PERPISAHAN

PERPISAHAN Penulis: Heni Susanti Anti duduk dengan santai di dalam angkutan umum. Sambil menunggu penumpang lain memenuhi mobil itu, dibukanya sebuah buku. Tentunya bukan buku salah satu Mata Kuliahnya. Tapi … sebuah buku psikologi. Entah sejak kapan kegemaran membaca buku- buku psikologi itu menghinggapi dirinya. Lama juga ia membaca … dan sudah lama pula mobil melaju. Ah, membaca di dalam mobil tidaklah membuat nyaman. Akhirnya, Anti menutup bukunya. Jalanan di jam-jam pulang kuliah seperti ini memang seringkali macet. Anti iseng- iseng melihat ke luar jendela mobil. Satu-dua buah motor melintas mendahului mobil yang ditumpanginya. Tiba-tiba ada suara motor yang begitu kerasnya. Anti mengerutkan keningnya. Ia lalu melihat ke luar, motor mana kiranya yang sudah membuat kegaduhan itu. Hmm … rupanya motor itu! Motor apapun namanya. Pokoknya yang berwarna perak. Lalu … ada dua huruf di bawah motor itu yang membuatnya tertegun. AD. AD? Itu “menandakan" Solo, bukan? Ah … iya! SOLO. Anti membuang pandangan ke luar kendaraan. Dia tidak ingin mengisi waktu menunggu macet dengan kenangan itu. Hmm … akhirnya sampai juga Anti di rumah. Setelah perjalanan penuh kemacetan dari kampus, dan perjalanan fikirannya ke masa-masa yang silam. Hari ini hari Sabtu. Hari dimana Anti bisa beristirahat banyak. Hmm … sepertinya fikirannya mesti dibikin santai dulu sebentar. Hari baru. Ah … hari baru. Sudah lama Anti bangun. Anti memikirkan apa yang mesti ia lakukan hari ini. Lalu Anti pun melihat ke sekeliling kamarnya. KAPAL PECAH!!!!! Seperti itulah keadaan kamar Anti sekarang. Anti geleng-geleng kepala melihatnya. Ya ampun. Kesibukannya beberapa hari terakhir ini membuat dia lupa untuk membereskan kamarnya. Ketika hendak tidurlah baru dia kembali teringat. Ya … Minggu pagi ini, dia mempunyai banyak waktu untuk membereskannya. Cepat-cepat diambilnya sapu. Disapunya lantai kamarnya. Setelah itu, tumpukan buku yang bertebaran di sprei, meja, kursi segera dikumpulkannya. Semua disusunnya dengan rapi. Eh … apa ini di tumpukan buku? Wow! Surprise. Ini surat-surat lamanya. Surat-surat yang diberikan Alif buatnya. Surat-surat yang akan selalu membuatnya tersenyum. Kemudian dia mengambil salah satunya. Anti senang sekali mendapat surat dengan tulisan tangan. Karena, dengan begitu seolah dia merasa sedang ikut menyelami perasaan Si Penulis. Itulah seninya berkirim surat dengan tulisan tangan. IT’S FUN!!!!! Surakarta, 7 Januari 2000 Buat Adik Anti Di Bandung Assalaamu’alaikum wr. wb. Adik Anti yang baik, terimakasih sudah membantu Mas Alif waktu kebingungan di perpustakaan nyari-nyari buku. Hmm … hidup di Negeri Asing memang sulit. Untunglah ada penolong yang baik hati. Gimana, ya …. Mas Alif sudah kesel mencari-cari buku. Namun, di tiap kesulitan itu … selalu ada jalan buat pemecahannya, kok. Pertolongan Allah SWT. itu sebenarnya selalu dekat. Di saat-saat tidak terduga, dan kadang oleh orang yang tidak disangka. Terimakasih banyak, ya. Cuma satu kalimat yang bisa Mas Alif berikan sebagai balasannya. Jazakumullahu khairan katsiiraa. Ah, Mas Alif benar-benar tertolong waktu itu. Mungkin itu saja, Dik, ya. InsyaAllah, lain kali tak kirimin surat lagi, ya! Ehm! Baru ngetes dulu. Nyampe, ‘kan, ya? I guess that’s all for now. Wish you all the best, Sis!!!!! Wassalaamu’alaikum wr. wb. Take care, ALIF Ah, surat itu! Surat yang pertama kali didapatkannya dari Alif. Sekitar dua bulan setelah pertemuan singkat di perpustakaan. Surat yang dikirimkan setelah Alif kembali ke Solo, setelah kegiatan studi bandingnya selesai. Kemudian ingatan Anti kembali menerawang ke peristiwa dua setengah tahun silam tanpa bisa lagi dia tepis. Uh … hari itu batas peminjaman buku Anti habis sudah. Mana buku dari perpustakaan pusat, lagi. Anti pun harus pergi ke Dipati Ukur. Setelah sampai di sana, ia segera mengembalikan buku yang sudah dipakainya untuk membuat makalah. Anti kemudian berfikir, kenapa juga dia tidak meminjam buku lagi. Segera dia pergi ke salah satu rak di sana. Seperti biasa … rak tempat buku-buku psikologi. Lama juga Anti memilih-milih buku. Sampai tiba-tiba sebuah suara menegurnya dari belakang. “Dik, maaf mengganggu sebentar”, sapa suara itu. Anti menoleh. “Ya, Mas … ada apa, ya?” jawab Anti kemudian. “Maaf, buku-buku kedokteran, ada di sebelah mana, ya?”, tanya seorang laki-laki berkacamata di depannya itu menimpali. “Oh, rak buku-buku kedokteran dua rak dari sini, Mas”, jawab Anti sambil menunjuk rak yang dimaksud. “Oh, iya … terimakasih banyak, ya, Dik, ya. Permisi”, jawab laki-laki itu sambil tersenyum. Anti membalas senyumnya. Untuk kemudian, mereka berdua sibuk dengan bukunya masing- masing. Selesai sudah Anti dengan pilihan bukunya. Segera ia pergi ke tempat peminjaman buku. Hari itu, tumben-tumbenan ia tidak terus pulang. Ia segera menuju ke ruang baca. Ia berniat untuk menyalin catatan kuliah minggu ini. Dia duduk di kursi paling luar. Tiba-tiba, ada seseorang yang hendak masuk ke arah kursi yang lebih dalam darinya. Anti menyadari hal itu. Tanpa melihat, ia menggeser kursinya ke depan. Sesaat kemudian, orang itu pun duduk di sampingnya. “Dik, Adik ini orang yang tadi nunjukkin rak buku-buku kedokteran pada saya, bukan?”, sebuah pertanyaan muncul buat Anti. Anti pun menoleh. Oh … ternyata orang yang tadi nyari buku kedokteran! Anti kemudian tersenyum. Orang itu pun tersenyum. “Adik kuliah di sini?”, lanjutnya. Anti mengangguk. “Maaf, ya, tapi Mas ini kayanya bukan anak kuliahan, deh. Dan saya fikir … Mas juga bukan orang sini. Apa benar?”, tanya Anti beruntun. Yang ditanya kemudian tersenyum. “Adik benar. Saya sudah bekerja. Saya juga bukan orang sini. Saya orang Solo. Cuma … sekarang saya lagi melakukan tugas dari kantor. Cuma dua minggu, kok, di Bandung. Hmm … hari ini hari ketiga saya di sini. Bandung itu menyenangkan juga, ya?”, jawab laki-laki itu panjang lebar. Anti tersenyum tersipu mengingat pertanyaannya yang cukup aneh bila ditanyakan pada orang yang baru saja bertemu. “Oh … ya … kenalkan … nama saya Khalifah Noor Sucipto. Adik panggil saja Alif!”, kata orang itu kemudian. Anti tersenyum mendengarnya. “Maaf, Mas, Sucipto itu nama Kakeknya bukan?”, tanya Anti iseng. “Lha … Adik, kok, tahu? Iya bener itu!”, jawab Alif keheranan. “Habisnya, ‘kan suka ada orang yang memakaikan nama keluarga gitu, ‘kan, Mas! Tapi, kalau saya, sih, tidak”, tutur Anti. “Maaf, ya, Dik … Adik ini bikin saya penasaran. Ehmmmmm boleh tahu nama Kakeknya?”, tanya Alif kemudian. Anti kontan saja tertawa kecil mendengarnya. Dia fikir Alif akan menanyakan namanya. Tapi tak urung pertanyaan aneh itu ia jawab juga. “Faishal, Mas. Nama Kakek saya Faishal”, jawabnya. “Eh, Mas tadi, kok, nyasar. Belum pernah ke perpustakaan pusat ini, ya?”, tanya Anti. “Belum, tuh. Ke Bandung juga baru dua kali, tiga dengan sekarang dalam seumur hidup.”, Alif tersenyum. “Eh, nama ………………..”, Alif tidak jadi bertanya. Tiba-tiba hand phonenya berbunyi. Segera ia menjawab panggilan dari hand phonenya. Kemudian ia melirik ke arah Anti. “Wah, Dik, saya mesti pergi, nih. Makasih, ya, tadi udah nunjukkin tempat bukunya”, kata Alif. “Assalaamu’alaikum”, kemudian katanya sambil melangkah pergi, sesaat setelah memastikan ada kerudung di kepala Anti. “Wa’alaikumsalaam warrahmatullah”, jawab Anti. Tak berapa lama setelah Alif pergi … Anti pun pulang. Ah, betapa cepat waktu berlalu setelah itu. Sudah seminggu lebih. Dan buku yang dipinjamnya sudah selesai dibaca. Anti berniat untuk mengembalikannya segera. Setelah buku-buku itu dimasukkan, Anti pun berangkat menuju perpustakaan. Seperti biasa … setelah mengembalikan buku, ia pun menuju rak buku-buku psikologi. Sementara dia sibuk memilih- milih buku, tanpa disadarinya sebuah tatapan berarah dari belakang badannya. Kemudian sosok yang memandangnya itu menghampiri. “Assalaamu’alaikum”, sapanya. Anti terkejut. Lalu ia menoleh. Sejenak ia terpaku sambil menunjuk. Ah … itu Alif! Alif yang ditemuinya beberapa hari lalu. “Wa’alaikumsalaam warahmatullah”, jawabnya. Alif tersenyum. “Mas Alif, ‘kan?”, tanya Anti lagi. Alif mengerutkan keningnya. “Faishal, ‘kan?”, kata Alif sambil nyengir tidak karuan. Anti merengut. “Maaf, soalnya dulu Adik belum bilang nama Adik ini siapa!”, lanjut Alif dengan rasa bersalah. Anti tersenyum. “Mas panggil saja saya Anti”, jawabnya kemudian. Setelah itu, pembicaraan-pembicaraan pun berlangsung di antara mereka. Mulai pengalaman Alif sewaktu kuliah di Fakultas Kedokteran di salah satu PTN di Daerah yang jauh lebih ke timur dari Bandung, sampai cerita-cerita Anti tentang Bandung. Dan, ketika Alif dan Anti mesti berlalu dari tempat itu, sebelumnya mereka tukeran alamat email. Seminggu sekali Anti mencari artikel dari berbagai website sekaligus cek email. Hari Minggu … selalu hari Minggu. Hari Minggu ini pun, jam 11 … Anti sudah nongkrong di depan komputer. Sayang … tidak ada artikel baru. Ya sudah, ia pun meneruskan untuk mengecek emailnya. Oh … di INBOX ada 1 surat yang belum terbaca. Anti segera meng-klik tombol INBOXnya. Ada satu nama pengirim yang belum pernah dikenalnya. Alif Lucu. Ya … ampun. Ini siapa? Kemudian, ia pun teringat akan Alif yang dikenalnya di perpustakaan. Anti tersenyum geli. Ia tidak bisa membayangkan Alif yang bertampang serius itu menggunakan nama seperti ini. Kemudian, dengan penuh penasaran, dibukanya email dari Alif. Assalaamu’alaikum wr. wb. Adik “Faishal” yang baik afwan, Mas Alif lupa lagi namamu. Waktu nulisin alamat email, Mas Alif lupa nulis namamu. Cuma ditulis alamat emailnya saja. Dan susahnya, nama emailmu itu bukan pakai namamu, ya, Dik? Jadi Mas ‘nggak bisa nebak nama Adik siapa, bagaimana khabarnya? Mas Alif harap saat ini Adik baik-baik saja. Bandung masih suka hujan kaya waktu Mas Alif datang, ‘nggak? Aduh, Mas Alif kangen Bandung, nih. Sayang kegiatan studi bandingnya cuma 2 minggu. Sekarang Mas lagi sibuk di Solo. Ah, sudah dulu, ya. Lain kali tak kirimin email lagi, lho, yo! Udah dulu, deh. Well … I guess that’s all for now. Wish you all the best sister! Wassalaam, ALIF Anti tersenyum. Dihafalkannya alamat email Alif. Anti tidak suka me-REPLY email. Kecuali kalau sedang marah…. Anti pun kemudian meng-klik tombol COMPOSE. Assalaamu’alaikum wr. wb. Mas Alif yang juga baik …. Ini ANTI. Alhamdulillah, saat ini Anti baik-baik saja. Semoga Mas juga begitu. Selalu berada dalam keadaan yang terbaik, dalam lindungan Allah SWT. Amiiiiiiin. Mas lagi sibuk, ya? Hmm … good luck aja sama semua kegiatannya, ya. Ya sudah, ya. Lain kali Anti kirimin email lagi. Udah adzan dzuhur. Wassalaamu’alaikum wr. Wb. ANTI Hmm … SEND!!!!! Beberapa hari pun berlalu. Tujuh hari … seminggu, ya? Email kedua yang sudah beberapa hari sebelumnya sampai kemudian dibaca oleh Anti. Assalaamu’alaikum wr. wb. Adik Anti ………………. Kaifa Haluk . ……………….? Waduh, Alhamdulillah Adik Anti tidak marah sama Mas Alif. Namamu bagus juga, ya. Ngomong-ngomong, punya nama seperti itu, Adik seneng main bulutangkis, tidak? Hayo, gimana kuliahmu? Baik? Cepet selesaiin, ya. Seneng, lho, kalau sudah kelar. Pokoknya satu perjuangan sudah terlampaui. Ayo … semangat! Mas Alif cuma bisa ngedo’ain dari Solo, nih. Well … I guess that’s all for now. Wish you all the best, Sister. Wassalaam, ALIF Anti tersenyum. Ah, Alif ini. Apakah semua orang yang bernama Susanti mesti senang bulutangkis? COMPOSE! Assalaamu’alaikum wr. wb. For Mas Alif …. Hmm … bi khairin walhamdulillaah …. (tidak boleh nanya pakai Bahasa Arab lagi!!!!! Soalnya yang Anti tahu cuma segitu-gitunya! Awas, lho) …. Anti harap saat ini Mas juga baik- baik saja. Itu nanyain kuliah, mau memberi semangat atau ngeledekin Anti, Mas? Hmm … perjuangan Anti masih panjang, nih. Do’ain saja, Mas, ya ….! Ya sudah dulu, deh, ya. Wassalaamu’alaikum wr. wb. From your little sister … Anti …. NB: Anti ‘nggak seneng olah raga apapun!!!!! SEND! Beberapa waktu berlalu. Berbagai email pun sudah banyak mengisi email Anti. Tidak hanya sekedar basa-basi dan ber-say-hai ria. Artikel, jurnal, diskusi, resensi buku bahkan acara berantem dengan Alif ada di sana. Kalau yang itu … itu akibat dari mereka saling memberikan nomor telfon. Sampai suatu hari …. INBOX Assalaamu’alaikum wr. wb. Adik Anti ………………….. Manusia tercipta dengan berbagai rasa. Berbagai rasa yang terukir dalam keindahan jiwa. Dan cinta … ialah salah satu yang bersemayam di dalamnya. Bilakah cinta itu menjelma? Seseorang yang telah mendapatkannya pasti tahu. Cinta bukanlah kata yang bisa dengan begitu saja terungkap dalam makna. Namun cinta adalah rasa yang bisa begitu saja didapatkan. Bersyukurlah orang-orang yang sadar akan cinta ketika mereka mendapatkannya. Bersyukurlah orang-orang yang bisa mengakui keberadaannya. Dan cinta … itulah yang Mas Alif rasakan sekarang ini. Rasa yang menjelma, yang akhirnya Mas Alif sadari sebagai bagian makna Adik dalam hidup Mas Alif. Izinkan Mas Alif mencoba menempatkannya dengan semestinya. Izinkan Mas Alif mencoba menjalinkannya dalam kebaikan. Bila Adik berkenan, maukah Adik menjalani suatu proses agar kita saling mengenal? Maukah Adik mengizinkan hati kita saling berharap agar kita bisa menjalani sisa hidup kita di dalam kebaikan bersama-sama? Satu harapan yang tersimpan dalam hati Mas Alif ……………. Semoga Allah mengizinkan Adik menjadi Adinda yang akan menjadi Huriyah abadi belahan jiwa Mas Alif di dunia dan akhirat. Maaf kalau Mas Alif terlalu lancang. Namun … harap Adik sudi memikirkannya. Silahkan Adik shalat istikharah dulu. Dan kalau menolak, itu hak Adik. Tapi tolong, jangan ngasih alasan karena masih kuliah. Mas Alif siap menunggu ………………………………….. Well … I guess that’s all. Wish you all the best …………………… Wassalaam, ALIF Anti terhenyak. Tanpa ada COMPOSE, hari itu emailnya langsung ditutup. Beberapa hari sudah ia merenung. Beberapa hari sudah ia mencoba menyelami isi hatinya. Beberapa kali ia memohon petunjuk untuk apa yang ingin dilakukannya. Sampai akhirnya …. COMPOSE! Assalaamu’alaikum wr. wb. Maha Suci Allah yang telah menciptakan manusia dengan berbagai rasa. Seperti rasa cinta. Rasa itu … rasa yang sepertinya telah hadir di kedalaman jiwa. Tiada yang salah dengan cinta. Kesalahan mungkin terjadi dalam sebuah penyikapan. Kalaulah suatu penyikapan berupa itikad baik untuk berta’aruf dan melanjutkan ke jenjang pernikahan … tiada kesalahan di sana. Kalaulah ada niat untuk lebih menjaga hati … tidak ada kesalahan di sana. Mas Alif … Anti bukanlah Huriyah yang begitu suci, dengan pengabdian kepada Allah yang tiada ternoda. Namun, sekiranya Allah mengizinkan, semoga Anti bisa menjadi Adinda yang menjadi penyejuk jiwa. Wassalaamu’alaikum wr. Wb. ANTI NB: Mas, huriyah itu artinya bidadari, ‘kan? Ngomong-ngomong, Anti seneng kalau nanti punya suami yang bisa ngajarin Bahasa Arab. Habis, Bahasa Arab Anti kacau–balau banget!!!!! SEND! Dan semingu kemudian, sebuah kiriman datang buat Anti. Tapi kali ini namanya FAISHAL ALIF. INBOX. Assalaamu’alaikum wr. wb. Adinda …………………………….. Alhamdulillaahirabbil’aalamiin …………………………. Eh, kalau Mas Alif nanti punya anak laki-laki, mau dinamain Faishal Alif, ah. LAKI-LAKI MENANTI BIDADARI Seorang laki-laki …. Berjalan menapaki waktu Melalui dentingan hari Untuk tujuan hidup yang telah ditentu Ya … Rabb …. Hidup … hidupku adalah perjuanganku …. Dengan tak berteman aku berjalan ke arah-Mu Adakah Engkau mengizinkan aku tak sendiri? Temukanlah aku …. Dengan seorang yang juga melangkah ke arah-Mu Adinda … yang dinanti …. Semoga ia adalah Adik Anti ….. (E … ehhh Mas Alif salah nulis) Adinda yang dinanti …. Itulah ia bidadari penyejuk hati [KNS_MAR_2000] Wassalaam, ALIF NB: Wah, ingin punya suami yang bisa Bahasa Arab, ya? Hmm … Mas Alif, sih, tahunya sedikit. Kalau punya suami yang bisa Bahasa Jawa, mau? Kalau diajarinnya Bahasa Jawa, mau? Dik, sama suami yang bisa ngajarin Bahasa Jawa aja, ya. Terus nanti kita kursus Bahasa Arab bareng-bareng, deh. Nanti biaya kursusnya tak bayarin, kok! Anti tersenyum. Pipinya memerah. Lama setelah itu banyak harapan yang tercipta. Banyak kebaikan yang dicoba dijalinkan. Sebuah pertautan pun direntangkan. Bukan cuma dua orang. Tetapi dua keluarga. Anti melipat surat pertama dan mengambil surat kedua Alif yang masih terlipat dengan rapi. Ah, surat yang didapatkannya bukan hanya itu. Masih ada lagi yang lainnya. Surakarta, 2 April 2000 Buat Adinda Di Bandung Assalaamu’alaikum wr. wb. Adinda …………………. Bagaimana khabarnya, nih? Semoga saat ini Adinda berada dalam keadaan terbaik … dalam lindungan Allah SWT. selalu. Alhamdulillah, Mas Alif di Solo baik-baik saja. Dannnnn Mas Alif yakin Adinda pasti baik-baik juga. Bagaimana tidak, sebentar lagi ulang tahun, bukan? Sengaja Mas kirimin surat beberapa hari sebelum hari ulang tahun Adinda. Mudah-mudahan sampai tepat pas hari ulang tahunnya. Ah, sebelumnya pun tidak apa-apa. Asalkan bukan setelahnya. Mas Alif tidak bisa ngasih apa-apa, nih. Mas Alif cuma bisa ngasih do’a. Semoga kebahagiaan selalu berada berdekatan dengan Adinda. Semoga apa yang telah, sedang dan akan Adinda jalani selalu diberi kemudahan dan diridhoi oleh Allah. Amiiiiin. Semoga Adinda tidak pernah gentar untuk menghadapi kehidupan ini. Begitu banyak memang hal yang mesti dihadapi. Terkadang, tidak semuanya sesuai dengan apa yang kita harapkan. Namun Adinda mesti tahu … semua kesulitan hidup … semua akan menempa jiwa kita, membuat kita lebih kuat, dan membuat kita lebih baik lagi. Bersabarlah menempuhi kesulitan hidup. Tekunlah dalam memperjuangkan harapan dalam hidup. Jadikanlah setiap hembusan nafas dalam hidup kita adalah perjuangan. Jadikanlah setiap deraian nafas dalam hidup kita adalah untaian do’a. Eh, kemaren Mas Alif jalan-jalan. Terus, Mas Alif lihat ada kerudung lucu. Warnanya seperti warna kesukaan Adinda. Warna CYAN … warna biru langit. Mudah-mudahan Adinda suka. Sudah dulu, ya. SELAMAT ULANG TAHUN. Wish your life will always be surrounded by happiness. Well … I guess that’s all. Wish you all the best, Adinda! Wassalaamu’alaikum wr. wb. Take care, ALIF NB: InsyaAllah, minggu depan Mas Alif datang ke Bandung. Nanti kalau jadi tak telfon, deh. Anti ingat surat itu. Surat yang terselip di antara lipatan kerudung berwarna biru langit yang dipaketkan Alif. Suatu hadiah ulang tahun yang indah …. Semua kisah dengan Alif tidak hanya kisah baiknya saja. Kadang mereka juga berantem. Mulai dari berantem karena pembicaraan di telfon yang bikin mereka salah faham, belum lagi, Anti yang manja terkadang suka ngadat karena hal sepele saja dari Alif. Alif itu ternyata wataknya memang keras. Bicaranya terperinci, langsung kepada maksud, kadang ketus. Yang terjadi kemudian selalu sama. Telfon yang berdering jam setengah 10 malam buat Anti. Seperti satu malam itu …. Telfon berdering. Jam setengah 10 malam. Anti tahu siapa yang menelfon. ALIF!!!!! Dengan enggan ia mendekati telfon itu. “Assalaamu’alaikum,” terdengar suara Alif di seberang sana. “Wa’alaikumsalaam warrahmatullah”, jawab Anti. “Dik, kamu kok lemes gitu? Udah tidur, ya?”, kata Alif. Hening …. “Ha … hal loo ….! Dik ….?’” terdengar suara Alif yang bergetar. “Mas, Aku ‘nggak budek, kok. Aku denger”, kata Anti. Alif tergelak mendengar kata- katanya. Anti manyun. Ya ampun … kenapa juga Alif ini. Orang dia sedang marah-marah malahan ditertawakan. Dengan bijaksana, kemudian Alif mulai berbicara. Dia meminta Anti untuk mendengarkan penjelasan tentang semua yang sudah bikin mereka salah faham. Dan kemudian Alif meminta Anti buat mengatakan hal apa yang bikin dia merasa tidak enak. Akhirnya selesai juga. Terkadang, pemecahan dari permasalahan yang dihadapi bisa diselesaikan dengan suatu pembicaraan. Cuma, mestinya tidak didasari dengan emosi yang meledak-ledak, dan tidak boleh ada keegoisan. Dan terkadang, walaupun sangat sulit, kita mesti mencoba untuk mengambil cara fikir lawan bicara kita. Masih ada satu surat lagi! Surat terakhir dari Alif …. Surakarta, 12 April 2000 Buat Adinda Di Bandung Assalaamu’alaikum wr. wb. Adinda ……………………. Adinda yang baik, semoga senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT. Amiiiin. Terimakasih sudah mau mengantar Mas Alif ke Palasari. Ternyata Adinda memang cukup aneh. He … he … he ….! Orang lain kalau jalan-jalan itu mbok ya ke taman, ke pusat perbelanjaan … lha Adinda ngajakin Mas Alif ke toko buku. Tapi … bagus juga. Dannnnn, terimakasih tidak bikin Mas Alif nyasar. Alhamdulillah. Jangan-jangan Adinda ngajakin Mas Alif ke Palasari, karena itu “medan” yang paling dikuasai, ya? Memang, sih, alangkah baiknya kalau sebelum mengerjakan sesuatu, kita perhitungkan dulu berbagai macam kemungkinan, cara yang akan dilakukan dan baik buruknya. Dan, karena Adinda nyadar kalau Adinda orangnya “buta” arah, bagus Adinda ngajakin Mas Alif ke sana. Jadi tidak bikin kita semua nyasar. He … he … he …. Ampun, yo, jangan ngambek!!!!! Hmm … I guess that’s all. Wish you all the best, Adinda …. Wassalaamu’alaikum wr. wb. Take care, ALIF NB: Eh, salam buat Adiknya Adinda yang ikut nganter itu, ya! Alhamdulillah … jadi tidak bikin acara ketemunya gagal. Pokoknya bilang makasih banget, mau nganterin. Salam juga buat Bapak sama Mama, ya. Bilangin, ada salam dari Abi sama Ummi Mas Alif buat keluarga Adinda. InsyaAllah … nanti Mas Alif datang ditemani keluarga Mas Alif dalam waktu dekat. Adinda, rasanya tidak baik juga kalau kita menunda-nuda suatu hal yang lebih baik disegerakan. Dua bulan lagi, ya ….? Ah, setelah surat terakhir itu, berakhir pula banyak hal. Segera Anti melipat semua suratnya. Lalu disimpan di atas meja belajarnya. Waktu dua bulan itu dinantikannya dengan penuh harap dan sukacita. Tapi seminggu … tidak ada khabar. Dua minggu … Anti masih menanti …. Tiga minggu … ada apa ini? Hingga akhirnya Anti memutuskan untuk menelfon ke Solo. Berawal kode 0271 itulah Anti membuka sebuah hubungan telfon. “Assalaamu’alaikum,” kata Anti ketika di seberang sana terdengar suara tersambung. “Wa’alaikumsalaam,” terdengar suara lembut di telinga Anti. “Anti, ini? Apa khabar, ‘Nduk?” kata Si Empunya suara. “Ummi? Alhamdulillah, Anti baik. Ummi bagaimana?”, tanya Anti. Sedikit tenang ia mendengar kelembutan suara itu. Namun … tak berapa lama kemudian terdengar isak tangis “Ummi”. Anti keheranan. “Ummi, ada apa?”, Anti mulai gelisah. Perasaannya tidak enak. Ia langsung teringat untuk menanyakan Alif. “Ummi, bagaimana khabar Mas Alif? Baik-baikkah? Atau lagi sibuk, ya? Sudah lama Anti tidak mendengar khabar dari Mas Alif”, kata Anti. Ummi makin keras menangis. Sampai akhirnya Ummi terdengar berlari menjauhi telfon. Anti kebingungan. Cukup lama sepertinya telfon itu tergantung begitu saja. “Halo, siapa ini?” sebuah suara keras terdengar. Oh … “Abi”! Anti menjawab, “Ini Anti, Abi!” “Kamu, tho, ‘Nduk? Gimana khabar kamu sekarang?”, suara itu terdengar melembut. “Alhamdulillah, Anti baik. Abi sekeluarga bagaimana?”, jawabnya. Keheningan … terjadi keheningan untuk beberapa saat. “’Nduk, maafkan Abi. Tapi, biar bagaimanapun kamu mesti tahu. Maafkan kami yang menyembunyikan hal ini dari kamu”, kata Abi. Ah … keheningan itu lagi!!!!! Anti tidak tahan. “Abi … kalau ada yang mesti disampaikan untuk kebaikan, sampaikanlah. Anti siap mendengar apapun …..!”, tutur Anti dengan suara bergetar. “’Nduk … tabah, ya. Kita semua sedang diberi cobaan yang begitu berat dari Allah. Kita semua kehilangan Alif … dia ….” sesaat suara yang perlahan menjadi parau itu berhenti berucap … “Alif kecelakaan, ‘Nduk. Nyawanya tidak tertolong”, tuntas sudah beban penjelasan yang harus diucapkan kepada Anti itu terlontar. Ah … Anti tidak pernah mempercayai semua itu. TIDAK! Sampai berbulan-bulan sesudah itu pun … tidak. Mengapa harus kehilangan orang yang disayangi? Kenapa yang disayangi itu pergi? TIDAK MUNGKIN!!!!! Terlalu banyak liku-liku hidup yang tidak bisa dijelaskan …. Tapi itu sudah lebih dari satu setengah tahun lalu. Dan setelah itu, berbagai kehilangan pun masih terjadi. Ah, Anti sudah tertempa. Dan kini … ia termenung di dalam angkutan umum. Ya … Rabb, bagitu banyak hal yang Engkau berikan buat Anti. Semoga Anti selalu bisa mendapatkan kebaikan dari semua itu. Sebuah do’a terlantun. Ah, mengingat Alif membuat Anti mengingat cita-cita Alif yang pernah dikatakan padanya …. Ah, mungkin kalau punya anak laki-laki diberi nama FAISHAL ALIF bagus juga …. Anti telah banyak berharap. Begitu juga Alif, tentunya. Satu hal yang kemudian menyembuhkan semua duka Anti. Satu hal …. Satu hal yang selalu diucapkan di akhir do’anya ketika selesai shalat dan berdo’a. “Ya … Rabb … Engkau Maha Tahu apa yang hamba inginkan. Namun Ya Rabb … Engkau Maha Tahu apa yang terbaik bagi hamba. Jadikanlah hamba seorang yang tidak pernah putus asa mengusahakan bukan hanya hal-hal yang baik dalam hidup, tapi mengusahakan yang terbaik. Ya … Rabb … semoga Engkau selalu meridhoi apa yang telah, sedang dan akan hamba kerjakan. Semoga Engkau pun senantiasa memberi kemudahan. Lalu, apapun keputusan yang Engkau berikan sebagai jalan yang mesti hamba tempuhi … Ya Allah … jadikanlah hamba sebagai orang yang ikhlas menerima semua itu.” Anti menyimpan semua surat dan pemberian Alif kembali dengan rapi, Biarlah semua jadi kenangan. Hal apa, ya, yang paling menyenangkan yang dialaminya selama mengenal Alif? Ada satu hal, yaitu ketika Alif datang dari Solo beberapa hari setelah ulang tahunnya. Seperti yang dijanjikan dalam suratnya, Alif menelfon Anti. Alif mengatakan kalau dia akan datang ke Bandung. Kemudian, Anti mengatakan, kalau Adiknya mau nganterin, dia mau pergi menemui Alif. Tentunya … di tempat pertama kali mereka bertemu. Perpustakaan! Dan pada pagi yang dijanjikan, Alif, Anti dan Adik Anti akhirnya bisa bertemu. Mereka pergi ke Palasari. Lama juga mereka bertiga berkeliaran di sana. Sampai akhirnya, mereka memutuskan buat pulang. Di dalam mobil, Anti sesekali memandang keluar. Alif memperhatikan tingkah Anti itu lewat kaca spion. “Dik, ada apa, sih?”, tanya Alif sambil ikut memandang keluar. Begitu juga Mahendra, Adik Anti yang duduk di depan, di sebelah Alif. Ia ikut melihat keluar. Anti tersenyum.“Anti lagi lihat langit, Mas. kayanya bentar lagi hujan, deh!”, lanjutnya. Untuk beberapa saat, tercipta keheningan di antara ketiga orang itu. “Ah, hujan itu mengingatkan Anti sama beberapa hal, Mas”, sambung Anti lagi. “Mengingatkan sama apa, Dik?”, tanya Alif. Sementara Mahendra melirik ke belakang ke arah Anti. “Mas, coba perhatikan, deh. Banyak kejadian unik, lho, kalau hujan”, kata Anti lagi. “Apaan, sih, Dik? Adik bikin Mas penasaran. Ayo, dong, bilang!”, paksa Alif kemudian. Anti tersenyum. Kemudian, dia pun mulai berbicara tentang semua yang menarik baginya. “Mas, terkadang, kalau hari akan hujan, kita bisa melihat dan merasakan tahapan perubahan yang terjadi. Mulai dari udara yang perlahan berganti, keadaan langit yang asalnya terang, cerah, menjadi kian gelap, lalu angin yang berhembus, awalnya cuma desiran-desiran lembut. Tetapi, kian lama angin kian kencang berhembus. Membuat kita menggigil. Namun, tidak jarang pula hujan tanpa diduga turun begitu mendadak langsung tercurah demikian derasnya. Ataupun, hujan turun di saat hari sedang cerah”, tutur Anti. Alif tersenyum mendengarkan penuturan Anti. Ayo cerita lagi! Eh?”, Alif membujuk. “Ya … itu. Kadang, hal itu bisa kita analogikan dengan kehidupan, lho, Mas!”, ungkap Anti. “Wadduhh … apa pula ini?”, goda Alif kemudian. “Aaaaaah. Ya udah, ah. Udahan”, kata Anti. “Ye … kamu ini mudah ngamuk-ngamuk gitu, lho. Ayo terusin. Mas Alif mau dengerin lagi, nih. Ayo, dong!”, kata Alif lagi. Sementara itu Mahendra cuma tersenyum simpul melihat mereka berdua. “Hmm … Mas Alif rupanya baru tahu, ya, kalau Tétéh suka ngadat. Waaaaah, Mas terlalu berbaik sangka, lho. Hati-hati”, tutur Mahendra kemudian. Anti melotot, sementara Alif berusaha keras menyembunyikan senyumnya. “Uh! Giniiiiiiii. Terkadang, hal itu bisa kita bandingkan dengan hidup kita, lho. Terkadang, ada saatnya kita merasa betapa hidup kita makin lama makin terjerat dengan berbagai macam hal yang membuatnya berubah ke arah yang kurang bahkan tidak diinginkan. Mungkin berupa kedukaan, ketidak berdayaan … ah … banyak hal. Terkadang, selain dapat melihat dan merasakan proses perubahan tersebut, terkadang kita juga mendapatkan berbagai hal tersebut, secara drastis makin membesar. Dan di saat lain, terkadang semua hal itu datang di saat yang tidak terduga, datang di saat kita merasa bahagia … dan perubahan itu begitu saja menyelingi hidup kita. Iya, ‘nggak, Mas?”, tanya Anti kemudian. Alif tersenyum. Sambil tetap berkonsentrasi pada jalan, dia menjawab pertanyaan Anti. “Kamu benar, Dik! Benar sekali,” katanya. “Mau tahu lagi selain itu?”, tanyanya kemudian. Anti mendongak. “Memang ada apa, Mas? Kasih tahu Anti, dong.”, katanya lagi. “Dik, terkadang turunnya hujan itu juga berbeda, lho.Terkadang, hujan yang turun hanya berupa rintik-rintik, sesaat turun dan sesaat kemudian berhenti tercurah. Namun terkadang hujan turun begitu derasnya … dan begitu lama. Sampai-sampai timbul pertanyaan tentang kapankah hujan akan berhenti tercurah. Begitu juga dengan kehidupan kita!”, kata Alif lagi. “Lho … apa itu, Mas? Maksudnya …?”, tanya Anti sambil mengerutkan keningnya. Alif melanjutkan penjelasannya, “Ya itu … terkadang kesulitan … kedukaan dan berbagai hal yang tidak menyenangkan tadi datang hanya sebentar saja. Tidak memberi pengaruh yang terlalu besar buat kita. Namun terkadang, semua itu begitu susah pergi dari kehidupan kita. Sehingga bisa menyebabkan kita berputus asa, dan berkata bilakah semua ini berakhir.” “Mas benar. Dan Anti fikir, dampaknya pun pada tiap orang berbeda-beda. Kalau sama orang yang ‘nggak kuat bagaimana? Kemampuan tiap orang ‘kan berbeda-beda dalam menyikapinya. Selain itu, latar belakang, jenis permasalahannya pun mesti dipertimbangkan juga, bukan?” tanya Anti lagi. “Mmmmm … Adik tahu … memang sulit untuk melihat hikmah di balik suatu kejadian yang tidak diinginkan. Namun, setidaknya, hal itulah yang bisa kita lakukan. Coba Adik lihat kalau hujan turun di tengah-tengah hari yang masih benderang. Kadang hanya turun sesaat, untuk kemudian kembali menghilang dengan meninggalkan kecerahan matahari. Terkadang, hujan seperti itu juga meninggalkan pelangi di satu sisi langit, bukan? Seperti itu juga. Dalam keadaan yang sedang menyenangkan, tiba-tiba ada sedikit kesulitan. Tidak mengapa. Anggap saja variasi hidup kita. Mungkin untuk mengingatkan, betapa besar nikmat yang sedang kita dapatkan. Terselipnya sedikit kesulitan, anggap saja sebagai suatu peringatan untuk kita agar tidak lupa bersyukur. Kita tidak akan tahu kapan nikmat yang kita rasakan tercabut dari kita. Anggap saja peringatan bahwa kita tidak boleh begitu terlenanya dengan kehidupan dunia”, kata Alif panjang lebar. Anti merenung. Begitu juga Mahendra. “Lalu … kesulitan-kesulitan yang begitu besar … yang membuat kita hampir lumpuh menjalani hidup, hal itu tidak boleh hanya disesalkan saja. Tidak boleh hanya diratapi saja. Kesulitan … kedukaan itu tidak selamanya menghasilkan segala hal yang tidak baik, kok. Lihatlah, kalau setelah turun hujan. Coba Adik lihat rumput dan dedaunan. Betapa butiran air hujan akan membuat rumput dan dedaunan tampak berkilauan. Tampak lebih segar, dan tumbuhan yang hampir mati, mempunyai sedikit kekuatan kembali buat melanjutkan hidupnya. Hujan juga terkadang menumbuhkan kehidupan baru. Mungkin tidak sekarang, tapi di masa yang akan datang. Kesulitan itu apa, sih? Terus terang memang hal yang tidak diinginkan. Kedukaan pun apa, sih? Tentu saja hal yang tidak diharapkan. namun ada kalanya semua itu mesti kita jelang juga. Tidak ada hal yang tercipta dengan sia-sia. InsyaAllah. Adik tahu, sebenarnya kesulitan dan kedukaan itu bermanfaat juga. Dengan hal itu, kita menjadi tertempa. Kita dipaksa untuk mengeluarkan seluruh kemampuan, potensi, cara bersikap, penyesuaian sifat untuk menghadapi dan mengatasi serta memperbaiki keadaan. Di sanalah proses kedewasaan dimulai. Di sanalah penumbuhan kekuatan diri terbina” lanjut Alif. Ah … kata-kata itu. Rasanya masih baru saja didengarkan oleh Anti, dan terlontarkan dari bibir Alif. Kata-kata itu yang membuatnya sedikit demi sedikit bangkit mengatasi kedukaan. Kata-kata yang masih tersimpan rapi dalam diarynya. Segera Anti menuju ke lemari bukunya. Dicarinya buku harian dua tahun lalu itu. Ada! Lalu, dibukanya lembaran demi lembaran. Sampai akhirnya, ditemukannya satu lembaran yang begitu berkesan buat Anti. Bandung, 10 April 2000 Hujan …. Betapa ia memberi banyak pelajaran bagi kita. Terkadang, kalau hari akan hujan, kita bisa melihat dan merasakan tahapan perubahan yang terjadi. Mulai dari udara yang perlahan berganti, keadaan langit yang asalnya terang, cerah, menjadi kian gelap, lalu angin yang berhembus, awalnya cuma desiran-desiran lembut. Tetapi, kian lama angin kian kencang berhembus. Membuat kita menggigil. Namun, tidak jarang pula hujan tanpa diduga turun begitu mendadak langsung tercurah demikian derasnya. Ataupun, hujan turun di saat hari sedang cerah. Terkadang, ada saatnya kita merasa betapa hidup kita makin lama makin terjerat dengan berbagai macam hal yang membuatnya berubah ke arah yang kurang bahkan tidak diinginkan. Mungkin berupa kedukaan, ketidak berdayaan … ah … banyak hal. Terkadang, selain dapat melihat dan merasakan proses perubahan tersebut, terkadang kita juga mendapatkan berbagai hal tersebut, secara drastis makin membesar. Dan di saat lain, terkadang semua hal itu datang di saat yang tidak terduga, datang di saat kita merasa bahagia … dan perubahan itu begitu saja menyelingi hidup kita. Terkadang turunnya hujan itu juga berbeda.Terkadang, hujan yang turun hanya berupa rintik-rintik, sesaat turun dan sesaat kemudian berhenti tercurah. Namun terkadang hujan turun begitu derasnya … dan begitu lama. Sampai-sampai timbul pertanyaan tentang kapankah hujan akan berhenti tercurah. Begitu juga dengan kehidupan kita terkadang kesulitan … kedukaan dan berbagai hal yang tidak menyenangkan tadi datang hanya sebentar saja. Tidak memberi pengaruh yang terlalu besar buat kita. Namun terkadang, semua itu begitu susah pergi dari kehidupan kita. Sehingga bisa menyebabkan kita berputus asa, dan berkata bilakah semua ini berakhir. Memang sulit untuk melihat hikmah di balik suatu kejadian yang tidak diinginkan. Namun, setidaknya, hal itulah yang bisa kita lakukan. Lihatlah kalau hujan turun di tengah-tengah hari yang masih benderang. Kadang hanya turun sesaat, untuk kemudian kembali menghilang dengan meninggalkan kecerahan matahari. Terkadang, hujan seperti itu juga meninggalkan pelangi di satu sisi langit, bukan? Seperti itu juga. Dalam keadaan yang sedang menyenangkan, tiba-tiba ada sedikit kesulitan. Tidak mengapa. Anggap saja variasi hidup kita. Mungkin untuk mengingatkan, betapa besar nikmat yang sedang kita dapatkan. Terselipnya sedikit kesulitan, anggap saja sebagai suatu peringatan untuk kita agar tidak lupa bersyukur. Kita tidak akan tahu kapan nikmat yang kita rasakan tercabut dari kita. Anggap saja peringatan bahwa kita tidak boleh begitu terlenanya dengan kehidupan dunia Lalu … kesulitan-kesulitan yang begitu besar … yang membuat kita hampir lumpuh menjalani hidup, hal itu tidak boleh hanya disesalkan saja. Tidak boleh hanya diratapi saja. Kesulitan … kedukaan itu tidak selamanya menghasilkan segala hal yang tidak baik. Lihatlah, kalau setelah turun hujan. Lihatlah rumput dan dedaunan. Betapa butiran air hujan akan membuat rumput dan dedaunan tampak berkilauan. Tampak lebih segar, dan tumbuhan yang hampir mati, mempunyai sedikit kekuatan kembali buat melanjutkan hidupnya. Hujan juga terkadang menumbuhkan kehidupan baru. Mungkin tidak sekarang, tapi di masa yang akan datang. Kesulitan itu apa? Terus terang memang hal yang tidak diinginkan. Kedukaan pun apa? Tentu saja hal yang tidak diharapkan. Namun ada kalanya semua itu mesti kita jelang juga. Tidak ada hal yang tercipta dengan sia-sia. InsyaAllah. Sebenarnya kesulitan dan kedukaan itu bermanfaat juga. Dengan hal itu, kita menjadi tertempa. Kita dipaksa untuk mengeluarkan seluruh kemampuan, potensi, cara bersikap, penyesuaian sifat untuk menghadapi dan mengatasi serta memperbaiki keadaan. Di sanalah proses kedewasaan dimulai. Di sanalah penumbuhan kekuatan diri terbina. Janganlah sampai semua itu membuat kita lupa, terpaku, dan terhenti untuk melanjutkan hidup …. HIDUP Hidup …. Tiada sebatas pemberian kehidupan Hiduplah … untuk hidup dan memperjuangkan kehidupan itu sendiri … Hiduplah … dengan penuh hidup Hingga hidup … terasa lebih hidup …. Hmm … banyak hal yang terjadi dengan Alif. Alif telah mengisi satu penggalan kisah hidup Anti. Namun … Alif sudah tidak ada lagi. Dan Anti ….? Anti mesti kembali melanjutkan hidupnya.

SANG IDOLA

SANG IDOLA Penulis: Annisa Salsabila Semester awal kuliah ….. Uh....capek sekali!! Aku melihat kearah jam yang tergantung di dinding kamarku. Ya Allah, jam 23.30 tepat, malam sekali hari ini aku pulangnya. Hari ini ada tugas kelompok yang harus aku selesaikan di rumah temenku, karena besok harus dikumpulkan jadi aku harus lembur. Uff! Masa-masa awal kuliah memang sangat sulit, tugas menumpuk ditambah pengkaderan (OSPEK versi ITS) yang nggak selesai-selesai. Setiap hari pulangnya malam terus kadang sampai harus nginap di kampus segala. Untung ada seorang ikhwan yang siap mengantar jemput aku atau menemaniku ketika aku terpaksa menginap di kampus ( he..he ..jangan curiga dulu ikhwan itu mas Irvan kakakku satu-satunya yang juga kuliah di ITS) jadi nggak perlu khawatir soal keamanan tapi yang mberatin capeknya itu lhoooo……..Oahm ngantuk. Tidur dulu ah. Tak berapa lama aku sudah mendengkur di samping Vita, teman sekamarku yang sudah “tewas” duluan sejak sore tadi. ********** Aku sedang tidur-tiduran ketika mbak Annisa masuk kekamarku, ditangannya ada selembar kertas, entahlah kayaknya brosur…. “Dek Sa! Nanti sore ada acara nggak?” tanyanya sambil duduk di dekatku. Aku mengernyitkan dahi kayaknya hari ini aku… aku masih berpikir dan Mbak Annisa tampaknya tak ingin menunggu aku berpikir. “Ikut mbak yuk!” katanya lagi sebelum aku sempat menjawab “Kemana Mbak?” “Ada acara talk show di masjid, bagus lho Dek acaranya. Soalnya kali ini kita mengundang pembicara dari luar dan insya Allah beliaunya bagus jadi dijamin tidak mengecewakan. Temanya juga bagus ”Antara Dakwah dan Belajar” cocok lho buat mahasiwa baru kayak dek Sa, teman-teman yang lain banyak yang ikut lho!” provokasinya panjang lebar. Aku mesem…. “Aduh afwan nih mbak, sore ini Sa punya janji dengan mas Irvan mau ke dokter. Soalnya semalam maghnya Sa kambuh lagi. Jadi harus minta obat lagi..” Mbak Annisa kelihatan kecewa, sudah beberapa kali ia mengajakku untuk pergi ke acara pengajian di kampus atau acara-acara lain di luar kampus tapi selalu kutolak. Bukan karena tidak mau tapi waktunya pasti bentrok dengan jadwal check-upku. Nggak tahu juga kenapa penyakitku sering kambuh pada saat ada acara-acara seperti itu. Aku jadi nggak enak sama mbak Annisa, tapi mau gimana lagi mas Irvan paling nggak suka kalau aku menunda-nunda jadwalku untuk pergi ke dokter, takut penyakitku tambah parah. Maklum disini mas Irvan-lah yang bertanggung jawab atas diriku, dia harus ekstra ketat mengawasiku karena aku orangnya lemah dan gampang jatuh sakit kalau kecapekan. Apalagi aku punya sakit magh yang seringkali kambuh seperti tadi malam. “Lho mas Irvan nggak hadir juga dong Dek, padahal dia kan koordinator pelaksananya.” Aku mengedikkan bahu. “Subhanallah mas Irvan memang kakak yang sangat perhatian Dek, kalau gitu nggak pa- pa lain kali mungkin dek Sa bisa ikut. Oh ya mas Irvan kesini jam berapa?” “Jam empatan, soalnya siang ini dia ada praktikum sampai setengah empat nanti.” Mbak Annisa mengangguk-angguk, aku memandangnya serba salah.. “Kalau begitu mbak kekamar dulu, cepat sembuh Dek ya. Jangan lupa hati-hati jaga kesehatan.” senyum mbak Nisa merekah, tulus, hatiku jadi tenteram. Aku menganggukkan kepala, setelah mengucap salam mbak Nisa keluar. Aku merebahkan tubuhku, perutku masih terasa melilit tidur dulu ah..sambil nunggu mas Irvan datang. Jam empat tepat mas Irvan datang menjemputku, bersamaan dengan itu mbak Annisa dan teman-temanku akhwat yang lain juga siap-siap berangkat. Ada Hamida, Vita, Rosyida dan yang lain rasanya pengen ngikut tapi tatapan mas Irvan mengaburkan anganku. Setelah uluk salam aku dan mas Irvan bergegas pergi. Mas Irvan dan mbak Annisa sama-sama aktivis dakwah kampus, bahkan pernah menjadi partner ketika mereka berdua masih sama-sama aktif di JMMI (Jamaah Masjid Manarul ‘Ilmi). Waktu itu mas Irvan jadi Sekretaris Umum dan mbak Annisa sebagai wakilnya, cuma mereka berdua beda jurusan mas Irvan jurusan Tehnik Elektro sedang mbak Annisa jurusan Tehnik Informatika tapi mereka satu angkatan sama- sama sedang Tugas Akhir (TA). Karena aku satu jurusan dengan mbak Annisa jadi sama mas Irvan aku dititipkan ke mbak Annisa biar mudah diatur katanya ..yee..bilang aja takut adiknya jadi orang nggak bener. ********** “Subhanallah Sa, ustadz Iqbal itu orangnya jempolan lho. Dia pinter banget ceramahnya oke tampangnya juga kiyut handsome abis.. aduh.. Tom Cruise lewat dech!” cerocos Vita. Aku mengucek-ucek mataku, pagi-pagi sudah ribut! Semalam aku tidur agak sorean jadi Vita nggak sempat cerita tentang pengalamannya kemaren, tapi rupanya ia tidak sabar pengen cerita sehingga pagi-pagi buta begini sudah heboh. “Ustadz Iqbal siapa sih?” “Itu lho yang jadi pembicara di acara kemaren, aduh Sa… semalam aku nggak bisa tidur terbayang wajahnya terus habis wajahnya itu lho handsome banget.” “Dasar ikhwit, sudah hijrah masih slebor Zina tau! Lagian kemaren itu acaranya kan kajian bukannya jumpa fans, emang ustadznya selebritis apa” “Emang tampangnya selebriti kok, memangnya nggak boleh mengagumi seseorang. Mengagumi ciptaan Allah kan wajib Sa.” Bantahnya “Iya kalau tulus, tapi kalau versinya kayak kamu itu namanya bukan mengagumi ciptaan Allah tapi mengotori hati, zina say zina mata zina hati. Kasian kan ustadznya, niatnya berdakwah eh malah disalahartikan.” Nasehatku panjang lebar. Vita manyun. “Salah sendiri punya wajah handsome gitchu…cewek mana yang nggak kepincut.” Vita semakin ngawur, masya Allah nih anak bener-bener lagi error.. “Hushyi! Menghina Allah tau ! Wajah ganteng itu pemberian Allah, jangan suka menyalahkan gitu dosa Ta.” “Iya..iya payah kamu Sa nggak gaul nggak pernah nyambung kalau diajak ngomong gituan males ah aku mau mandi dulu, dasar Sa kampungan!” Nah lho aku yang jadi sasaran..aku geleng-geleng kepala anak itu masih suka slebor. Maklum dia baru hijrah jadi masih keseringan error tapi dia sudah lebih baik daripada sebelum hijrah. Aku memang nggak suka sama hal-hal yang gituan bikin kotor hati selain itu juga buang-buang waktu bagiku mas Irvanku tetep nomor satu. Masku itu ganteng, baik hati, penyayang dan ikhwan. Kurang apa coba kalau aku boleh kasih nilai aku beri niali 10 buat masku itu. Di SMU saja ceweknya seabreg ( he..he..itu waktu masih jahil dulu) jadi ngapain ngelirik yang lain. Aku bangga juga lho jadi adiknya mas Irvan… “Saa…!!” Aku terbatuk-batuk lalu mendesis-desis kepedasan segera kuraih minuman di depanku. Rahmi jelek! Sudah tau orang lagi makan dikagetin jadi tersedak deh. Rahmi cengar-cengir di depanku. “Afwan Sa nggak sengaja.” Ujarnya tanpa rasa bersalah aku manyun. “Ada apa ?” tanyaku ketus “Ada berita nih Sa, itu lho Ustadz Iqbal sudah tau belom?” Uff! Ustadz Iqbal lagi, kok hari ini semua orang ngomongin dia nggak di kost di kampus semua pembicaraan temanya tentang dia. Emang sudah ditentuin kalau hari ini temanya Ustadz Iqbal, kayak mau bikin karangan aja pake’ tema. “Emang kenapa?” “Subhanallah Sa.. orangnya sangat kharismatik, berwibawa dan ganteng.” kedip Rahmi genit, aku nyengir. “Ini lagi…. jadi apa generasi Islam kalau lihat makhluk cakep aja udah lupa ngaji dan lupa akhirat.” “Yee.. kamu bisa ngomong gitu karena kamu nggak tahu orangnya coba deh kalau kamu tahu dijamin deh..” “Nggak mau! Aku nggak mau tahu, mending aku nggak tahu daripada bikin kotor hati.” “Alah.. bilang aja kamu takut mas Irvanmu dapat saingan, bener lho Sa ustadz Iqbal lebih cakep daripada mas Irvan.” “Gak peduli pokoknya mas Irvan tetep yang paling oke di dunia, titik!” “Yee.. maksa dasar mas Irvan mania.” “Biarin ! Udah ah aku ada mentoring sebentar lagi kamu ada kelas nggak?” “Nggak ada tapi aku mau ke perpus.” “Ya udah aku duluan assalamualaikum.” Aku bangkit dan berjalan menuju masjid. Hari ini benar-benar lagi demam Ustadz Iqbal tidak di kampus di masjidpun sosoknya menjadi pembicaraan heboh dikalangan akhwat, terutama akhwat-akhwat yang masih slebor kayak Vita. Cuma mbak-mbaknya aja yang adem ayem paling cuma komentar “bagus” kalau ditanya soal itu. Kalau sudah begitu aku lebih suka menyendiri sambil membayangkan wajah mas Irvan. He..he mungkin benar kata Rahmi aku memang takut mas Irvan punya saingan terutama dalam menempati ruang hatiku. ********** “Ukhti.. besok ada seminar lho di masjid!” promosi mbak Annisa ketika kita semua sedang berkumpul di ruang tamu bersantai biasa malam minggu. “Pembicaranya ustadz Iqbal ya Mbak?” tanya Vita semangat, mbak Annisa menggeleng, Vita langsung lemes. Anak itu masih saja kena pesonanya ustadz Iqbal. “Yaaa… nggak seru dong mbak, orangnya pasti sudah ubanan bikin boring mbak.” Protesnya “Tapi beliau ustadznya akh Iqbal lho Dek, jadi pasti lebih bagus kitakan hadir bukan untuk ketemu orangnya tapi menimba ilmunya ingat petuah ini nggak. Lihatlah apa yang disampaikan dan jangan melihat siapa yang menyampaikan” nasehat mbak Nisa panjang lebar. “Tauk tuh mbak sejak ketemu ustadz Iqbal anak-anak pada jadi aneh.” Komentarku, semuanya pada manyun kearahku aku nyengir kuda. “Ada nasyidnya nggak mbak?” Tanya Rosyida, mbak Nisa mengangguk. “Fokus voice, asli Surabaya.” “Oke deh aku mau.” tambah Alfi dan Hamida,mbak Nisa tersenyum akhirnya kami semua sepakat untuk hadir dalam acara tersebut. Mula-mula Vita tetap nggak mau tapi setelah kami bujuk akhirnya dia mau. Aku sendiri alhamdulillah nggak ada halangan, lagi free… “Dek Sa!” panggil mbak Nisa ketika aku hendak masuk ke kamar. “Gimana kesehatannya? Masih sering kambuh maghnya?” “Alhamdulillah sudah nggak kambuh-kambuh lagi.” “Mbak ada tawaran nih Dek, mbak pengen dek Sa nggantiin mbak di KARIMAH (Kajian Rutin Muslimah).” Aku melongo. “Tapi Mbak saya kan masih amatiran, apa saya mampu lagian saya punya penyakit..saya takut..” belum selesai aku berkata-kata. “Dicoba dulu Dek, nanti mbak bantu.” potongnya cepat sambil menepuk pundakku dan berlalu meninggalkanku. Yee..ini namanya pemaksaan.. ********** Aku semakin sibuk, tugas-tugasku semakin menumpuk dan tanggungan dakwahkupun seakan berlomba menghabiskan waktuku. Ya sejak aku bergabung di KARIMAH jadwalku semakin padat, selain di KARIMAH aku juga aktif di JMMI sebagai ketua departeman keputrian. Nggak tau kenapa aku yang masih bau kencur ini dipercaya memegang tanggung jawab yang sangat berat itu. Mas Irvan semakin ketat mengawasiku, takut terjadi apa-apa denganku. Mulanya dia tidak setuju aku aktif di banyak organisasi khawatir fisikku tidak kuat, tapi akhirnya dia mendukungku juga dengan syarat aku harus ekstra hati-hati menjaga kesehatanku. Okelah mas ikhwan…. Pagi ini ada kajian di masjid, pembicaranya ustadz Iqbal. Seluruh penghuni kost heboh biasa ngerumpiin sang idola. Vita malah sudah rapi dari tadi, biar nggak telat katanya dasar slebor. Aku masih malas-malasan di tempat tidur, kepalaku pening sekali dan badanku terasa capek setelah semalam nglembur bikin tugas gartek. Jam 8 aku baru tiba di kampus, subhanallah..pesertanya banyak sekali di barisan ikhwan dan akhwat aku melihat ada mahasiswa non muslim yang ikut dalam kajian. Benar-benar sosok ustadz Iqbal sangat fenomenal di seantero kampus ITS. Kali inipun aku tidak sempat mengikuti kajian ustadz Iqbal karena tiba-tiba saja aku sudah tergeletak pingsan di lantai masjid. “Jangan banyak gerak dulu, istirahat saja. Mas kan sudah bilang jangan terlalu memaksakan diri.” Entah dari mana datangnya, mas Irvan lantas membantuku duduk. “Cepat ganti baju kita ke dokter sekarang!” perintahnya cepat aku tidak berani membantah dengan perlahan kuturuti perintahnya. Malam ini aku tidur di tempat kostnya mas Irvan, kebetulan teman sekostnya pada pulang semua sehingga nggak ada masalah aku tidur disana. Nyaman sekali, mas Irvan menidurkanku dengan belaian sayangnya dan alunan nasyid yang terdengar merdu dari bibirnya. Ah aku sangat sayang sama mas Irvan. ********** Hari ini ada demo solidaritas Palestina, seluruh ikhwan dan akhwat dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya berkumpul menjadi satu di depan balai kota. Rencananya akan ada long march dari balai kota sampai bundaran ITS tapi memutar dulu lewat UNAIR. Subhanallah pesertanya banyak sekali, barisan demonstran mulai bergerak aku berdiri di barisan akhwat yang paling depan. Aku menjadi koordinator akhwat untuk demo kali ini bersama akhwat lain dari UNAIR. Mas Irvan tidak ikut karena hari ini dia ada presentasi, sebagai oratornya diserahkan pada ustadz Iqbal. Meskipun partneran sampai sekarang aku tetap belum tahu mana yang namanya ustadz Iqbal. Pantesan tadi Vita semangat sekali ikut demo, ah kok jadi suudzon sama teman sendiri. Demo kali ini tidak hanya diikuti mahasiswa muslim saja tapi banyak juga mahasiswa non muslim yang bersimpati pada Palestina ikut berpartisipasi, kabarnya sih mereka teman-teman ustadz Iqbal di kampusnya yang juga merupakan fans fanatiknya. Subhanallah………. Sampai di depan UNAIR tiba-tiba ada sebuah tangan yang menarikku dengan keras dan langsung membekap mulutku, ya Allah aku dibius. Allahu Akbar aku berusaha teriak tapi tidak bias, pandanganku mengabur. Sebelum mataku benar-benar terpejam aku masih sempat menangkap sesosok bayangan berkelebat menghantam orang yang membekapku selanjutnya semua gelap. ********** Setelah kejadian demo itu, mas Irvan membatasi semua kegiatanku. Mbak Annisa diserahi tugas untuk mengawasiku, praktis kegiatanku hanya kuliah dan urusan intern dalam JMMI saja KARIMAH ku untuk sementara juga berhenti. Aku dilarang pergi kemana-mana dan kalau keluar aku harus dikawal. Aku semakin kasihan sama mas Irvan ia semakin terbebani dengan kondisiku, sedang saat ini dia sangat sibuk dengan TA-nya apalagi bulan depan ia sudah maju sidang tentunya perlu persiapan yang matang dari sekarang. Aku nggak tahu kenapa yang jadi sasaran penculikan aku, padahal banyak lho aktivis senior yang ikut waktu itu, tak tahulah mungkin itulah resiko sebagai seorang aktivis. Pulang kuliah aku terkapar dilantai ruang tamu, tiba-tiba saja perutku terasa sakit. Mbak Annisa tergopoh-gopoh mendapatkanku segera saja tangannya sigap menekan tombol telepon dan sebentar saja derum sepeda motor mas Irvan sudah sampai di halaman dan aku segera dilarikan ke rumah sakit. Bau obat yang menyengat memaksaku membuka mata, di pintu mas Irvan sedang berbicara dengan seorang laki-laki sebayanya berpakaian putih seperti dokter dan berkacamata. Dia tersenyum kearahku dan seketika itu kulihat pancaran kewibawaan dari wajahnya..mungkin dia temannya mas Irvan. Setelah itu mataku terkatup kembali. Aku terpekur mendengar keterangan dari mas Irvan bahwa aku menderita kelainan di rahimku, leher rahimku mengalami penyempitan sehingga mengganggu system organ tubuhku. Ternyata magh yang kurasakan selama ini adalah….. Mas Irvan memelukku lalu membisikkan sesuatu padaku, mataku terbelalak..mas Irvan menyuruhku menikah! Gila apa masku ini aku kan masih kecil baru semester dua! “Semua itu untuk kepentingan Adek, kamu membutuhkan seseeorang yang benar-benar bisa menjagamu yang mas Irvan tidak bisa. Penyakitmu tidak main-main Dek Sa, dan kamu butuh seseorang yang ahli untuk menanganinya. Apalagi kamu seorang aktivis jadi harus ada seseorang yang selalu siap melindungi dan mendampingimu setiap saat. Sebentar lagi mas Irvan akan selesai kuliah dan harus kerja tentunya nggak bisa terus-terusan menjaga Adek, Adek ngerti kan?” jelasnya penuh pengertian, aku masih terdiam., shock! “Sudah ada calonnya lho Dek, insya Allah sesegera mungkin akan dilaksanakan ta’aruf. Tapi menunggu jawaban adek dulu, gimana orangnya cakep lho Dek.” Mas Irvan berkedip menggodaku, pipiku bersemu merah dan segera saja sebuah bantal melayang kearah mas Irvan. Allah jika ini memang kehendakmu…Mas Irvan menarik nafas lega ketika dengan mantapnya aku menganggukkan kepala. ********** Dua tahun kemudian…. Ustadz Iqbal masih menjadi sosok yang fenomenal di kalangan mahasiswa, buktinya saat ini ribuan ikhwan akhwat memadati gedung convention hall Az-Zaitun di kompleks asrama haji Sukolilo untuk mengikuti kajiannya. Aku turut hadir mendampingi suamiku bersama jundi kecilku, Mujahid. Kali ini aku menjadi tamu kehormatan, karena sekarang aku telah menjadi istri seorang ikhwan yang sangat istiqomah dalam menegakkan syi’ar agama Allah yang sekarang berada diatas podium, laki-laki yang telah menolongku saat penculikan dan laki-laki yang berpakaian putih yang kutemui dirumah sakit yang wajahnya penuh wibawa serta menjadi idola para ikhwah, dr. Iqbal Ramadhan. ********** * labkom di bawah AC yang dingin Buat saudaraku di Al-Fairuz salam sayang, tetep istiqomah yaaaa…

RINGKASAN RIWAYAT HIDUP 4 IMAM PENGASAS MAZHAB

RINGKASAN RIWAYAT HIDUP 4 IMAM PENGASAS MAZHAB Imam Abu Hanifah [80H/699M– 150H/767M] Imam Abu Hanifah atau nama sebenarnya Numan bin Tsabit bin Zhuthi' lahir pada tahun 80H/699M di Kufah, Iraq, sebuah bandar yang sudah sememangnya terkenal sebagai pusat ilmu Islam pada ketika itu. Ianya diasaskan oleh ‘Abdullah ibn Mas‘ud radhiallahu ‘anh (32H/652M), seorang sahabat zaman Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam. Ayahnya seorang pedagang besar, sempat hidup bersama ‘Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anh. Imam Abu Hanifah sekali-sekala ikut serta dalam urusniaga ayahnya akan tetapi minatnya yang lebih besar ialah ke arah membaca dan menghafal Al-Quran. Imam Abu Hanifah pada satu hari telah berjumpa dengan seorang tokoh agama yang masyhur pada ketika itu bernama as-Sya’bi. Melihatkan kepintaran dan kecerdasan luar biasa yang terpendam dalam Imam Abu Hanifah, as-Sya’bi menasihatkan beliau agar lebih banyak mencurahkan usaha ke dalam bidang ilmu-ilmu Islam. Dengan nasihat dan dorongan as-Sya’bi, Imam Abu Hanifah mula menceburkan diri secara khusus mempelajari ilmu-ilmu Islam. Imam Abu Hanifah mula belajar dengan mendalami ilmu-ilmu qiraat, ilmu bahasa Arab ilmu kalam dan lain-lain. Akan tetapi bidang ilmu yang paling diminatinya ialah ilmu hadith dan fiqh. Beliau banyak meluangkan masa dan tenaga untuk mendalaminya. Imam Abu Hanifah meneruskan pembelajarannya dengan bergurukan kepada as-Sya’bi dan beberapa tokoh ilmuan lain di Kufah. Menurut riwayat, jumlah gurunya di Kufah sahaja berjumlah 93 orang. Beliau kemudiannya berhijrah ke bandar Basrah di Iraq, untuk berguru bersama Hammad bin Abi Sulaiman, Qatadah dan Shu’bah. Setelah sekian lama berguru dengan Shu’bah yang pada ketika itu terkenal sebagai Amir al-Mu’minin fi Hadith (pemimpin umat dalam bidang hadith), beliau diizinkan gurunya untuk mula mengajar hadith kepada orang ramai. Berkata Shu’bah: “Sebagaimana aku ketahui dengan pasti akan kesinaran cahaya matahari, aku juga ketahui dengan pasti bahawa ilmu dan Abu Hanifah adalah sepasangan bersama.” Imam Abu Hanifah tidak hanya berpuas hati dengan pembelajarannya di Kufah dan Basrah di Iraq. Beliau kemudiannya turun ke Makkah dan Madinah untuk menuntut ilmu lagi. Di sana beliau duduk berguru kepada ‘Atha’ bin Abi Rabah. Kemudiannya Imam Abu Hanifah duduk pula bersama Ikrimah, seorang tokoh besar agama di Makkah yang juga merupakan anak murid kepada ‘Abdullah ibn ‘Abbas, ‘Ali bin Abi Thalib ra, Abu Hurairah ra dan ‘Abdullah ibn ‘Umar radhiallahu ‘anhum. Kehandalan Imam Abu Hanifah dalam ilmu-ilmu hadith dan fiqh diiktiraf oleh Ikrimah sehingga beliau kemudiannya membenarkan Imam Abu Hanifah menjadi guru kepada penduduk Makkah. Imam Abu Hanifah kemudiannya meneruskan pengajiannya di Madinah bersama Baqir dan Ja’afar as-Shadiq. Kemudiannya beliau duduk bersebelahan dengan Imam Malik bin Anas, tokoh besar kota Madinah ketika itu. Walaupun Imam Abu Hanifah 13 tahun lebih tua daripada Imam Malik, ini tidak menghalangnya untuk turut serta belajar. Apabila guru kesayanganya Hammad meninggal dunia di Basrah pada tahun 120H/738M, Imam Abu Hanifah telah diminta untuk mengganti kedudukan Hammad sebagai guru dan sekaligus tokoh agama di Basrah. Melihatkan tiada siapa lain yang akan meneruskan perjuangan Hammad, Imam Abu Hanifah bersetuju kepada jawatan tersebut. Mulai di sinilah Imam Abu Hanifah mengajar dan menjadi tokoh besar terbaru dunia Islam. Orang ramai dari serata pelusuk dunia Islam datang untuk belajar bersamanya. Di samping mengajar, Imam Abu Hanifah adalah juga seorang pedagang dan beliau amat bijak dalam mengadili antara dua tanggungjawabnya ini sebagaimana diterangkan anak muridnya al-Fudail ibn ‘Iyyadh: “Adalah Imam Abu Hanifah seorang ahli hukum, terkenal dalam bidang fiqh, banyak kekayaan, suka mengeluarkan harta untuk sesiapa yang memerlukannya, seorang yang sangat sabar dalam pembelajaran baik malam atau siang hari, banyak beribadat pada malam hari, banyak berdiam diri, sedikit berbicara terkecuali apabila datang kepadanya sesuatu masalah agama, amat pandai menunjuki manusia kepada kebenaran dan tidak mahu menerima pemberian penguasa.” Pada zaman pemerintahan Abbasid, Khalifah al-Mansur telah beberapa kali meminta beliau menjawat kedudukan Qadhi kerajaan. Imam Abu Hanifah berkeras menolak tawaran itu. Jawapan Abu Hanifah membuatkan al-Mansur marah lalu dia menghantar Imam Abu Hanifah ke penjara. Akan tetapi tekanan daripada orang ramai menyebabkan al-Mansur terpaksa membenarkan Imam Abu Hanifah meneruskan pengajarannya walaupun daripada dalam penjara. Apabila orang ramai mula mengerumuni penjara untuk belajar bersama Imam Abu Hanifah,al-Mansur merasakan kedudukannya mula tergugat. Al-Mansur merasakan Imam Abu Hanifah perlu ditamatkan hayatnya sebelum terlambat. Akhirnya Imam Abu Hanifah meninggal dunia pada bulan Rejab 150H/767M (ketika berusia 68 tahun), yakni ketika berada di dalampenjara disebabkan termakan makanan yang diracuni orang. Dalam riwayat lain disebutkan bahawa beliau dipukul dalam penjara sehingga mati. Kematian tokoh ilmuan Islam ini amat dirasai oleh dunia Islam. Solat jenazahnya dilangsungkan 6 kali, setiapnya didirikan oleh hampir 50,000 orang jamaah. Abu Hanifah mempunyai beberapa orang murid yang ketokohan mereka membolehkan ajarannya diteruskan kepada masyarakat. Antara anak-anak murid Imam Abu Hanifah yang ulung ialah Zufar (158H/775M), Abu Yusuf (182H/798M) dan Muhammad bin Hasan as-Syaibani(189H/805M). Imam Malik bin Anas [93H/711M – 179H/796M] Imam Malik bin Anas lahir di Madinah pada tahun 93H/711M. Beliau dilahirkan di dalam sebuah kota yang merupakan tempat tumbuhnya Islam dan berkumpulnya generasi yang telah dididik oleh para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, radhiallahu ‘anhum. Sejarah keluarganya juga ada hubungkait dengan ilmu Islam, dengan datuknya sendiri adalah seorang perawi dan penghafal hadith yang terkemuka. Pakciknya juga, Abu Suhail Nafi’ adalah seorang tokoh hadith kota Madinah pada ketika itu dan dengan beliaulah Malik bin Anas mula mendalami ilmu-ilmu agama, khususnya hadith. Abu Suhail Nafi’ ialah seorang tabi‘in yang sempat menghafal hadith daripada‘Abdullah ibn ‘Umar, ‘Aisyah binti Abu Bakar, Ummu Salamah, Abu Hurairah dan Abu Sa‘id al-Khudri radhiallahu ‘anhum. Selain Nafi’, Imam Malik bin Anas juga duduk berguru dengan Jaafar as-Shadiq, cucu kepada al-Hassan, cucu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Imam Malik juga duduk belajar di Masjid Nabawi, Madinah dan berguru dengan Muhammad Yahya al-Ansari, Abu Hazim Salmah ad-Dinar, Yahya bin Saad dan Hishambin ‘Urwah. Mereka ini semua ialah anak murid kepada para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Suasana kehidupan Imam Malik bin Anas di Madinah yang ketika itu dipenuhi dengan para tabi‘in amatlah menguntungkannya. Para tabi‘in ini adalah mereka yang sempat hidup bersama sahabat-sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka sempat belajar, mendengar hadith dan mengamalkan perbuatan para sahabat secara terus. Inilah antara sebab kenapa Imam Malik bin Anas tidak pernah meninggalkan Madinah kecuali apabila pergi menunaikan ibadat hajinya. Imam Malik bin Anas kemudiannya mengambil alih peranan sebagai tokoh agama di Masjid Nabawi, Madinah. Ajarannya menarik sejumlah orang ramai daripada pelbagai daerah dunia Islam. Beliau juga bertindak sebagai Mufti Kota Madinah pada ketika itu. Imam Malik juga ialah antara tokoh yang terawal dalam mengumpul dan membukukan hadith-hadith Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam kitabnya al-Muwattha’. Kitabnya ini menjadi hafalan dan rujukan orang ramai sehinggakan ia pernah dikatakan oleh Imam as-Syafi‘e sebagai: “Tidak wujud sebuah buku di bumi yang paling hampir kepada al-Quran melainkan kitab Imam Malik ini.” Antara tokoh besar yang duduk belajar bersama Imam Malik ialah Imam Abu Hanifah dari Kufah, Iraq. Selain itu diriwayatkan juga bahawa sebanyak 1,300 tokoh-tokoh lain yang duduk bersama menuntut ilmu bersama Imam Malik di Masjid Nabawi. Antaranya termasuklah Muhammad bin Idris, yang kemudiannya terkenal dengan gelaran Imam as-Syafi‘e. Ketinggian ilmu Imam Malik bin Anas pernah diungkap oleh Imam Ahmad bin Hanbal sebagai: “Imam Malik adalah penghulu daripara penghulu ahli ilmu dan beliau pula seorang imam dalam bidang hadith dan fiqh. Siapakah gerangan yang dapat menyerupai Imam Malik?” Imam Malik pernah dihukum oleh gabenor Kota Madinah pada tahun 147H/764M kerana telah mengeluarkan fatwa bahawa hukum thalaq yang cuba dilaksanakan oleh kerajaan Abbasid sebagai tidak sah. Kerajaan Abbasid ketika itu telah membuat fatwa sendiri bahawa semua penduduk perlu taat kepada pemimpin dan barangsiapa yang enggan akan terjatuh thalaq ke atas isterinya. Memandangkan rakyat yang lebih taatkan ulama' daripada pemimpin, pemerintah Abbasid telah memaksa Imam Malik untuk mengesahkan fatwa mereka. Imam Malik enggan, malah mengeluarkan fatwa menyatakan bahawa thalaq sedemikian tidak sah (tidak jatuh thalaqnya). Imam Malik ditangkap dan dipukul oleh gabenor Madinah sehingga tulang bahunya patah dan terkeluar daripada kedudukan asalnya. Kecederaan ini amatlah berat sehinggakan beliau tidak lagi dapat bersolat dengan memegang kedua tangannya di dada, lalu dibiarkan sahaja terkulai di tepi badannya. Imam Malik kemudiannya dibebaskan dari penjara dan beliau terus kembali mengajar di Madinah sehinggalah beliau meninggal dunia pada 11 Rabiul-Awwal, tahun 179H/796M, ketika berusia 86 tahun (Hijriah). Di antara anak-anak murid beliau yang masyhur ialah ‘Abdarrahman bin al-Qasim al-Tasyri (191H/807M), Ibn Wahhab Abu Muhammad al-Masri (199H/815M) dan Yahya bin Yahya al-Masmudi (234H/849M). Imam Muhammad bin Idris as-Syafi’e [150H/767M – 204H/820M] Imam as-Syafi’e lahir di Gaza, Palestin pada tahun 150H/767M. Nama sebenarnya ialah Muhammad bin Idris as-Syafi‘e. Beliau mempunyai pertalian darah Quraisy dan hidup tanpa sempat melihat ayahnya. Pada umur 10 tahun ibunya membawanya ke Makkah untuk menunaikan ibadah Haji dan selepas itu beliau tetap berada di sana untuk menuntut ilmu. Di Makkah Imam as-Syafi’e memulakan perguruannya dengan Muslim bin Khalid al-Zanji, yakni mufti Kota Makkah ketika itu. Kitab ilmu yang paling terkemuka pada ketika itu ialah al-Muwattha’ karangan Imam Malik bin Anas, dan Imam as-Syafi’e dalam usia 15 tahun telah pun menghafal keseluruhan kitab tersebut. Imam as-Syafi’e kemudiannya berhijrah ke Madinah untuk berguru pula dengan penulis kitab itu sendiri, yakni Imam Malik bin Anas. Ketika itu Imam as-Syafi’e baru berumur 20 tahun dan beliau terus duduk bersama Imam Malik sehinggalah kewafatannya pada tahun 179H/796M. Ketokohan Imam as-Syafi’e sebagai murid terpintar Imam Malik bin Anas mulai diiktiraf ramai. Imam as-Syafi‘e mengambil alih sebentar kedudukan Imam Malik bin Anas sebagai guru di Masjid Nabawi di Madinah sehinggalah beliau ditawarkan satu kedudukan jawatan oleh Gabenor Yaman. Jawatan Imam as-Syafi’e di Negeri Yaman tidak lama kerana beliau telah difitnah sebagai pengikut mazhab Syi‘ah. Selain itu pelbagai konspirasi lain dijatuhkan ke atasnya sehinggalah beliau dirantai dan dihantar ke penjara di Baghdad, yakni pusat pemerintahan Dinasti Abbasid ketika itu. Imam as-Syafi’e dibawa menghadap kepada Khalifah Harun ar-Rashid dan beliau berjaya membuktikan kebenaran dirinya. Kehandalan serta kecekapan Imam as-Syafi’e membela dirinya dengan pelbagai hujjah agama menyebabkan Harun ar-Rashid tertarik kepadanya. Imam as-Syafi’e dibebaskan dan dibiarkan bermastautin di Baghdad. Di sini Imam as-Syafi’e telah berkenalan dengan anak murid Imam Abu Hanifah dan duduk berguru bersama mereka, terutamanya Muhammad bin al-Hasan as-Syaibani. Suasana ini memberikan kelebihan yang penting bagi Imam as-Syafi’e, iaitu beliau berkesempatan untuk belajar dan membanding antara dua ajaran Islam, yakni ajaran Imam Malik bin Anas dan ajaran Imam Abu Hanifah. Pada tahun 188H/804M, Imam as-Syafi’e berhijrah pula ke Mesir. Sebelum itu beliau singgah sebentar di Makkah dan di sana beliau diberi penghormatan dan dipelawa memberi kelas pengajian agama. Imam as-Syafi’e kini mula diiktiraf sebagai seorang imam dan beliau banyak meluahkan usaha untuk cuba menutup jurang perbezaan di antara ajaran Imam Malik bin Anas dan Imam Abu Hanifah. Usahanya ini tidak disambut baik oleh para penduduk Makkah kerana kebiasaan mereka adalah kepada ajaran Imam Malik bin Anas. Pada tahun 194H/810M, Imam as-Syafi’e kembali semula ke Baghdad dan beliau dipelawa untuk memegang jawatan Qadhi bagi Dinasti Abbasid. Beliau menolak dan hanya singgah selama 4 tahun di Baghdad. Imam as-Syafi’e kemudian kembali ke Mesir dan memusatkan ajarannya di sana pula. Daud bin ‘Ali pernah ditanya akan kelebihan Imam as-Syafi’e berbanding tokoh-tokoh lain pada ketika itu, maka beliau menjawab: "As-Syafi‘e mempunyai beberapa keutamaan, berkumpul padanya apa yang tidak terkumpul pada orang lain. Beliau seorang bangsawan, beliau mempunyai agama dan i'tiqad yang sebenar, seorang yang sangat murah hati, mengetahui hadith sahih dan hadith dhaif, nasikh, mansukh, menghafal al-Quran dan hadith, perjalanan hidup para Khulafa' ar-Rashidin dan amat pandai pula mengarang." Dalam usahanya untuk cuba menutup jurang perbezaan antara ajaran Imam Malik bin Anas dan Imam Abu Hanifah, Imam as-Syafi’e menghadapi banyak tentangan daripada para pengikut Mazhab Maliki yang amat taksub kepada guru mereka. Pada satu malam, dalam perjalanan balik ke rumah dari kuliah Maghribnya di Mesir, Imam as-Syafi’e telah diserang dan dipukul orang sehingga menyebabkan kematiannya. Pada ketika itu Imam as-Syafi’e juga sedang menghadapi penyakit buasir yang agak serius. Imam as-Syafi’e meninggal dunia pada 29 Rejab tahun 204H/820M di Mesir ketika berumur 54 tahun (Hijriah). Beliau meninggalkan kepada dunia Islam sebuah kitab yang paling agung dalam bidang usul fiqh berjudul ar-Risalah. Kitab ini adalah yang terawal dalam menyatakan kaedah-kaedah mengeluarkan hukum daripada sesebuah nas al-Qur’an dan as-Sunnah. Selain itu Imam as-Syafi’e juga meninggalkan kitab fiqhnya yang termasyhur berjudul al-Umm. Ajaran Imam as-Syafi’e diteruskan oleh beberapa anak muridnya yang utama seperti Abu Yaaqub al-Buwayti (231H/846M), Rabi’ bin Sulaiman al-Marali (270H/884M) dan Abu Ibrahim bin Yahya al-Muzani (274H/888M). Imam Ahmad bin Hanbal [164H/781M – 241H/856M] Imam Abu ‘Abdullah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal dilahirkan di Baghdad, Iraq, pada tahun 164H/781M. Ayahnya seorang mujahid Islam dan meninggal dunia pada umur muda, iaitu 30 tahun. Ahmad kemudiannya dibesarkan oleh ibunya Saifiyah binti Maimunah. Imam Ahmad bin Hanbal menghafal al-Qur’an sejak kecil dan pada umurnya 16 tahun beliau sudah menjadi penghafal hadith yang terkenal. Imam Ahmad bin Hanbal meneruskan pengajian hadithnya dengan sekian ramai guru dan beliau pada akhir hayatnya dijangkakan telah menghafal lebih daripada sejuta hadith termasuk barisan perawinya. Pada tahun 189H/805M Imam Ahmad bin Hanbal berhijrah ke Basrah dan tidak lama kemudian ke Makkah dan Madinah untuk menuntut ilmu. Di sana beliau sempat duduk berguru dengan Imam as-Syafi‘e. Sebelum itu guru-gurunya yang masyhur ialah Abu Yusuf, Husain ibn Abi Hazim al-Washithi, ‘Umar ibn ‘Abdullah ibn Khalid, ‘Abdurrahman ibn Mahdi dan Abu Bakar ibn ‘Iyasy. Pada tahun 198H Imam Ahmad bin Hanbal ke negeri Yaman pula untuk berguru dengan ‘Abdurrazzaq ibn Humam, seorang ahli hadith yang besar ketika itu, terkenal dengan kitabnya yang berjudul al-Musannaf. Dalam perjalanannya ini Imam Ahmad mula menulis hadith-hadith yang dihafalnya setelah sekian lama. Imam Ahmad bin Hanbal kembali semula ke Baghdad dan mula mengajar. Kehebatannya sebagai seorang ahli hadith dan pakar fiqh menarik perhatian orang ramai dan mereka mula mengerumuninya untuk belajar bersama. Antara anak muridnya yang kemudian berjaya menjadi tokoh hadith terkenal ialah al-Bukhari, Muslim dan Abu Daud. al-Qasim ibn Salam pernah berkata: “Ahmad bin Hanbal adalah orang yang paling ahli dalam bidang hukum dan aku tidak melihat ada orang yang lebih mengetahui tentang as-Sunnah selain beliau. Beliau tidak pernah bersenda gurau, selalu berdiam diri, tidak memperkatakan apa-apa selain ilmu.” Imam Ahmad bin Hanbal pernah hidup di dalam penjara kerana kekerasannya menentang Mazhab Mu’tazilah yang diterima oleh pemerintah Abbasid ketika itu. Mereka (pemerintah) memaksa Imam Ahmad mengesahkan mazhab baru tersebut. Imam Ahmad enggan dan ini menyebabkan beliau dirotan di dalam penjara sehingga tidak sedarkan diri. Akibat ketegasan Imam Ahmad bin Hanbal serta tekanan daripada para orang ramai akhirnya menyebabkan pihak pemerintah Abbasid telah terpaksa membebaskan beliau dari penjara. Imam Ahmad kemudiannya meneruskan pengajarannya kepada orang ramai sehinggalah kematiannya pada tahun 241H/856M, ketika berusia 77 tahun Hijriah. Imam Ahmad bin Hanbal meninggalkan kepada dunia Islam kitab hadithnya yang terkenal iaitu "al-Musnad" yang mengandungi lebih kurang 30,000 hadith Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan atsar para sahabat radhiallahu ‘anhum. Dua orang anaknya yang utama meneruskan perjuangan ayah mereka, iaitu ‘Abdullah bin Ahmad dan Shaleh bin Ahmad.

Konsep Mencari Ilmu dalam kitab Ta’lim muta’lim

Konsep Mencari Ilmu dalam kitab Ta’lim muta’lim 1. Mencari Ilmu harus dengan niat menghilangkan kebodohan untuk selanjutnya menggapai ridha Allah. 2. Mencari dengan terjun kelubuk pendidikan, berarti mencurahkan segala yang ada pada diri untuk mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya. 3. Ilmu yang kelak diperoleh harus mejadi wasilah menuju kepada takwa, yang tentu akan mengangkat derajat mulia disisi Allah. 4. Ilmu adalah cahaya, anugerah dan karunia Allah, yang untuk mencapainya antara lain lewat perantaraan guru. Kalaupun tanpa guru yaitu dengan membaca, menurut konsep Al-Qur'an harus dengan atas nama Allah. 5. Ilmu yang membuat orang mulia dan terhormat, dan mencurahkan manfaat yang sebesar-besarnya itu, sangat pada tempatnya untuk dita'dhimkan. Adalah terjemahan dari rasa terima kasih yang besar dan penghargaan yang mendalam. 6. Menta'dhimkan guru sebagai rasa terima kasih yang nota bene ahlul ilmi itu adalah pada tempatnya, sangaat layak dan terpuji. Dan adalah berarti menta'dhimkan ilmu itu sendiri. 7. Menta'dhimkan harus berarti pula tidak membuat yang bersangkutan merasa tertekan dari arah manapun, langsung atau tidak langsung. 8. Ta'dhim bukanlah ta'abbud. Namun bisa saja laku ta'dhim karena menjalankan perintah syari'. Menjalankan perintahnya berarti juga ta'abbud. 9. Mencari ilmu dengan konsep TMT membuat tholib sadar posisi dan ikhlas.

KUNCI memulai usaha

KUNCI memulai usaha Jadi, kunci memulai usaha adalah gagasan bisnis! Mewujudkan gagasan bisnis setelah mendapatkan gagasan bisnis dan sebelum memulai bisnis lakukan langkah sebagai berikut: 1. Lakukan pengamatan dan pendalaman mengenai seluk beluk bisnis tersebut Sebelum mewujudkan gagasan bisnis, pelajari seluk beluk bisnis tersebut, baik atau tidak? Bagaimana proses produksinya secara efesien? Dari mana kita membeli bahan bakunya? Siapa calon konsumen atau karakteristik pelanggan? Di mana kita akan memasarkan dan menjualnya? Bagaimana pola pemasaran dan penjualannya? Cara terbaik adalah mengamati pengusaha sukses yang bergerak di bidang yang sama. Bila bisnis kita benar-benar baru, paling tidak pelajari bagaimana pengusaha yang sukses menjalankan bisnis mereka. 2. Lakukan uji coba dengan cara tes pasar Manfaat uji coba pasar adalah untuk mendaatkan umpan balik terhadap calon konsumen mengenai produk yang kita tawarkan. 3. Susunlah rencana usaha Perencanaan ini bisa mencakup antara lain penetapan nama produk packaging product, proses produksi, jalur distribusi yang dipilih, modal tambahan yang diperlukan , orang-orang yang akan diajak bekerjasama baik sebagai penanam modal, pegawai, ataupun penyalur produk, juga pikirkan strategi pemasaran yang akan dijalankan misalnya dengan selembaran, brosur, katalog, melalui website, mailing, atau iklan di media, organisasi sosial, dsb. 4. Mulailah saat ini Sebuah gagasan bisnis akan tetap menjadi sebuah gagasan jika tidak ada tindakan untuk mewujudkannya. Dengan memulainya kita bisa mendapatkan pengalaman dan pelajaran berharga yang bisa digunakan memperbaiki usaha secara sistematis. 5. Hadapi dan atasi hambatan atau kegagalan Berdasrkan pengalaman, mungkin tidak ada seorang pun wiraswata yang berhasil tdak mengalami hambatan atau bahkan kegagalan dalam perjalanan bisnis mereka. Sebaiknya kita memiliki sikap positif, apa yang terjadi adalah yang terbaik buat kita. Mengapa? Karena , itu adalah janji Tuhan. Hambatan dan kegagalan merupakan sebuah pelajaran yang harus kita ambil hikmahnya. 6. Jenis usaha Jenis usaha yang cocok bagi pemodal kecil atau bahkan tanpa modal adalah: memasarkan produk atau jasa orang lain. Sebaiknya produk atau jalan yang banyak dibutuhkan orang atau produk spesifik yang lanka namun terdapat pasar yang cukup luas.

7 langkah Memulai Usaha

7 langkah Memulai Usaha Langkah 1: IMPIAN Jika anda memiliki impian, maka anda sudah setengan jalan menuju sukses anda. Impian sangat menentukan keberhasilan anda di usaha ini. Langkah 2: DAFTAR NAMA Buatlah daftar nama dari semua orang yang anda kenal. Jangan hanya mengingat, namun tuliskan daftar nama tersebut dalam sebuag buku khusus. Bualah perencanaan dan prioritas dari daftar nama tersebut. Langkah 3: BUAT JANJI Buatlah janji untuk bertemu dengan orang-orang dari daftar nama anda. Konsultasikan dengan tim kerja anda siapa saja yang perlu anda undang di awal menjalankan usaha ini. Pelajari cara membuat janji yang profesional Langkah 4: PRESENTASI Lakukan presentasi situasi dengan standar yang dibuat. Jika anda baru memulai usaha ini, tim kerja anda akan membantu anda melakukan presentasi. Tugas anda adalah sesegera mngkin belajar dan menguasai presentasi yan benar. Langkah 5: TINDAK LANJUT Jika anda menemukan beberapa orang yang mau menjalankan usaha ini bersama anda, anda perlu mengajarkan mereka bagaimana memulai usaha ini dengan benar. Langkah 6: PEMAKAI PRODUK Keyakinan anda terhadao bisnis ini akan penuh jika anda telah memakai produk dan merasakan manfaat produk ini baik untuk diri anda sendiri maupun untuk keluarga anda. Langkah 7: MENGGUNAKAN ALAT BANTU Alat bantu adalah pengungkit yang akan mempermudah anda membangun ASET di usaha ini. Gunakan secara optimal, maka anda memiliki perkembangan bisnis yang signifikan.

Mental menjadi pemuda kaya dan penuh karya

Mental menjadi pemuda kaya dan penuh karya 1. Temukan motivasi terkuat untuk kaya dan berkarya semuda mungkin. Saat anda lemah, baca berulang-lang kalimat motivasi yang anda buat. Kalimat motivasi itu adalah “aku ingin kaya dan berkarya semuda mungkin karena, aku tak tahu umur sampai kapan dan sebelum aku meninggalkan dunia ini maka aku harus bisa berbuat sesuatu yang menjadi amal untuk di akhirat nanti, - Aku ingin berjuang untuk Agama Allah. - Aku ingin pergi haji bersama orang tua tanpa pinjaman - Aku ingin membuat anak-anak jalanan menjadi lebih jelas hidupnya, dengan mendrikan berbagai perpustakaan dan rumah singgah, mereka pantas mendapatkan itu. - Dengan kekayaan ini, aku ingin membuat orang2 di jalanan sana khususnya para muslim yang miskin mempunyai usaha yang tidak membuat dia minta-minta lagi. - Ingin memiliki rumah makan yang dapat bersaing dengan rumah makan luar negri sepeti KFC, HOKBEN - Ingin menggantikan program TV & siaran medianya dengan program yang lebih membawa dampak positif. - Membuat sebuah militer yang kreatif da siap membela ketika musuh datang. 2. Perbanyak membaca Siroh Nabawi, dan para sahabat dan biografi orang sukses 3. Rekomendasikan mereka membaca buku ini, bisa juga meminjamkannya untuk bermental kaya. 4. Jauhi lingkungan, bacaan atau tontonan yang membuat anda malas dan tidak bersemangat untuk menjadi pemuda kaya penuh karya. 5. Baca ulang buku bestseller “jangan kuliah! Kalau gak sukses. 6. bergabung di facebook, tepatnya di halaman Karya Raya, juga halaman Setia furqon kholid. sumber: Setia Furqon, Pemuda kaya penuh karya

Sederet trik kreatif, terutama untuk urusan promosi

Sederet trik kreatif, terutama untuk urusan promosi. 1. Karangan bunga Mau buka outlet baru? Pesanlah sekurangnya 10 karangan bunga dengan ucapan, “selamat dan sukses!” Lalu, pajanglah di depan outlet, berdekatan dengan jalan. Diharapkan, orang-orang yang lewat akan ngeh dengan outlet baru tersebut. Ini tidaklah semahal yang anda bayangkan. Caranya, ajaklah teman-teman anda sesame marketer untuk patungan. Dengan begitu, mereka juga berhak memakai karangan bunga itu sewaktu-waktu. Supaya tahan lama, pastikan karangan Bungan itu terbuat dari kertas atau plastic bukan bunga betulan. Juga siapkan space untuk mencantumkan dan mengonta ganti merek. Yak hanya anda dan teman-teman anda yang tahu bahwa karangan bunga itu berasa dari anda sendiri. 2. Lemming effect. Bisnis yang ramai makin ramai, bisnis yang sepi makin sepi. Itulah faktanya, yang merupakan dampak dari lemming effect. Maka dari itu, kalau anda baru buka usaha atau baru launching produk, pastikan tempat anda langsung ramai. Misalnya, anda baru buka bengkel. Mintalah saudara-saudara anda yang menganggur untuk mangkal seharian. Minta juga teman-teman anda untuk datang bergiliran dan hilir mudik kesana. Jangan lupa, parkirkan pula motor-motor dan buatlah kesibukan layaknya kesibukan bengkel yang sudah berjalan bertahun-tahun. Sebab, konsumen hanya tertarik pada usaha yang sudah terbukti jalan. Demikian pula minimarket, restoran, salon, klinik, kursus, dan lain-lain. 3. Klien pertama Anda adalah pemilik mama laundry, yang focus pada asar korporat. Sekiranya usaha inin baru buka, adakah yang mau menjadi kliennya? Hamper-hampir tidak kan? Maka tawarkan jasa anda pada tiga perusahaan terkenal di kota anda, semisal Novotel, McDermott, dan Astra. Terus, desak mereka agar mau jadi klien anda. Kalau perlu kasih gratis (Gratisnya cukup sekali) setelah itu, anda berhak membuat brosur atau iklan dengan embel-embel itu, anda berhak membuat brosur atau iklan dengan embel-embel “Novetel, McDermott, dan Astra adalah beberapa perusahaan yang pernah memakai jasa laundry.” Lha siapa yang tidak percaya? 4. SMS Request Cari tahu kapan acara reques lagu stasiun radio di kota anda. Terus ketiklah SMS yang kurang lebih berbunyi, “Minta lagu Kisah cintaku dari peterpan. Dikirim buat Elma yang sering nongkrong di Takadeli. Pesan buat Elma, nongkrongnya jangan lama-lama dong. Mentang-mentang kue di sana enak. Ntar uang jajanya cepat habis lho.” Tidak penting lagunya, tidak penting artisnya, tidak penting Elmanya yang penting adalah Takadeli nya . karena kebetulan anda lah pemiliknya! Nah, dengan biaya hamper nol rupiah, ribuan orang di kota anda akan tahun Takadeli! 5. Konter Informasi Hamper konter informasi di mal dan bilangah pada petugasnya, “Pak, tolong panggilkan teman saya, Pak samsi. Isinya, Pak samsi dari Katering Puri Bungsu harapa ke konter informasi. Ada pesanan nasi kotak dari DPRD. Ditunggu segera.” Tentu, trik ini sangan tokcer. Karena anda lah pemilik Katering Puri Bungsu. Akan lebih bermakna dan mengena, sekiranya target anda berada di mal atau di sekitae mal tersebut. 6. Bisikann pelangga Katakanlah, anda pemilik toko alat olahraga Cergas. Bergegaslah [ergi ke toko alat olahraga lainnya dan bisiki pelanggan di sana, “Bapak main tenis ya? Wah sama seperti saya. Ngomong-ngomng ada toko olahraga baru, lho. Cergas namanya. Kebetulan saya sering kesana. Bagus-bagus barangnya. Sudah begitu, murah-murah lagi. Berhubung percakapan seperti ini lumrah dari alamiah terjadi diantara pelanggan, anda tidak perlu khawatie diomeli penjaga tokonya. Sekedar catatan, ketika pelanggan yang dibisiki itu dating ke toko anda untuk sementara jangan sampai anda terlihat olehnya. 7. Titip Nama Setiap kali anda mengirimkan SMS, email, bergabung di milis, bertanya di seminar, memberi testimoni, atau sejenisnya pastikan andan menitipkan nama anda, merek andan dan keunggulan bisnis anda. Yah, kapan lagi bias promosi gratis? 8. Sisip nomor Buatlah stiker atau poster yang memuat nomor-nomor penting seperti kantor polisi, rumah sakit, pemadam kebakaran, dan seumpamanya. Yang pasti, sisipkan juga merek dan nomor telepon anda. Dijamin ini akan dipampang atau setidaknya disimpan baik-baik oleh konsumen. 9. Collective Branding Ini melebihi co-branding. caranya, merek A terpampang di tempat B,C,D, dan E. sedangkan merek B jugaterpampang di tempat A,C,D, dan E. begitu pula merek lainnya. Yah, tidak harus merek terkenal semuanya. Ini juga dapat dikomninasikan dengan program promosi enjualan, seperti, “Belanja lebih dari RP. 100.000 ditemapat A, dapat voucher diskon 10 persen di tempat B. “bayangkan sekiranya anda menggandeng 10 merek dan 30 prosen secara kolektif, konsumen pun betul-betul memetik nilai tambah setiap transaksi dengan anda. 10. Foto Tokoh Hamper selalu ada tokoh terkenal yang pernah dating ke tempat anda. Ini bukan kejadian langka sebenarnya. Minta izinlah untuk mengambil fotonya. Terus pajang, masalahnya apakah anda cukup telaten dan konsisten mengumpulkan foto-foto begitu? Percayalah, perlahan ini akan menggelinding laksan bola salju. Tokoh terkenal yang lain atau orang yang ingin dianggap tokoh terkenal akan menyusul mampir ke tempat anda. Boleh juga lengkapi semacam endoversement. Akirnya konsumen pun bergumam, “Wah, anggota dewan saja belanja ke sini, ya.” Jadilah ini magnet tersendiri! Sumber bacaan: Ippho Santosa, Marketing Is BULLSHIT, PT Elex Media Komputindo kompas gramedia


Hoki

Hoki Hoki itu disangga oleh dua pilar, yakni pilar persiapan dan kesempatan. Dan ketahuilah sesungguhnya celah terbaik menyikapi persiapan dan kesempatan itu adalah komunikasi. Tak terbantahkan, hoki itu bias diciptakan, bukan kebetulan semata. Untuk itu seorang marketer tidak punya pilihan lain kecuali: 1. Memamnfaatkan persiapan dan kesempatan 2. Memastikan komunikasi tiga lapis 3. Memanfaatkan ide sendiri atau ide orang lain 4. Memastikan penghematan, kehebatan atau kecepatan. 5. Memastikan kreativitas Agar sukses, temukan kuda untuk ditungangi! Di antaranya ide orang lain.

kesuksesan dilihat dari impiannya

Berbagai jenis pemimpi 1. Pemimpi yang bermimpi di masa lampau Orang yang masih merasa puas mendapatkan nilai bagus dimasa lampau, menjadi raja atau ratu pesta dansa di sekolah, lulus dari universitas bergengsi, atau menjadi anggota militer. Dengan kata lain hari-hari terbaik mereka berada di belakang mereka. 2. Pemimpi yang hanya memimpikan impian kecil Mereka hidup seperti kura-kura, makan dan minum dalam ruangan yang tenang. Kalau ada yang mengetuk cangkang mereka dan menyentuh salah satu lubang, mereka sering menyerang dan menggigit. Jenis pemimpi ini akan memimpikan impian-impian kecil saja karena mereka ingin merasa yakin bahwa mereka dapat mencapainya. Masalahnya adalah, meskipun mereka tahu mereka dapat mencapainya, mereka tidak pernah mencapainya. 3. Pemimpi yang telah mencapai impian mereka dan belum menentukan impian baru. Seseorang yang dengan sukses telah mencapai impiannya dan terus hidup dalam impian itu. Kebosanan biasanya merupakan tanda bahwa sudah waktunya menentukan impian baru. 4. Pemimpi yang mempunyai impian besar tetapi tidak mempunyai rencana bagaimana mencapainya. Pemimpi macam ini pada akhirnya, mereka tidak akan mencapai apa-apa. Mereka seringkali berusaha mencapai banyak banyak, tetapi kemudian berusaha dan melakukannya sendiri, orang seperti ini membutuhkan tim yang akan membantunya membuat impiannya menjadi kenyataan. 5. Pemimpi yang mempunyai impian besar, mencapai impian itu, dan terus mempunyai impian yang lebih besar. >

13 wasiat terlarang dahsyatnya dengan otak kanan

13 wasiat terlarang dahsyatnya dengan otak kanan 1. Humoris (bergurau) 2. Permainan (game) 3. Cerita (story) 4. Metaphor (kiasan) 5. Creativity 6. Visual 7. Music 8. Imajinasi dan intuisi 9. Sintesis 10. Empathy 11. Hospitality (keramahtamahan) 12. Gratitude (bersyukur) 13. Meaning

Nasihat untuk Para Gadis Sebelum Menikah

Nasihat untuk Para Gadis Sebelum Menikah Saudariku... bacalah pesan Asma binti Kharijah, istri Auf Asy-Syaibani kepada anak gadisnya sebelum memasuki kehidupan pernikahan. Pesan itu berisi prinsip-prinsip hubungan suami istri dan kode etik luhur yang harus dimiliki setiap gadis muslimah yang akan memasuki jenjang kehidupan rumah tangga. Asma berkata kepada anak gadisnya, "Wahai putriku.. seandainya wasiat boleh ditinggalkan karena keutamaan suatu etika niscaya aku tidak akan menyampaikannya kepadamu. Tetapi nasihat merupakan peringatan bagi orang yang lengah dan bantuan bagi orang yang berakal. Seandainya seorang wanita tidak memerlukan pasangan hidup maka akulah orang yang paling tidak membutuhkan pasangan hidup, tetapi wanita itu diciptakan sebagai pasangan pria dan pria sebagai pasangan wanita. Wahai putriku... engkau sekarang telah meninggalkan udara dimana engkau dilahirkan dan menuju dunia yang engkau belum mengetahuinya. Engkau mendapatkan seorang teman yang engkau belum pernah mengenalnya. Dengan memilikimu... Dia akan menjadi raja bagimu maka jadilah engkau hamba sahaya baginya sehingga ia akan menjadi hamba sahaya bagimu. Peganglah sepuluh perkara sebagai bekal dan pengingat bagimu. Pertama dan kedua... Temanilah ia dengan penuh kepuasan dan pergaulilah ia dengan senantiasa mendengar dan menaatinya. Sesungguhnya dalam kepuasan itu terdapat ketenangan hati dan dalam pendengaran serta ketaatan itu terletak ridha sang ilahi. Ketiga dan keempat... Perhatikanlah penciumannnya sehingga ia selalu mencium bau yang harum dan wangi dari dirimu. Perhatikanlah pendangannya sehingga ia tidak melihatmu sebagai sesuatu yang buruk. Sesungguhnya celak merupakan sesuatu yang baik dari segala yang ada sedangkan minyak wangi merupakan sesuatu yang paling harum yang dicari setiap orang. Kelima dan keenam... Perhatikanlah waktu makannya dan janganlah engkau membuat kegaduhan pada saat ia sedang tidur. Sesungguhnya perihnya lapar menjadikan nafsu bergejolak, sedangkan kegaduhan yang mengganggu tidur menyebabkan kemurkaan. Ketujuh dan kedelapan... Jagalah hubungan dan berlakulah baik kepada kerabat dan keluarganya. Jagalah harta kekayaannya karena sesungguhnya menjaga harta miliknya merupakan wujud dari penghormatan yang baik, sedangkan pemeliharaan hubungan terhadap kerabat dan keluargaya merupakan bentuk pengurusan yang paling baik terhadap dirinya. Kesembilan dan kesepuluh... Janganlah engkau menyebarluaskan rahasianya dan jaganlah engkau menentang perintahnya. Jika engkau menyebarluaskan rahasianya maka engkau tidak akan selamat dari penghianatannya. Jika engkau menentang perintahnya maka engkau telah membangkitkan amarah dalam dadanya. Wahai putriku... Hindarilah kegembiraan dihadapannya pada saat dia sedang dalam kesedihan dan kesusahan. Janganlah engkau bermuram durja pada saat dia sedang bahagia. Kegembiraan pada saat sedih merupakan kelalaian, sedangkan kemuraman pada saat bahagia merupakan perbuatan yang mengeruhkan suasana. Jadilah engkau orang yang paling mengagungkan dirinya, maka ia akan menjadi orang yang paling memuliakanmu. Jadilah engkau orang yang paling mendukungnya, niscaya engkau akan langgeng bersamanya. Ketahuilah putriku... Engkau tidak akan pernah sampai pada apa yang engkau cintai darinya sehingga engkau mendahulukan keridhaannya atas keridhaanmu, dan keinginannya atas keinginannmu terhadap segala hal yang kamu senangi atau kamu benci. Semoga Allah memberi kebaikan kepadamu dan meilindungimu"

cerita cinta ku..........

cerita cinta ku.......... Apa tuh cinta? W sebenarnya belum mengerti seutuhnya apa itu cinta, apalagi saat pertama kalinya w kenal nama itu, w masih dibilang anak bau kencur kaleeeee,, hahaha,,,,, lucu kalau ingat masa itu, Pertama kalinya w kenal kata cinta saat duduk di kelas 4sd. (Wiiihhh masiih kecil udah cinta2an yya,,,, hehehe ) tapi sebenarnya w juga gatau kenapa w bisa kenal kata itu cepet banget mungkin pengaruh pergaulan juga kali yya,, Irawan sugiarto, nah itu nama cowo yang pertama kalinya w suka,, (uhuuyy cinta monyet gitu deeehhh...) doi beda sekolah sama w, doi manis banget daahh,,, hahahaha tapi secara jelasnya tampang doi w lupa. Huhuhuu.... Lanjut kelas 5 w suka gitu sama ade kelas, (aahhhmmm malu niihhh suka sama brondong w) tapi tunggu dulu bro,, ternya doi niih sebenernya sepantar sama w alias umurnya sama kayak w tapi doi pernah gak naek kelas gitu dehh jadi dia masih kelas 4 dehh,, (gga jadii kan w suka sama brondongg,, hhrhr,,,..) w sempet jadian juga sama dia sekitar 3 bulan gtu yya,,, w lupa juga siih, Pas kelas 6 nih w udah mulai fokus sama UN (cieee...... gaya yeee fokus gitu..) HOHOHO.... walau gimanapun menurut w prestasi belajar itu nomer wahid. Lulus dari SDN 09 wanasari w masuk kepesatren gitu deehh,, nama pesantrennya PONPES Darrul Rahman (uhhuuuyy... dunia baru buat w) w kenal sama satu orang cowo niih... namanya Rian Helmi Putra yang w billangg siih doi ganteng laahh.. yya w kenalan gitu sama dia dan mungkin doi juga saat itu kenal sama w, (ngarep) eehh,, emang bener kali tanya dah sama dia. tapi tetep sekitar 5 bulan disitu w ngerasa masih belum betah cuy.. w bolak-balik telpon mamah w, mewek minta pindah. Akhirnya w pindah dah pas banget 1 minggu sebelum semester 1. Pindah dari Darrul Rahman w masuk PONPES lagii,, tapi jarak dari rumah w gga terlalu jauh cuuy,,,, nah disini w kenal cinta sedikit lebih banyak karena w disini kalau suka sama orang gga bisa langsung w ajak kenalan yya karena popes putra putri dipisah. Jadi jaran gtu dah ketemu cowonya. W belajar sebuah penantian dan kesabaran sejak w ngerasa suka sama cowo yang namanya Nur said rahmatulloh Saat itu doi lagi banyak2 cewe yang ngincer buat jadi pacarnya. Pokoknya kisah cinta w sama doi sakit banget dah.. Lagi w menanti doi tiba2 dateng sosok cowo yang perhatian gitu ddah namanya Muhammad Syarif Hidayatulloh w jadian sama dia Cuma bentaran doang,, doi pacar pertama w gitu deehhh... pacar pertama loooh bukan cinta pertama, karna w gatau cinta beneran w udah pernah w rasain atau w dapetin belom.. Lulus dari YAPINK w pindah ke bogor, masuk ke PONPES lagi nama nye AL-Mukhlishin nah disana ddah rekor mantan terbanyak dengan berbagai macam versi dan cerita cinta yang berbeda. Saat w make rok abu-abu pertama kalinya, w langsung suka sama cowo namanye Saepul Rohman gimana gga suka coba, doi guanteng bangettt (kata w) ^-^ Tapi cerita cinta w sama die gga bagus cuyy,,, w pacaran sama doi sekitar setengah tahun dia malah ngelanjutin rasa kecewa w dari said dan ditambah sama diye,, (nyesek ddah klo diceritain mah). Putus dari doi w jadian sama cowo aneh namanya Fairuz Hakim (kga aneh juga siihhh.... ^_*) Terus w jadian lagi sama Suandi, doi anaknya sholeh, pinter, dan penuh kejutan. (itu tanggapan w sebelum jadian sama doi tapi ternyata setelah jadian dia bukan seperti yang w bayangkan. (aaahhh.... mirrriiiissss w inget cerita cinta nya) hikss.. w jadian sama dia 1 tahun Putus dari doi w jadian sama cowo yang ngakunya nembak w iseng2 gitu (kurang ajar gga tuuhhh??? Masa iseng2 nembak w, emang w apa??) tapi w juga nerima dia iseng siihh Cuma buat penutup cerita cinta di putih abu w. Buat seru2an gtu dahh,, namanya Novahri Damma Putra w jadian sama doi skitar 2 bulanan. Setelah itu lulus dari aliyah lanjut ke UIN BANDUNG uhhuuuyyy disiniii w berjanji pada diri w sendiri dan kepada Allah, tuhan w. Kalau w ga mau pacaran lagi karna menurut w pacaran itu lebih banyak buruknya dibanding baiknya. Lagipula kalau dua orang yang berlainan jenis berpegangan tangan tanpa ikatan pernikahan aja, Rasul bilang sama aja si cewe ngasih batu dari neraka buat ibunya,,, sadiisss gga tuuh brooo...?? secara gitu walau pacaran ga pegangan tangan tetep ajja kan ada kontak dari sms maupun telpon yang dapat merusak kehusuan hati dalam ibadah kepada ilahi. Ya Allah teguhkan lah aku di penantian ini Berikan lah aku kekuatan dan rahmat MU.... Wahai Suami ku biarpun kamu bukan orang yang pertama yang aku sukai tapi kamu merupakan orang yang terakhir dalam pencarian cinta ku. Amieennnn...

10 kesalahan jatuh cinta

10 kesalahan jatuh cinta Jatuh cinta memang berjuta rasanya. Biasanya orang yang sedang jatuh cinta memang cenderung “buta”. Tidak jarang orang yang sedang jatuh cinta melupakan hal-hal yang mendasar yang sebetulnya penting untuk diprhatikan. Nah, berikut ini 10 uraian kesalahan yang kerap dilakukan ketika seseorang jatuh cinta: 1. Menciptakan hubungan asmara tanpa membangun prsahabatan dengannya. Mungkin kita memang benar jatuh cinta secara mendalam padanya, tapi jangan lupakan waktu sedikit banyak untuk mengetahui atau memperhatikan apa yang sesungguhnya ia inginkan atau ia perlukan. Sisihkan waktu untuk mempelajari keprbadiannya. Bukan hanya fisik semata. 2. Tidak jujur kepada diri sendiri Seringkali orang yang sedang jatuh cinta memberikan batas toleransi yang berlebih-lebihan kepada pasangan. Mereka berpura-pura seolah-olah sikap pasangan bukan merupakan gangguan yang besar pada diri mereka atau mereka berharapa agar masalah itu selesai seiring dengan berlalunya waktu. 3. Tidak memperhatikan diri sendiri selama menjalin hubungan asmara. Banyak orang yang lupa memperhatikan dirinya sendiri selama menjalin hubungan asmara. Kebanyakan orang yang sedang dimabuk cinta ingin selalu berduaan denga kekasihnya. Akibatnya orang-orag di sekitar mereka merasa diabaikan sehingga lambat laun tanpa mereka sadari teman-teman pun menjauh. Ini mempunyai akibat yang buruk di masa mendatang. Kita akan dicap kuper dan bila kita sedang jenuh bersama sang kekasih tidak ada seorang pun yang bersama dengn kita. 4. Menggantngkan kebahagiaan kita kepada pasangan Jika selama ini kita berfikir bhwa kebahagian kita bergantung pada pasangan, maka kita salah. Kita boleh jatuh cinta pada siapa saja namun tidak berarti bahwa orang tersebut dapat membuat kita bahagia. Kebahagiaan diri kita bergantung pada diri kita sendiri dan jangan sesekali kita memusatkan seluruh hidup dan perhatian hanya pada satu orang saja karena jikan demikian, berarti kita telah menutup wawasa dan kesempatan untuk menjadi lebih baik bagi diri kita sendiri. 5. Cinta membutuhkan waktu Seringkali seseorang lupa akan poin penting ini. Cinta selalu membutuhka waktu, baik untuk mengenal maupun untuk bertumbuh. Terlalu cepat memulai suatu hubungan berakibat kurang baik karena mungkin kitqa belum mengenal dengan baik karakter pasangan, sebaliknya jika kita terlalu terburu-bru meninggalkan pasangan hanya karena permasalahan sepele juuga kurng bijaksana. Kareana itu sebaiknya beri waktu yang cuku bagi diri ksendiri untuk mengenal pasangan. 6. Terlalu fokus pada sex Kita haeus menyadari bahwa bahwa tidak ada seorang pun yang senang menjadi objek sex. Jangan jadikan sex sebagai priotas suatu hubungan , sebaliknya jadikan sex hanya sebagai pemanis dalam hubungan berdua (dengan catatan sex hanya boleh dilakukan bagi mereka yang sudah terikat oleh pernikhan). Fokuskan perhatian kita dalam menbangun jalinan asmara yang solid bersamnya. Buatlah rencana yang jelas untk masa depan. 7. Berkecan tanpa tujuan yang jelas Kencan memang merupakan aktivitas yang seru dan menyenangkan, namun jika kita tidak mempunyai tujuan yang jelas an tidak tahu pa yang kita cari atau kita inginkan maka cepat atau lambat hal ini akan membuat diri kita menjadi lelah baik secara fisik maupun mental. Jadi lebih baik tentukan dulu apa yang kita cari dari suatu hubungan asmara dan apa yang kita inginkan dari calon pasangan 8. Berperinsip bahwa sex dapat menyelesaikan semua masalah Tingglakan prinsip seperti ini. Walaupun kita bersedia menyerahkan diri kita seutuhnya kepada pasangan, tidak menjamin bahwa pasangan kan setia atau tuidak akan meninggalkan kita. Segera ubah pola pikir kita. Jangan biarkan diri kita dibodohi dengan imingi-iming jika kita bersedia melakukan hubungan sex maka pasangan akan semakin mencintai kita. Itu justru membuktikan bahwa pasangan tidak mencintai kita dan hanya menginginkan kesenagan lama. 9. Mempriotaskan kecantikan fisik Ini juga menjadi merupakan salah satu hal yang kerap terjadi. Umumya kecantikan fisik menduduki skala priotas utama dari pada kecantikan batin. Padahal kecantikan batin lebih jauh lebih manfaat dan tahan lama. 10. Kembali melakukan ksalahan yang sama Pernahkah kita mengintropeksi diri mengenai kegagalan asmara kita di masa lalu? Sebelum memulai hubungan yang baru, ada baiknya kita mengintropekso diri dan melihat kembali dimana kesalahan kita. Denagan mengetahui letak kesalahan, kuta dapat belajar untuk tidak lagi mengulangi yang sma.

Surat Kecil untuk Rabb Qu yang Agung

Surat Kecil untuk Rabb Qu yang Agung RASA MALU KU. Aku datang dan pergi, Laulu datang dan pergi lagi Lagi dan lagi Tapi apa yang kau balas padaku Kau limpahkan kasi sayang mu yang begitu luas Kau tersenyum padaku Merangkul diriku yang sedang dilanda kegalauan hati, Walau nanti disaat aku merasa aku sudah baik Aku pun lupa lagi akan begitu besar rasa sayang nya Dirimu pada ku Sangat pantas jika Kau mengingatkanku dengan beberapa kali pertanyaan yang sama agar aku tetap sadar dan kembali lagi padamu. Ya Allah tak ada lagi yang membuat ku kagum dan merasa tertunduk malu selain kepada engkau Terimakasih atas seluruh nikmat yang telah kau beri padaku, terutama nikmat keimanan ini Ya Rahman buat lah hati yang kasar ini menjadi penyayang terhadap sesama dan peka terhadap apa yang terjadi di Lingkungan Ya Allah aku meminta jadikan lah aku orang yang selau istiqomah dlam menjalankan setiap perintah Mu. Dari hamba mu yang penuh dengan lumpur dosa,

Seuntai Doa untuk sahabatku.....

Seuntai Doa untuk sahabatku..... Ya Allah, Hari ini tiba juga ulang tahun sahabatku yang ke..... jadikanlah dia lebih bijaksana Jadikalah dia lebih dekat dengan-Mu Jadikanlah dia teladan bagi orang lain Ya Allah, Panjangkanlah usianya agar hidupnya menjadi lebih bermanfaat bagi orang lain Panjangkanlah usianya agar dia dapat lebih memandang hidup dengan penuh makna dalam kebesaran-Mu Panjangkanlah usianya agar dia dapat membimbing keluarganya untuk dapat tunduk dan berbakti kepada-Mu Panjangkanlah usianya agar dia dapat lebih bersyukur atas nikmat dan rizqi yang Engkau anugerahkan kepada kami Ya Allah, Jadikanlah kami menjadi hamba-Mu yang khusyu’ dan tawadhu’ dalam menerimah hikmah dan berkah-Mu