Sederet trik kreatif, terutama untuk urusan promosi. 1. Karangan bunga Mau buka outlet baru? Pesanlah sekurangnya 10 karangan bunga dengan ucapan, “selamat dan sukses!” Lalu, pajanglah di depan outlet, berdekatan dengan jalan. Diharapkan, orang-orang yang lewat akan ngeh dengan outlet baru tersebut. Ini tidaklah semahal yang anda bayangkan. Caranya, ajaklah teman-teman anda sesame marketer untuk patungan. Dengan begitu, mereka juga berhak memakai karangan bunga itu sewaktu-waktu. Supaya tahan lama, pastikan karangan Bungan itu terbuat dari kertas atau plastic bukan bunga betulan. Juga siapkan space untuk mencantumkan dan mengonta ganti merek. Yak hanya anda dan teman-teman anda yang tahu bahwa karangan bunga itu berasa dari anda sendiri. 2. Lemming effect. Bisnis yang ramai makin ramai, bisnis yang sepi makin sepi. Itulah faktanya, yang merupakan dampak dari lemming effect. Maka dari itu, kalau anda baru buka usaha atau baru launching produk, pastikan tempat anda langsung ramai. Misalnya, anda baru buka bengkel. Mintalah saudara-saudara anda yang menganggur untuk mangkal seharian. Minta juga teman-teman anda untuk datang bergiliran dan hilir mudik kesana. Jangan lupa, parkirkan pula motor-motor dan buatlah kesibukan layaknya kesibukan bengkel yang sudah berjalan bertahun-tahun. Sebab, konsumen hanya tertarik pada usaha yang sudah terbukti jalan. Demikian pula minimarket, restoran, salon, klinik, kursus, dan lain-lain. 3. Klien pertama Anda adalah pemilik mama laundry, yang focus pada asar korporat. Sekiranya usaha inin baru buka, adakah yang mau menjadi kliennya? Hamper-hampir tidak kan? Maka tawarkan jasa anda pada tiga perusahaan terkenal di kota anda, semisal Novotel, McDermott, dan Astra. Terus, desak mereka agar mau jadi klien anda. Kalau perlu kasih gratis (Gratisnya cukup sekali) setelah itu, anda berhak membuat brosur atau iklan dengan embel-embel itu, anda berhak membuat brosur atau iklan dengan embel-embel “Novetel, McDermott, dan Astra adalah beberapa perusahaan yang pernah memakai jasa laundry.” Lha siapa yang tidak percaya? 4. SMS Request Cari tahu kapan acara reques lagu stasiun radio di kota anda. Terus ketiklah SMS yang kurang lebih berbunyi, “Minta lagu Kisah cintaku dari peterpan. Dikirim buat Elma yang sering nongkrong di Takadeli. Pesan buat Elma, nongkrongnya jangan lama-lama dong. Mentang-mentang kue di sana enak. Ntar uang jajanya cepat habis lho.” Tidak penting lagunya, tidak penting artisnya, tidak penting Elmanya yang penting adalah Takadeli nya . karena kebetulan anda lah pemiliknya! Nah, dengan biaya hamper nol rupiah, ribuan orang di kota anda akan tahun Takadeli! 5. Konter Informasi Hamper konter informasi di mal dan bilangah pada petugasnya, “Pak, tolong panggilkan teman saya, Pak samsi. Isinya, Pak samsi dari Katering Puri Bungsu harapa ke konter informasi. Ada pesanan nasi kotak dari DPRD. Ditunggu segera.” Tentu, trik ini sangan tokcer. Karena anda lah pemilik Katering Puri Bungsu. Akan lebih bermakna dan mengena, sekiranya target anda berada di mal atau di sekitae mal tersebut. 6. Bisikann pelangga Katakanlah, anda pemilik toko alat olahraga Cergas. Bergegaslah [ergi ke toko alat olahraga lainnya dan bisiki pelanggan di sana, “Bapak main tenis ya? Wah sama seperti saya. Ngomong-ngomng ada toko olahraga baru, lho. Cergas namanya. Kebetulan saya sering kesana. Bagus-bagus barangnya. Sudah begitu, murah-murah lagi. Berhubung percakapan seperti ini lumrah dari alamiah terjadi diantara pelanggan, anda tidak perlu khawatie diomeli penjaga tokonya. Sekedar catatan, ketika pelanggan yang dibisiki itu dating ke toko anda untuk sementara jangan sampai anda terlihat olehnya. 7. Titip Nama Setiap kali anda mengirimkan SMS, email, bergabung di milis, bertanya di seminar, memberi testimoni, atau sejenisnya pastikan andan menitipkan nama anda, merek andan dan keunggulan bisnis anda. Yah, kapan lagi bias promosi gratis? 8. Sisip nomor Buatlah stiker atau poster yang memuat nomor-nomor penting seperti kantor polisi, rumah sakit, pemadam kebakaran, dan seumpamanya. Yang pasti, sisipkan juga merek dan nomor telepon anda. Dijamin ini akan dipampang atau setidaknya disimpan baik-baik oleh konsumen. 9. Collective Branding Ini melebihi co-branding. caranya, merek A terpampang di tempat B,C,D, dan E. sedangkan merek B jugaterpampang di tempat A,C,D, dan E. begitu pula merek lainnya. Yah, tidak harus merek terkenal semuanya. Ini juga dapat dikomninasikan dengan program promosi enjualan, seperti, “Belanja lebih dari RP. 100.000 ditemapat A, dapat voucher diskon 10 persen di tempat B. “bayangkan sekiranya anda menggandeng 10 merek dan 30 prosen secara kolektif, konsumen pun betul-betul memetik nilai tambah setiap transaksi dengan anda. 10. Foto Tokoh Hamper selalu ada tokoh terkenal yang pernah dating ke tempat anda. Ini bukan kejadian langka sebenarnya. Minta izinlah untuk mengambil fotonya. Terus pajang, masalahnya apakah anda cukup telaten dan konsisten mengumpulkan foto-foto begitu? Percayalah, perlahan ini akan menggelinding laksan bola salju. Tokoh terkenal yang lain atau orang yang ingin dianggap tokoh terkenal akan menyusul mampir ke tempat anda. Boleh juga lengkapi semacam endoversement. Akirnya konsumen pun bergumam, “Wah, anggota dewan saja belanja ke sini, ya.” Jadilah ini magnet tersendiri! Sumber bacaan: Ippho Santosa, Marketing Is BULLSHIT, PT Elex Media Komputindo kompas gramedia
0 komentar:
Posting Komentar