal ku, kamu biarkan aku mengenal mu sebagai Fatimah yang baru ada dikehidupan ku, bukan Fatimah yang pernah ada di masa lalu ku ? kenapa fath? Kau biarkan itu semua terjadi?
“maafkan aku said. Banyak alasan yang tak bisa kujelaskan. Aku Cuma ingin kau tak meninggalkan ku lagi ketika kau tau aku adalah masa lalu mu. Aku sengaja membiarkan mu mengenal sebagai Fatimah yang baru ada dihidupmu.
Dalam kegalauan itu said mencoba mengerti bahwa ketika cinta telah memilih maka taka da yang bisa menghindar darinya. Seperti Fatimah yang dulu memilih cintanya untuk mencintai said yang tak pernah memperdulikannya namun  sekarang Fatimah memilih dan menentukan untuk memilih riko sebagai penyempurna hidupnya. Said juga membiarkan cintanya memilih Fatimah untuk dicintai, dan mungkin dia akan menentukan dan memilih cinta yang baru yang akan membuat cintanya sempurna.
TAMAT

0 komentar: